Open access Jurnal
Interconnection Of Resouces, Organization, Norm In Institutional Agribusiness Of Chili Business, Barombong Kelurahan, Tamalate District, Makassar City
Interkoneksitas Resouces Organization Norm Dalam Kelembagaan Agribisnis Usahatani Cabai Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makassar
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian · Vol. 18 No. 3 (2022) · pp. 247–257
- ISSN
- 2598-5922, 0853-8395
- Published
- 2022-08-10
- Publisher
- Hasanuddin University
- Language
- en
Abstract
English
The purpose of the study was to examine the role of agribusiness institutions in chili marketing and to analyze the R - O - N interconnectivity in the management of chili farming agribusiness institutions. Determination of informants in this study, namely the chairman of the Sukamaju Gapoktan 1 person, the chairman of the farmer group 6 people, the members of the farmer group 12 people, the chairman of the Aspartan 1 person, the wholesaler 1 person, the collector traders 2 people, the merchants the retailer traders 2 people. The analysis uses descriptive qualitative. The results showed that the role of institutional chili marketing agribusiness institutions (Gapoktan and farmer groups) in marketing is to facilitate farmers in finding market information and selling prices, Aspartan is one of the agribusiness institutions that also plays a role in selling agricultural products from farmers directly to consumers, collectors, wholesalers and retailers play a role in buying and selling (exchange function). The interconnectivity of Resources, Organization and Norm (RON) in all institutions seen in the marketing of chili agribusiness is different. Farmer-level institutions have low resources both in terms of human and financial, have a strong organization and there are rules or running values, while institutions at the wholesaler and traders level have strong resources in terms of capital, weak organization and rules of the game that are weak. unwritten, retailers have weak resources, organization and regulations. While Aspartan has strong resources, both human and financial, but there is no clear organizational structure and rules of the game.
Bahasa Indonesia
Tujuan penelitian adalah mengkaji peran Kelembagaan agribisnis dalam pemasaran cabai dan menganalisis Interkoneksitas R – O – N dalam pengelolaan kelembagaan agribisnis usahatani cabai. Penentuan Informan dalam penelitian ini yaitu Ketua Gapoktan Sukamaju 1 orang, Ketua Kelompok Tani 6 orang, anggota kelompok tani 12 orang, ketua Aspartan 1 orang, pedagang besar 1 orang, pedagang pengumpul 2 orang, pedagang pedagang pedagang pengecer 2 orang. Analisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kelembagaan agribisnis pemasaran cabai lembaga (Gapoktan dan kelompok tani) dalam pemasaran adalah memfasilitasi petani di dalam mencari informasi pasar dan harga jual, Aspartan adalah salah satu lembaga agribisnis juga berperan menjual hasil pertanian dari petani langsung ke konsumen, pedagang pengumpul, pedagang besar dan pedagang pengecer berperan dalam pembelian dan penjualan (fungsi pertukaran). Interkoneksitas Resources, Organitation dan Norm (RON) pada semua lembaga yang terlihat dalam pemasaran agribinsis cabai berbeda – beda. Lembaga tingkat petani terdapat sumberdaya yang rendah baik dari segi manusia maupun dari keuangan, memiliki organisasi yang kuat dan ada aturan atau nilai berjalan, sedangkan lembaga di tingkat pedagang besar dan pedagang pengumpul terdapat sumberdaya yang kuat dari segi modal, organisasi yang lemah dan aturan main yang tidak tertulis, Pedagang pengecer memiliki sumberdaya, organisasi dan aturan yang lemah. Sedangkan Aspartan memiliki sumberdaya yang kuat, baik dari manusia maupun dari keuangan, tetapi belum ada struktur organisasi dan aturan main yang jelas.
Keywords
Collaboration network of the authors
17 authors · 45 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Harnita Agusanty | Affiliation unknown | 2 |
| Taslim Taslim | Affiliation unknown | 2 |
| Akbar Akbar | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Saleh Molla | Affiliation unknown | 1 |
| Moh. Yanuar Jarwadi Purwanto | Affiliation unknown | 1 |
| Moh. Yani | Affiliation unknown | 1 |
| Abdul Haris | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Syaiful Saleh | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Irwandhi Amri | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Adri Arief | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Khaeriyah | Affiliation unknown | 1 |
| Asni Anwar | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Azka Yuriant Pallampa | Affiliation unknown | 1 |
| Amril Hans | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.