Open access Jurnal
Farmer Independence in Avocado Farm Developmen
Kemandirian Petani dalam Pengembangan Usahatani Alpukat
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian · Vol. 20 No. 2 (2024) · pp. 239–254
- ISSN
- 2598-5922, 0853-8395
- Published
- 2024-06-25
- Publisher
- Hasanuddin University
- Language
- en
Abstract
English
Avocados have good benefits for the health of the human body, maintain heart health, contain vitamin C, vitamin B-6, folate, vitamin E, vitamin K, and vitamin A, and help lower bad cholesterol levels. This condition increases the interest of avocado consumers in the market sector. This condition requires farmers to cultivate avocados independently to optimize avocado productivity. Farmer independence is associated with the decision to manage crops and the types of commodities that are cultivated to survive in the midst of the situation and conditions of the small-scale agricultural sector to be sustainable in the future. This study aims to 1). Examine the independence of farmers in avocado cultivation and 2). Knowing the factors that affect the independence of farmers in avocado cultivation. The methods used in this study are quantitative and data collection using questionnaires. The location determination in this study was carried out (purposive) in Sanggang Village. Sampling was conducted using the random sampling method and 35 farmers responded. The analysis uses a multiple linear regression test with the help of IBM SPSS Statistics 25. Based on the test results by comparing the sig value with a significance level of (0.05), it was found that: The results of the multiple linear regression analysis showed that the non-formal education variable had a Sig. (0.033) value, the social environment had a Sig. (0.002) value and the land area had a Sig. (0.006), which means that the variable affected the farmer's independence while the farming experience variable had a Sig. (0.290) value affecting the independence of farmers. The value of R Square (R2) in this study is 0.721.
Bahasa Indonesia
Alpukat memiliki manfaat sangat baik bagi kesehatan manusia, menjaga kesehatan jantung, mengandung vitamin C, zat besi, vitamin B-6, kalium, folat, vitamin E, vitamin K, vitamin A, dan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Kondisi ini meningkatkan minat konsumen buah alpukat terus meningkat di sektor pasar. Kondisi ini menuntut petani untuk membudidayakan buah alpukat secara mandiri agar produktivitas buah alpukat menjadi optimal. Kemandirian petani dikaitkan dengan keputusan pengelolaan tanaman dan jenis komoditas yang dibudidayakan untuk bertahan di tengah situasi dan kondisi sektor pertanian skala kecil agar dapat berkelanjutan. Tujuan diadakannya penelitian terkait kemandirian petani yang membudidayakan alpukat: 1). Mengkaji kemandirian petani dalam budidaya alpukat dan 2). Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian petani dalam budidaya alpukat. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu menggunakan penelitian kuantitatif dan pengumpulan data dengan bantuan kuesioner. Penentuan lokasi penelitian secara purposive (sengaja) yaitu Desa Sanggang. Pengambilan sample dengan menggunakan metode random sampling dan didapatkan responden 35 petani. Analisis data dengan menggunakan uji regresi linear berganda. Berdasarkan hasil uji dengan cara membandingkan nilai sig dengan menggunakan taraf signifikasi (0,05), didapatkan bahwa: Hasil pengujian analisis uji regresi linear berganda variabel pendidikan non-formal memiliki memiliki nilai Sig.(0,033), lingkungan sosial memiliki memiliki nilai Sig.(0,002), dan luas lahan memiliki memiliki nilai Sig. (0,006) yang artinya variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap kemandirian petani dalam budidaya alpukat sedangkan variabel pengalaman usahatani dalam budidaya alpukat memiliki nilai Sig.(0,290) tidak berpengaruh terhadap kemandirian petani. Nilai R Square (R2) dari penelitian ini memiliki nilai 0,721.
Keywords
Collaboration network of the authors
38 authors · 88 co-authorship links · 4 across different organisations
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Gunadarma University
- Jamia Millia Islamia
- UIN Raden Mas Said Surakarta
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Ichwan Suyudi | Gunadarma University | 2 |
| Putri Permatasari | Affiliation unknown | 2 |
| Joko Winarno | Affiliation unknown | 2 |
| Widiyanto Widiyanto | Affiliation unknown | 2 |
| Reni Diah Kusumawati | Affiliation unknown | 1 |
| Diana Ikasari | Affiliation unknown | 1 |
| Irfan Humaini | Affiliation unknown | 1 |
| Himanshu Dutt | Jamia Millia Islamia | 1 |
| Luthfi Chanafiah Pasha | Gunadarma University | 1 |
| SF. Luthfie Arguby Purnomo | UIN Raden Mas Said Surakarta | 1 |
| Hendro Firmawan | Gunadarma University | 1 |
| Ahmad Juma Khatib | Affiliation unknown | 1 |
| Suwarto Suwarto | Affiliation unknown | 1 |
| Sapja Anantanyu | Affiliation unknown | 1 |
| Suryono Suryono | Affiliation unknown | 1 |
| Erlin Dara Pravitasari | Affiliation unknown | 1 |
| Erysa Nimastuti | Affiliation unknown | 1 |
| Eny Lestari | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Lutfhfi Nugraha | Affiliation unknown | 1 |
| Muhamad Azis Firdaus | Affiliation unknown | 1 |
| Titing Suharti | Affiliation unknown | 1 |
| Eullia Tri Mukti Hezak | Affiliation unknown | 1 |
| Dhea Firna Ananda | Affiliation unknown | 1 |
| Bekti Wahyu Utami | Affiliation unknown | 1 |
| Imam Santoso | Affiliation unknown | 1 |
| Hanifah Ihsaniyati | Affiliation unknown | 1 |
| Dwiningtyas Padmaningrum | Affiliation unknown | 1 |
| Anansi Desriananti | Affiliation unknown | 1 |
| Distantya Hanifa | Affiliation unknown | 1 |
| Umi Hanifah | Affiliation unknown | 1 |
| Sugihardjo Sugihardjo | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Ivan Rizki | Affiliation unknown | 1 |
| Emi Widiyanti | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Gilang Nur Alif | Affiliation unknown | 1 |
| Lukas Giessen | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.