Abstract Coffee farmers in Indonesia face several challenges, including low farmer productivity and skills. Smallholder farmers in Indonesia often experience low productivity and lack the skills and knowledge needed to improve their agricultural practices. This research aims to determine the level of technical efficiency of coffee production and determine the socio-economic factors that influence the technical inefficiency of coffee. This research was carried out in Prigen District, Pasuruan Regency, East Java. This location selection was done purposively. The data analysis method used is Data Envelopment Analysis to analyze the level of technical efficiency and Tobit regression analysis to analyze socio-economic factors that influence technical inefficiency. The research results mean total efficiency is 0.798 (TE CRS), pure technical efficiency (TE VRS) 0.873, and scale efficiency (SE) 0.911. Socio-economic factors that influence technical inefficiency include education, land area, and extension. The government and policymakers are expected to help farmers strengthen institutions and the role of agricultural extension workers to achieve efficient farming.
Bahasa Indonesia
Abstrak Petani kopi di Indonesia menghadapi beberapa tantangan, salah satunya adalah produktivitas dan keterampilan petani yang rendah. Petani kecil di Indonesia sering kali mengalami produktivitas yang rendah dan kurangnya keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan praktik pertanian mereka. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis produksi kopi dan mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi inefisiensi teknis kopi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive). Metode analisis data yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis dan analisis regresi tobit untuk menganalisis faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi inefisiensi teknis. Hasil penelitian rata-rata efisiensi total sebesar 0,798 (TE CRS), efisiensi teknis murninya (TE VRS) 0,873, skala efisiensi (SE) 0,911. Faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi inefisiensi teknis antara lain pendidikan, luas lahan, penyuluhan. Pemerintah dan pemangku kebijakan diharapkan dapat memfasilitasi petani dalam penguatan kelembagaan dan peran penyuluh pertanian agar tercapainya usahatani yang efisien.
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.