Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Circular Economy Practices and Their Benefits for the Socio-Economic Life of Farmers: A Case Study on the Sugarcane, Corn, and Rubber Committees in Central Lampung Regency

Praktik Ekonomi Sirkular dan Manfaatnya bagi Kehidupan Sosial Ekonomi Petani: Studi Kasus pada Komditas Tebu, Jagung, dan Karet di Kabupaten Lampung Tengah

Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian · Vol. 21 No. 3 (2025) · pp. 1–13

ISSN
2598-5922, 0853-8395
Published
2025-11-26
Publisher
Hasanuddin University
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstract

English

The sustainable development in Indonesia encourages the development of a green economy and a circular economy as an effort to integrate economic growth with environmental sustainability. This study aims to identify the pattern of circular economy practices along with their socio-economic benefits in Gunung Agung Village and Tanjung Anom Village, Central Lampung Regency, with a focus on sugarcane, corn, and rubber commodities. The data were collected through a purposive sampling method with 30 farmers as respondents. Furthermore, the data were analyzed descriptively using the 9R framework. The results show that agricultural wastes are beneficial as animal feed, organic fertilizers, fuels, and materials for making simple furniture. Socially, this practice has increased labour absorption and farmer knowledge, and economically has given additional income to farmers of about IDR 1.16 million (from sugarcane), IDR 1.52 million (corn), and IDR 1.59 million (rubber) per year. These findings indicate that the implementation of a circular economy has the potential to improve farmer welfare while supporting environmental sustainability.

Bahasa Indonesia

Pembangunan berkelanjutan di Indonesia mendorong pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular sebagai upaya memadukan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Ekonomi sirkular bertujuan mempertahankan nilai produk dan sumber daya dalam perekonomian, serta meminimalkan kerusakan sosial dan lingkungan. Sektor pertanian, termasuk di Provinsi Lampung, mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular secara bertahap. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola praktik ekonomi sirkular dan manfaat sosial ekonominya di Desa Gunung Agung dan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, dengan fokus pada komoditas tebu, jagung, dan karet. Data dikumpulkan melalui purposive sampling terhadap 30 petani yang menerapkan praktik ekonomi sirkular. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan pola 9R (Refuse, Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Refurbish, Remanufacture, Repurpose, Recycle, Recover) dan kalkulasi manfaat sosial ekonomi langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sirkular umum meliputi penggunaan limbah daun dan batang sebagai pakan ternak, bibit, pupuk organik, kayu bakar, serta produk mebel sederhana. Manfaat sosial dari praktik ini terutama tampak pada peningkatan ketenagakerjaan dan ilmu pengetahuan petani. Secara ekonomi, praktik sirkular memberikan tambahan pendapatan tahunan sebesar Rp1.160.000 untuk tebu, Rp1.524.000 untuk jagung, dan Rp1.990.000 untuk karet. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular dalam usahatani berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kesadaran terhadap pentingnya kelestarian lingkungan..

Keywords

Collaboration network of the authors

14 authors · 29 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Lina MarlinaAffiliation unknown1
Muhammad IbnuAffiliation unknown1
Wan Abbas ZakariaAffiliation unknown1
Lidya Sari Mas IndahAffiliation unknown1
Muhammad Rizqi MubarokAffiliation unknown1
Dyah Aring Hepiana LestariAffiliation unknown1
Christine WulandariAffiliation unknown1
Suprihatin AliAffiliation unknown1
Pitojo BudionoAffiliation unknown1
Tugiono TugionoAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Circular Economy Practices and Their Benefits for the Socio-Economic Life of Farmers: A Case Study on the Sugarcane, Corn, and Rubber Committees in Central Lampung Regency</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Praktik Ekonomi Sirkular dan Manfaatnya bagi Kehidupan Sosial Ekonomi Petani: Studi Kasus pada Komditas Tebu, Jagung, dan Karet di Kabupaten Lampung Tengah</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Seta, Amanda Putra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Endaryanto, Teguh</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Firdasari, Firdasari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sari, I Rani Melya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Seta, Amanda Putra</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Endaryanto, Teguh</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Firdasari, Firdasari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sari, I Rani Melya</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Ekonomi Sirkular</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Usahatani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Limbah Pertanian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Manfaat Sosial Ekonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Circular Economy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Agricultural Waste</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Socio-Economic Benefits</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Farming</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">The sustainable development in Indonesia encourages the development of a green economy and a circular economy as an effort to integrate economic growth with environmental sustainability. This study aims to identify the pattern of circular economy practices along with their socio-economic benefits in Gunung Agung Village and Tanjung Anom Village, Central Lampung Regency, with a focus on sugarcane, corn, and rubber commodities. The data were collected through a purposive sampling method with 30 farmers as respondents. Furthermore, the data were analyzed descriptively using the 9R framework. The results show that agricultural wastes are beneficial as animal feed, organic fertilizers, fuels, and materials for making simple furniture. Socially, this practice has increased labour absorption and farmer knowledge, and economically has given additional income to farmers of about IDR 1.16 million (from sugarcane), IDR 1.52 million (corn), and IDR 1.59 million (rubber) per year. These findings indicate that the implementation of a circular economy has the potential to improve farmer welfare while supporting environmental sustainability.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Pembangunan berkelanjutan di Indonesia mendorong pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular sebagai upaya memadukan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Ekonomi sirkular bertujuan mempertahankan nilai produk dan sumber daya dalam perekonomian, serta meminimalkan kerusakan sosial dan lingkungan. Sektor pertanian, termasuk di Provinsi Lampung, mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular secara bertahap. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola praktik ekonomi sirkular dan manfaat sosial ekonominya di Desa Gunung Agung dan Desa Tanjung Anom, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, dengan fokus pada komoditas tebu, jagung, dan karet. Data dikumpulkan melalui purposive sampling terhadap 30 petani yang menerapkan praktik ekonomi sirkular. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan pola 9R (Refuse, Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Refurbish, Remanufacture, Repurpose, Recycle, Recover) dan kalkulasi manfaat sosial ekonomi langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sirkular umum meliputi penggunaan limbah daun dan batang sebagai pakan ternak, bibit, pupuk organik, kayu bakar, serta produk mebel sederhana. Manfaat sosial dari praktik ini terutama tampak pada peningkatan ketenagakerjaan dan ilmu pengetahuan petani. Secara ekonomi, praktik sirkular memberikan tambahan pendapatan tahunan sebesar Rp1.160.000 untuk tebu, Rp1.524.000 untuk jagung, dan Rp1.990.000 untuk karet. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular dalam usahatani berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kesadaran terhadap pentingnya kelestarian lingkungan..</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2025-11-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/article/view/45811</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian; Vol. 21 No. 3 (2025): October, 2025; 1-13</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian; Vol 21 No 3 (2025): Oktober, 2025; 1-13</dc:source>
	<dc:source>2598-5922</dc:source>
	<dc:source>0853-8395</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jsep/article/view/45811/13305</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>