Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Transforming Global Food Security Policy: From the Green Revolution to the Genomic Era

Pergeseran Kebijakan Ketahanan Pangan Global: Dari Revolusi Hijau Menuju Revolusi Genomik

Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian · Vol. 21 No. 1 (2025) · pp. 63–78

DOI
10.20956/jsep.v21i1.45591
ISSN
2598-5922, 0853-8395
Published
2025-04-16
Publisher
Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

English

This study aims to: (1) analyze the epistemological shift from the Green Revolution to the Genomic Revolution in the global food system; (2) examine the opportunities and threats posed by genomic technologies to food security, particularly in the context of ecological and social justice; (3) explore the responses and strategies of countries such as Brazil, India, Rwanda, and Indonesia in dealing with genomic transformation; and (4) propose a conceptual and ethical framework for positioning genomics as a tool for community empowerment rather than merely a corporate technology. Employing a political ecology approach, literature review, and comparative case analysis, the study finds that the Genomic Revolution signifies a transition from the statistical-population paradigm of the Green Revolution to a more precise, adaptive paradigm of systemic biology. While genomics offers opportunities for increasing productivity, climate resilience, and nutritional quality, it also raises serious concerns over biogenetic data privatization, the marginalization of smallholder farmers, and corporate control over genetic resources. The case studies reveal that Brazil successfully integrates genomics and agroecology within a communitarian legal framework; India asserts resistance to transgenic seeds through participatory breeding; Rwanda incorporates genomics into nutrition interventions using open data; whereas Indonesia still faces institutional fragmentation and weak protection of local knowledge. These findings suggest that the success of the Genomic Revolution in promoting just and sustainable food security depends heavily on ethical governance and policy frameworks that ensure community rights to data, seeds, and scientific decision-making. Keywords: Genomic Revolution; Food Security; Epistemology; Ecological Justice; Political Ecology.

Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pergeseran epistemologis dari Revolusi Hijau menuju Revolusi Genomik dalam sistem pangan global; (2) mengkaji peluang dan ancaman dari penerapan teknologi genomik terhadap ketahanan pangan, khususnya dalam konteks keadilan ekologis dan sosial; (3) menelaah respons dan strategi negara-negara seperti Brasil, India, Rwanda, dan Indonesia dalam menghadapi transformasi genomik; serta (4) menawarkan kerangka konseptual dan etis untuk menjadikan genomik sebagai alat pemberdayaan komunitas, bukan sekadar teknologi korporatis. Dengan menggunakan pendekatan ekologi politik, studi pustaka, dan analisis kasus komparatif, penelitian ini menemukan bahwa Revolusi Genomik menandai pergeseran dari pendekatan statistik-populasi ala Revolusi Hijau menuju pendekatan biologi sistemik yang presisi dan adaptif. Meski membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan iklim, dan kualitas gizi, genomik juga membawa ancaman serius berupa privatisasi data hayati, eksklusi petani kecil, dan konsentrasi kekuasaan korporasi atas sumber daya genetik. Temuan studi kasus menunjukkan bahwa Brasil berhasil memadukan genomik dan agroekologi dalam kerangka hukum komunitarian; India meneguhkan resistensi terhadap benih transgenik melalui pemuliaan partisipatif; Rwanda mengintegrasikan genomik untuk intervensi gizi dengan data terbuka; sedangkan Indonesia masih menghadapi fragmentasi 2 kelembagaan dan lemahnya perlindungan pengetahuan lokal. Berdasarkan temuan ini, penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan Revolusi Genomik dalam membangun ketahanan pangan yang adil dan berkelanjutan sangat bergantung pada adanya sistem etika dan kebijakan yang menjamin hak komunitas atas data, benih, dan pengambilan keputusan ilmiah. Kata kunci: Revolusi Genomik; Ketahanan Pangan; Epistemologi; Keadilan Ekologis; Ekologi Politik.

Keywords

Collaboration network of the authors

9 authors · 20 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Darmawan SalmanAffiliation unknown2
Rafika Dewi PratiwiAffiliation unknown1
Thamrin PawalluriAffiliation unknown1
Hidayat MarminAffiliation unknown1
Arfenti AmirAffiliation unknown1
Amruddin Ambo EnreAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Transforming Global Food Security Policy: From the Green Revolution to the Genomic Era</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pergeseran Kebijakan Ketahanan Pangan Global: Dari Revolusi Hijau Menuju Revolusi Genomik</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Fahmid, Imam Mujahidin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fahmid, Mirah Midadan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Badrani, Adib Gemilang</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Fahmid, Imam Mujahidin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Fahmid, Mirah Midadan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Badrani, Adib Gemilang</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Digitalisasi, Pertanian, Revolusi industri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Kata Kunci:  	Sektor Pertanian, Ketahanan Pangan, Strategi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Perubahan Iklim; Kearifan Lokal; Adaptasi Petani; Ekologi Budaya; Pranata Mangsa.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Digitization; Agriculture; Industrial revolution.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Food Security, Sustainable Development, Government policy.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Political Ecology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Cultural ecology</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">This study aims to: (1) analyze the epistemological shift from the Green Revolution to the
Genomic Revolution in the global food system; (2) examine the opportunities and threats posed
by genomic technologies to food security, particularly in the context of ecological and social
justice; (3) explore the responses and strategies of countries such as Brazil, India, Rwanda, and
Indonesia in dealing with genomic transformation; and (4) propose a conceptual and ethical
framework for positioning genomics as a tool for community empowerment rather than merely
a corporate technology. Employing a political ecology approach, literature review, and
comparative case analysis, the study finds that the Genomic Revolution signifies a transition from
the statistical-population paradigm of the Green Revolution to a more precise, adaptive paradigm
of systemic biology. While genomics offers opportunities for increasing productivity, climate
resilience, and nutritional quality, it also raises serious concerns over biogenetic data
privatization, the marginalization of smallholder farmers, and corporate control over genetic
resources. The case studies reveal that Brazil successfully integrates genomics and agroecology
within a communitarian legal framework; India asserts resistance to transgenic seeds through
participatory breeding; Rwanda incorporates genomics into nutrition interventions using open
data; whereas Indonesia still faces institutional fragmentation and weak protection of local
knowledge. These findings suggest that the success of the Genomic Revolution in promoting just
and sustainable food security depends heavily on ethical governance and policy frameworks that
ensure community rights to data, seeds, and scientific decision-making.
Keywords: Genomic Revolution; Food Security; Epistemology; Ecological Justice; Political
Ecology.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pergeseran epistemologis dari Revolusi Hijau
menuju Revolusi Genomik dalam sistem pangan global; (2) mengkaji peluang dan ancaman dari
penerapan teknologi genomik terhadap ketahanan pangan, khususnya dalam konteks keadilan
ekologis dan sosial; (3) menelaah respons dan strategi negara-negara seperti Brasil, India,
Rwanda, dan Indonesia dalam menghadapi transformasi genomik; serta (4) menawarkan
kerangka konseptual dan etis untuk menjadikan genomik sebagai alat pemberdayaan komunitas,
bukan sekadar teknologi korporatis. Dengan menggunakan pendekatan ekologi politik, studi
pustaka, dan analisis kasus komparatif, penelitian ini menemukan bahwa Revolusi Genomik
menandai pergeseran dari pendekatan statistik-populasi ala Revolusi Hijau menuju pendekatan
biologi sistemik yang presisi dan adaptif. Meski membuka peluang untuk meningkatkan
produktivitas, ketahanan iklim, dan kualitas gizi, genomik juga membawa ancaman serius
berupa privatisasi data hayati, eksklusi petani kecil, dan konsentrasi kekuasaan korporasi atas
sumber daya genetik. Temuan studi kasus menunjukkan bahwa Brasil berhasil memadukan
genomik dan agroekologi dalam kerangka hukum komunitarian; India meneguhkan resistensi
terhadap benih transgenik melalui pemuliaan partisipatif; Rwanda mengintegrasikan genomik
untuk intervensi gizi dengan data terbuka; sedangkan Indonesia masih menghadapi fragmentasi
2
kelembagaan dan lemahnya perlindungan pengetahuan lokal. Berdasarkan temuan ini,
penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan Revolusi Genomik dalam membangun ketahanan
pangan yang adil dan berkelanjutan sangat bergantung pada adanya sistem etika dan kebijakan
yang menjamin hak komunitas atas data, benih, dan pengambilan keputusan ilmiah.
Kata kunci: Revolusi Genomik; Ketahanan Pangan; Epistemologi; Keadilan Ekologis; Ekologi
Politik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-16</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/article/view/45591</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/jsep.v21i1.45591</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian; Vol. 21 No. 1 (2025): February, 2025; 63-78</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian; Vol 21 No 1 (2025): Februari, 2025; 63-78</dc:source>
	<dc:source>2598-5922</dc:source>
	<dc:source>0853-8395</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/article/view/45591/13155</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>