Akses terbuka Jurnal
Adaptation of Farmers in Bengawan Solo Watershed in Facing Climate Change
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia · Vol. 9 No. 1 (2024) · hlm. 84–98
- ISSN
- 2548-9747, 2527-9319
- Terbit
- 2024-06-28
- Penerbit
- Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.
- Bahasa
- en
Abstrak
Inggris
Currently, climate change poses a threat to agriculture, including in the Bengawan Solo watershed. This study aims to explore farmers' perceptions of climate change and understand the adaptations they undertake. The study was conducted in Mejuwet Village, Sumberrejo Subdistrict, Bojonegoro Regency, using qualitative. This study involved six informants, consisting of three farmers and three farm laborers. The selection of informants was based on the criterion of having more than ten years of experience in farming. Data was collected using in-depth interview and observation. Subsequently, the data were analyzed using an interactive model. The study indicates that farmers have knowledge of and can articulate the climate changes they have encountered, albeit with some limitations in understanding, and they actively participate in adaptation efforts. Farmer adaptation encompasses technical modifications like establishing planting schedules and methods, and choosing high-quality varieties. Cultural adaptation encompasses traditions like the wiwitan ceremony. Social adaptation involves using social connections and prioritizing investments in children's schooling. Lastly, economic adaptation involves broadening job opportunities and liquidating assets.
Bahasa Indonesia
Saat ini, perubahan iklim menjadi ancaman bagi pertanian, termasuk di daerah aliran sungai Bengawan Solo. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi petani terhadap perubahan iklim dan adaptasi yang mereka lakukan. Penelitian dilakukan di Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan 6 orang petani sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, lalu dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memiliki pengetahuan tentang perubahan iklim yang mereka alami, meskipun dengan keterbatasan pemahaman. Adaptasi petani mencakup modifikasi teknis seperti menetapkan jadwal dan metode penanaman serta pemilihan varietas unggul. Adaptasi budaya melibatkan tradisi seperti upacara wiwitan. Adaptasi sosial melibatkan penggunaan hubungan sosial dan investasi dalam pendidikan anak. Terakhir, adaptasi ekonomi melibatkan perluasan peluang kerja dan penjualan aset.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
36 penulis · 118 tautan kepenulisan bersama · 6 lintas organisasi
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Universitas Trunodjoyo Madura
- Yogyakarta State University
- Universitas Malahayati
- Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Liniatil Hasanah | Universitas Trunodjoyo Madura | 1 |
| Isdiana Suprapti | Universitas Trunodjoyo Madura | 1 |
| Rustam Asnawi | Yogyakarta State University | 1 |
| Nurhening Yuniarti | Yogyakarta State University | 1 |
| Dwi Kurniawati | Yogyakarta State University | 1 |
| Satria Pinandita | Yogyakarta State University | 1 |
| Setya Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Furqon Hidayatullah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tandiyo Rahayu Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| M. Jelvin Andrea Alza | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rizqiandrie Zakie Aulia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Siti Nurjanah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurul Aryastuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nova Muhani | Universitas Malahayati | 1 |
| Dessy Hermawan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Prima Dian Furqoni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lolita Sary | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Supriyanto . | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| HERRY SUHARDIYANTO | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Irmanida Batubara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Erniati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Shadila Fira Asoka | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eni Sumarni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mohamad Solahudin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eti Rohaeti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yudiwanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Folkes Laumal | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yohanes Aris Purwanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sutrisno Sutrisno | Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri | 1 |
| Diego Mauricio Cano-Reinoso | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| I Wayan Budiastra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Shinichiro Kuroki | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.