Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin
Bahasa
en
Abstrak
Sistem pemeliharaan kerbau di Kecamatan Makale pada umumnya adalah sistem pemeliharaan dengan cara dikandangkan dan digembalakan secara tradsional. yangterdapat di Desa Randan Batu. Penarikan sampel (informan kunci) dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yang terdiri dari peternak, ketua kelompok ternak, tokoh adat, tokoh masyarakat, Kepala Desa dan pegawai Dinas Peternakan Kabupaten Tana Toraja. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif kualitatif yang melalui beberapa tahapan, dimulai dari pengamatan, identifikasi serta pemaknaan data. Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Nilai-nilai kearifan lokal dalam budaya beternak antara lain: mengolah kotoran kerbau menjadi pupuk kandang, bahan api unggun dari bahan organik, makanan ternak bebas pestisida, mengembala berjalan kaki dan bergiliran serta adanya pertemuan secara rutin kelompok/masyarakat dan kegiatan gotong-royong 2) meminimalkan penggunaan sumber daya alam, mengurangi dampak pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan hidup, menjaga keseimbangan ekosistem, menjamin pemenuhan kebutuhan pakan dan kesehatan ternak, memberikan manfaat/keuntungan secara ekonomi, dapat menyediakan lapangan kerja dan pendapatan yang memadai bagi peternak, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta menjaga kekerabatan dan hubungan sosial-kemasyarakatan.
Jaringan kolaborasi para penulis
8 penulis ·
12 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
Afiliasi tidak diketahui
Organisasi berbeda
Organisasi sama
Afiliasi tidak diketahui
Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.