Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Strengthening Local Institutions In The Development Of Horticultural Agribusiness In Uluere District, Bantaeng Regency

Penguatan Kelembagaan Lokal dalam Pengembangan Agribisnis Hortikultura di Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng

Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian · Vol. 18 No. 2 (2022) · pp. 159–174

DOI
10.20956/jsep.v18i2.19384
ISSN
2598-5922, 0853-8395
Published
2022-04-25
Publisher
Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

English

The horticulture sub-sector as one of the leading sub-sectors in agricultural development has grown and developed into a commodity that is quite attractive to the market. One of the supporting factors for the development of horticultural agribusiness is the empowerment of farmers through institutional development. To be able to formulate appropriate institutional forms, understanding community institutions is an important first step. Understanding of institutions is done by identifying local institutions, their potentials and roles. This understanding will make it easier to formulate strategies for strengthening local institutions. Good institutional quality will have an effect on managing the horticultural agribusiness that is involved. Recently, institutions have become very valuable because the implementation of development in the modern era is always correlated with institutions or organizations that are formed as a vehicle for transferring capital and technology. The objectives of this research are: 1). The identification of local institutions in the development of horticultural agribusiness in Bantaeng Regency, 2). Knowing the strategy of institutional strengthening in the development of horticultural agribusiness in Bantaeng Regency. The data analysis used in this research is descriptive qualitative analysis with SWOT data analysis technique. Local institutions that exist to support the development of horticultural agribusiness include Public Sector institutions (BP3K, Food Security Agency and Extension Officer and Agriculture Service). Voluntary Sector Institutions (Farmers' Group, Women's Farmer's Group, Association of Farmers' Groups, Village Unit Cooperatives and Farmers' Cooperatives). Private Sector Institutions (Retailer and Joint Business Groups). Strategies that need to be implemented in strengthening local agribusiness institutions are continuous improvement of institutional human resources and involvement of young farmers in the management structure of agribusiness institutions, training in digital-based institutional management management training, increasing collaboration with financial institutions and utilizing government support to the fullest, maximizing institutional roles and functions as well as institutional administrators and increase institutional awareness for all members and improve services to all group members and consumers. Keywords: Strengthening, Local Institutions, Horticultural Agribusiness

Bahasa Indonesia

Sub sektor hortikultura sebagai salah satu sub-sektor unggulan dalam pembangunan pertanian, telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu komoditas yang cukup diminati pasar. Salah satu faktor pendukung pengembangan agribisnis hortikultura adalah pemberdayaan petani melalui pengembangan kelembagaan. Untuk mampu merumuskan bentuk kelembagaan yang sesuai, maka pemahaman terhadap kelembagaan lokal masyarakat merupakan langkah awal yang penting. Pemahaman terhadap kelembagaan dilakukan dengan mengidentifikasi kelembagaan lokal, potensi dan perannanya. Pemahaman tersebut akan memudahkan dalam menyusun strategi penguatan kelembagaan lokal. Kualitas kelembagaan yang bagus akan berpengaruh pada kecakapan dalam mengelolah usaha agribisnis hortikultura yang digeluti. Belakang ini, kelembagaan telah menjadi hal yang sangat bernilai karena implementasi pembangunan diera modern selalu berkorelasi dengan lembaga atau organisasi yang dibentuk sebagai wahana transfer modal dan teknologi Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Teridentifikasinya kelembagaan lokal pada pengembangan agribisnis hortikultura di Kabupaten Bantaeng, 2). Mengetahui strategi penguatan kelembagaan dalam pengembangan agribisnis hortikultura di Kabupaten Bantaeng. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif dengan teknik analisis data SWOT. Kelembagaan lokal yang ada dalam mendukung pengembangan agribisnis hortikultura diantaranya adalah lembaga Public Sector (BP3K, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh serta Dinas Pertanian). Lembaga Voluntary Sector (Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Gabungan Kelompok Tani, Koperasi Unit Desa dan Koperasi Tani). Lembaga Private Sector (Kios Pengecer dan Kelompok Usaha Bersama). Strategi yang perlu diterapkan dalam penguatan kelembagaan agribisnis lokal adalah peningkatan SDM Lembaga secara berkelanjutan dan pelibatan Pemuda tani dalam struktur kepengurusan lembaga agribisnis, Pelatihan manajemen pengelolaan adminitrasi lembaga berbasis digital, Peningkatan kerjasama dengan lembaga keuangan dan pemanfaatan dukungan pemerintah secara maksimal, Maksimalisasi peran dan fungsi kelembagaan serta pengurus lembaga dan meningkatkan kesadaran berlembaga bagi semua anggota serta peningkatan pelayanan kepada seluruh anggota kelompok dan konsumen.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 86 co-authorship links · 5 across different organisations · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Universitas Sulawesi Tenggara
  • Universitas Halu Oleo
  • Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Sahlan SahlanAffiliation unknown2
Syamsia SyamsiaInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Nurul Fadhilah FaisalUniversitas Islam Negeri Alauddin Makassar1
Sitti Aisyah KaraUniversitas Islam Negeri Alauddin Makassar1
Darsul S. PuyuUniversitas Islam Negeri Alauddin Makassar1
Sari SilvianiInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Abdul GaffarInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Afifatul IfaInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Haidir AminUniversitas Sulawesi Tenggara1
BisranAffiliation unknown1
Erni DanggiUniversitas Sulawesi Tenggara1
Guswan HakimUniversitas Halu Oleo1
Jabalnur JabalnurUniversitas Halu Oleo1
Nuurhidayat JafarAffiliation unknown1
Dewi SartikaSunan Gunung Djati State Islamic University Bandung1
Amanda FirmansyahAffiliation unknown1
Sitti ArwatiAffiliation unknown1
Reni FatmasariAffiliation unknown1
KasifahAffiliation unknown1
Rahmadana RahmadanaAffiliation unknown1
Syafiuddin SalehAffiliation unknown1
Resi Febrianti NurAffiliation unknown1
Rohana RohanaAffiliation unknown1
Burhanuddin BurhanuddinAffiliation unknown1
Andi Rahayu AnwarAffiliation unknown1
Husna LatifahAffiliation unknown1
Saleh MollaAffiliation unknown1
Jumiati LiraAffiliation unknown1
Moh. Yanuar Jarwadi PurwantoAffiliation unknown1
Moh. YaniAffiliation unknown1
Siti Nur FatinahAffiliation unknown1
Jumiati JumiatiAffiliation unknown1
Jumiati JumiatiAffiliation unknown1
Abdul HarisAffiliation unknown1
Muhammad Irwandhi AmriAffiliation unknown1
Harnita AgusantyAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Strengthening Local Institutions In The Development Of Horticultural Agribusiness In Uluere District, Bantaeng Regency</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Penguatan Kelembagaan Lokal dalam Pengembangan Agribisnis Hortikultura di Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Akbar, Akbar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syarif, Asriyanti</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Saleh, Muh.Ikmal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">., Jumiati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Akbar, Akbar</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Syarif, Asriyanti </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Saleh, Muh. Ikmal</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">., Jumiati</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Strengthening, Local Institutions, Horticultural Agribusiness</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Penguatan, Kelembagaan lokal, Agribisnis hortikultura</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The horticulture sub-sector as one of the leading sub-sectors in agricultural development has grown and developed into a commodity that is quite attractive to the market. One of the supporting factors for the development of horticultural agribusiness is the empowerment of farmers through institutional development. To be able to formulate appropriate institutional forms, understanding community institutions is an important first step. Understanding of institutions is done by identifying local institutions, their potentials and roles. This understanding will make it easier to formulate strategies for strengthening local institutions. Good institutional quality will have an effect on managing the horticultural agribusiness that is involved. Recently, institutions have become very valuable because the implementation of development in the modern era is always correlated with institutions or organizations that are formed as a vehicle for transferring capital and technology.
The objectives of this research are: 1). The identification of local institutions in the development of horticultural agribusiness in Bantaeng Regency, 2). Knowing the strategy of institutional strengthening in the development of horticultural agribusiness in Bantaeng Regency. The data analysis used in this research is descriptive qualitative analysis with SWOT data analysis technique. Local institutions that exist to support the development of horticultural agribusiness include Public Sector institutions (BP3K, Food Security Agency and Extension Officer and Agriculture Service). Voluntary Sector Institutions (Farmers' Group, Women's Farmer's Group, Association of Farmers' Groups, Village Unit Cooperatives and Farmers' Cooperatives). Private Sector Institutions (Retailer and Joint Business Groups).
Strategies that need to be implemented in strengthening local agribusiness institutions are continuous improvement of institutional human resources and involvement of young farmers in the management structure of agribusiness institutions, training in digital-based institutional management management training, increasing collaboration with financial institutions and utilizing government support to the fullest, maximizing institutional roles and functions as well as institutional administrators and increase institutional awareness for all members and improve services to all group members and consumers.
&amp;nbsp;
Keywords: Strengthening, Local Institutions, Horticultural Agribusiness</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Sub sektor hortikultura sebagai salah satu sub-sektor unggulan dalam pembangunan pertanian, telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu komoditas yang cukup diminati pasar. Salah satu faktor pendukung pengembangan agribisnis hortikultura adalah pemberdayaan petani melalui pengembangan kelembagaan. Untuk mampu merumuskan bentuk kelembagaan yang sesuai, maka pemahaman terhadap kelembagaan lokal masyarakat merupakan langkah awal yang penting. Pemahaman terhadap kelembagaan dilakukan dengan mengidentifikasi kelembagaan lokal, potensi dan perannanya. Pemahaman tersebut akan memudahkan dalam menyusun strategi penguatan kelembagaan lokal. Kualitas kelembagaan yang bagus akan berpengaruh pada kecakapan dalam mengelolah usaha agribisnis hortikultura yang digeluti. Belakang ini,&amp;nbsp; kelembagaan telah menjadi hal yang sangat bernilai karena implementasi pembangunan diera modern selalu berkorelasi dengan lembaga atau organisasi yang dibentuk sebagai wahana transfer modal dan teknologi
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Teridentifikasinya kelembagaan lokal pada pengembangan agribisnis hortikultura di Kabupaten Bantaeng, 2). Mengetahui strategi penguatan kelembagaan dalam pengembangan agribisnis hortikultura di Kabupaten Bantaeng. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriftif kualitatif dengan teknik analisis data SWOT. Kelembagaan lokal yang ada dalam mendukung pengembangan agribisnis hortikultura diantaranya adalah lembaga Public Sector (BP3K,&amp;nbsp; Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh serta Dinas Pertanian). Lembaga Voluntary Sector (Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, Gabungan Kelompok Tani, Koperasi Unit Desa dan Koperasi Tani). Lembaga Private Sector (Kios Pengecer dan Kelompok Usaha Bersama).
Strategi yang perlu diterapkan dalam penguatan kelembagaan agribisnis lokal adalah peningkatan SDM Lembaga secara berkelanjutan dan pelibatan Pemuda tani dalam struktur kepengurusan lembaga agribisnis, Pelatihan manajemen pengelolaan adminitrasi lembaga berbasis digital, Peningkatan kerjasama dengan lembaga keuangan dan pemanfaatan dukungan pemerintah secara maksimal, Maksimalisasi peran dan fungsi kelembagaan serta pengurus lembaga dan meningkatkan kesadaran berlembaga bagi semua anggota serta peningkatan pelayanan kepada seluruh anggota kelompok dan konsumen.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/article/view/19384</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jsep.v18i2.19384</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian; Vol. 18 No. 2 (2022): Juni, 2022; 159-174</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian; Vol 18 No 2 (2022): June, 2022; 159-174</dc:source>
	<dc:source>2598-5922</dc:source>
	<dc:source>0853-8395</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/article/view/19384/8120</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>