Melola Discovery

← Melola Discovery

Open access Jurnal

Pengaruh Penambahan Tepung Bulu Sapi dalam Ransum terhadap Persentase Karkas dan Organ Dalam Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Fase Grower

Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak · Vol. 17 No. 1 (2023) · pp. 1–14

DOI
10.20956/bnmt.v17i1.27162
ISSN
2985-7694, 1411-4577
Published
2023-04-03
Publisher
Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin
Language
en
License
creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Abstract

Tepung bulu sapi merupakan salah satu bahan pakan yang dapat digunakan sebagai bahan pakan sumber protein karena memiliki kandungan protein sekitar 76,77%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bulu sapi dalam ransum terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Kegunaan penelitian agar memberikan informasi mengenai pengaruh penambahan tepung bulu sapi dalam ransum terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Penelitian ini menggunakan 80 ekor burung puyuh yang dipelihara secara adlibitum selama 30 hari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan, PO:Ransum tanpa tepung bulu sapi (TBS), P1:Ransum mengandung tepung bulu sapi 2%, P2: Ransum mengandung tepung bulu sapi 4%. P3: Ransum mengandung tepung bulu sapi 6%. Parameter yang diamati adalah persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bulu sapi (TBS) dalam ransum tidak berpengaruh nyata terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung bulu sapi sampai level 6% tidak memberikan dampak negatif terhadap ternak, namun hasil penelitian tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap persentase karks dan organ dalam (jantung, hati, dan gizzard) burung puyuh (Corturnix coturnix japonica) fase grower. Hal ini disebabkan protein keratin yang terkandung dalam bulu sapi memiliki daya cerna yang rendah karena adanya ikatan kimia berupa ikatan disulfida.

Collaboration network of the authors

26 authors · 41 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Hasanuddin University
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Jamila MustabiAffiliation unknown3
Nancy LahayAffiliation unknown2
Ismartoyo IsmartoyoAffiliation unknown1
Agil SuhartoAffiliation unknown1
. RafidahAffiliation unknown1
sri PurwantiAffiliation unknown1
Dina YuvitaAffiliation unknown1
Tiwi Ika RahmawatiAffiliation unknown1
syamsuddin HasanAffiliation unknown1
. JamilahAffiliation unknown1
Riskha Sri Wahyuni HarisAffiliation unknown1
Muh. ArminAffiliation unknown1
wahyani wahyaniAffiliation unknown1
Daryatmo DaryatmoHasanuddin University1
. AnnisaAffiliation unknown1
Sri MulianiAffiliation unknown1
Jalaluddin JAffiliation unknown1
Ahmad Dzaki SyamsuddinAffiliation unknown1
A. NatsirAffiliation unknown1
L. A. RotibAffiliation unknown1
N. DjideAffiliation unknown1
Andy AndyAffiliation unknown1
L. AgustinaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/bnmt/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Pengaruh Penambahan Tepung Bulu Sapi dalam Ransum terhadap Persentase Karkas dan Organ Dalam Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Fase Grower</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Farahdibah, Farahdibah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Asriany, Anie</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mujnisa, A</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Tepung bulu sapi merupakan salah satu bahan pakan yang dapat digunakan sebagai bahan pakan sumber protein karena memiliki kandungan protein sekitar 76,77%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bulu sapi dalam ransum terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Kegunaan penelitian agar memberikan informasi mengenai pengaruh penambahan tepung bulu sapi dalam ransum terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Penelitian ini menggunakan 80 ekor burung puyuh yang dipelihara secara adlibitum selama 30 hari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan, PO:Ransum tanpa tepung bulu sapi (TBS), P1:Ransum mengandung tepung bulu sapi 2%, P2: Ransum mengandung tepung bulu sapi 4%. P3: Ransum mengandung tepung bulu sapi 6%. Parameter yang diamati adalah persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bulu sapi (TBS) dalam ransum tidak berpengaruh nyata terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung bulu sapi sampai level 6% tidak memberikan dampak negatif terhadap ternak, namun hasil penelitian tidak berpengaruh nyata (p&amp;gt;0,05) terhadap&amp;nbsp; persentase karks dan organ dalam (jantung, hati, dan gizzard) burung puyuh (Corturnix coturnix japonica) fase grower. Hal ini disebabkan protein keratin yang terkandung dalam bulu sapi memiliki daya cerna yang rendah karena adanya ikatan kimia berupa ikatan disulfida.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2023-04-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bnmt/article/view/27162</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.20956/bnmt.v17i1.27162</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak; Vol. 17 No. 1 (2023); 1-14</dc:source>
	<dc:source>2985-7694</dc:source>
	<dc:source>1411-4577</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/bnmt/article/view/27162/9889</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>