Abstract Organic farming is one approach to achieving sustainable agricultural development and solving environmental problems. This study aims to analyze the factors that influence farmers intentions to adopt organic farming in Lima Puluh Kota Regency. This study uses a quantitative approach with a survey method. The location was selected using purposive sampling with the criteria of farmer group members who have obtained organic certification from the West Sumatra Organic Certification Agency (LSO). The sampling technique was conducted using a census, where the entire population became the research sample, consisting of 60 farmers. The research data was sourced from structured interviews using questionnaires, data from the Central Statistics Agency (BPS), and from previous relevant research. Data analysis was performed using multiple linear regression analysis using SPPS 27 software. The results of the study show that of the three variables studied, there are two variables that influence the intention to adopt organic farming in Lima Puluh Kota Regency, namely attitude (0.670) and behavioral control (0.261), while subjective norms (0.096) do not influence the intention to adopt organic farming. Strategies to increase farmers intention to adopt organic farming should focus on improving positive attitudes and perceptions of behavioral control among farmers through education, training, and technical empowerment rather than relying solely on social influence or pressure from surrounding norms
Bahasa Indonesia
Pertanian organik merupakan salah satu pendekatan dalam mewujudkan pembangunan pertanian berkelanjutan dan solusi atas permasalahan lingkungan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat petani dalam mengadopsi pertanian organik di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria anggota kelompok tani yang mendapatkkan sertifikat organik dari Lembaga Sertifikasi Organis (LSO) Sumatera Barat. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sensus, dimana seluruh populasi menjadi sampel penelitian, yaitu sebanyak 60 orang petani. Data penelitian bersumber dari data hasil wawancara terstruktur menggunkan kuesioner, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta dari hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda menggunakan software SPPS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga variabel yang diteliti, terdapat dua variabel yang berpengaruh terhadap niat mengadopsi pertanian organik di Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu sikap (0,670) dan kontrol perilaku (0,261), sementara norma subjektif (0,096) tidak berpengaruh terhadap niat mengadopsi pertanian organik. Strategi peningkatan niat petani untuk mengadopsi pertanian organik sebaiknya menitikberatkan pada peningkatan sikap positif dan persepsi kontrol perilaku petani melalui edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan teknis daripada hanya mengandalkan pengaruh sosial atau tekanan norma dari lingkungan sekitar.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.