Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

FAKTOR RISIKO STUNTING USIA 6-23 BULAN DI KECAMATAN BONTORAMBA KABUPATEN JENEPONTO

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 11 No. 3 (2016) · hlm. 139–146

DOI
10.30597/mkmi.v11i3.518
ISSN
2356-4067, 0216-2482
Terbit
2016-06-22
Penerbit
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Bahasa
en

Abstrak

Stunting adalah retardasi pertumbuhan linier kurang dari -2 SD standar WHO pertumbuhan anak panjang badan menurut usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 410 set e-files data survei gizi & kesehatan ibu dan anak Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto 2014 dengan sampel sebanyak 350 set data yang diambil dengan teknik exhaustive sampling. Data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko stunting dalam penelitian ini adalah (OR; p value), berat badan lahir rendah (OR=3,651; p=0,002), usia anak 12-23 bulan (OR=2,708; p=0,000), tinggi badan ibu <150cm dengan (OR=1,970; p=0,006), pengasuh tidak mencuci tangan menggunakan sabun (OR=1,765; p=0,021) dan imunisasi dasar yang tidak lengkap (1,640; p=0,037). Faktor risiko stunting dominan pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto adalah berat badan lahir rendah, usia anak 12-23, tinggi badan ibu <150cm, pengasuh tidak mencuci tangan menggunakan sabun dan imunisasi dasar yang tidak lengkap.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 120 tautan kepenulisan bersama · 48 lintas organisasi

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Hasanuddin University
  • Poltekkes Kemenkes Palu
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  • IPB University
  • Institut Agama Islam Negeri Sorong
  • Universitas Halu Oleo
  • Indonesia Open University
  • Organisasi lain
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Zainul ZainulKementerian Kesehatan Republik Indonesia2
Taqwin TaqwinAfiliasi tidak diketahui2
Healthy HidayantyHasanuddin University2
Sudirman SudirmanInstitut Agama Islam Negeri Sorong1
Evi EviAfiliasi tidak diketahui1
Paridah ParidahUniversitas Halu Oleo1
Citrakesumasari CitrakesumasariHasanuddin University1
Ismariani IsmarianiAfiliasi tidak diketahui1
Indra Fajarwati IbnuHasanuddin University1
Ahmad YaniIndonesia Open University1
Nurhaedar JafarHasanuddin University1
Sitti Khadijah HamidHasanuddin University1
Zainal ZainalHasanuddin University1
Denny Saputra RamadhanPertamina (Indonesia)1
Nasrul NasrulAfiliasi tidak diketahui1
Dodik BriawanIPB University1
Drajat MartiantoIPB University1
Abdul SalamAfiliasi tidak diketahui1
Andi Imam ArundhanaAfiliasi tidak diketahui1
Aminuddin AminuddinInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Ahmad RamadhanAfiliasi tidak diketahui1
Nurfatimah NurfatimahPoltekkes Kemenkes Palu1
Amsal AmsalPoltekkes Kemenkes Palu1
Kadar RamadhanPoltekkes Kemenkes Palu1
Rahayu IndriasariHasanuddin University1
Syamsuar ManyulleiHasanuddin University1
Mesra RahayuUniversitas Megarezky1
Devintha ViraniCoventry University1
Leng Huat FooUniversiti Sains Malaysia1
Syamsiar S. RussengAfiliasi tidak diketahui1
Wahiduddin WahiduddinHasanuddin University1
Agus Bintara BirawidaHasanuddin University1
Sukri PalutturiHasanuddin University1
Nurul Syahriani SalahuddinHasanuddin University1
Tri JokoDiponegoro University1
Jalaluddin Abdul MalekNational University of Malaysia1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">FAKTOR RISIKO STUNTING USIA 6-23 BULAN DI KECAMATAN BONTORAMBA KABUPATEN JENEPONTO</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nasrul, Nasrul</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hafid, Fahmi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Thaha, Abdul Razak</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Suriah, Suriah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">usia 6-23 bulan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">BBLR</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Stunting adalah retardasi pertumbuhan linier kurang dari -2 SD standar WHO pertumbuhan anak panjang badan menurut usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini sebanyak 410 set e-files data survei gizi &amp;amp; kesehatan ibu dan anak Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto 2014 dengan sampel sebanyak 350 set data yang diambil dengan teknik exhaustive sampling. Data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko stunting dalam penelitian ini adalah (OR; p value), berat badan lahir rendah (OR=3,651; p=0,002), usia anak 12-23 bulan (OR=2,708; p=0,000), tinggi badan ibu &amp;lt;150cm dengan (OR=1,970; p=0,006), pengasuh tidak mencuci tangan menggunakan sabun (OR=1,765; p=0,021) dan imunisasi dasar yang tidak lengkap (1,640; p=0,037). Faktor risiko stunting dominan pada anak usia 6-23 bulan di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto adalah berat badan lahir rendah, usia anak 12-23, tinggi badan ibu &amp;lt;150cm, pengasuh tidak mencuci tangan menggunakan sabun dan imunisasi dasar yang tidak lengkap.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/518</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/mkmi.v11i3.518</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Media Kesehatan Masyarakat Indonesia; Vol. 11 No. 3: SEPTEMBER 2015; 139-146</dc:source>
	<dc:source>2356-4067</dc:source>
	<dc:source>0216-2482</dc:source>
	<dc:source>10.30597/mkmi.v11i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/518/974</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Media Kesehatan Masyarakat Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>