Jurnal
ASPEK SOSIAL BUDAYA PADA KONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL (TUAK) DI KABUPATEN TORAJA UTARA
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 11 No. 2 (2016) · pp. 76–85
- ISSN
- 2356-4067, 0216-2482
- Published
- 2016-06-22
- Publisher
- Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
- Language
- en
Abstract
Mengonsumsi minuman beralkohol pada beberapa daerah di Indonesia sudah menjadi kebiasaan dan kebudayaan. Data Riskesdas menunjukkan daerah dengan prevalensi minum alkohol tertinggi di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Toraja Utara, yaitu 27,5% dalam 12 bulan terakhir, atau 22,6% dalam 1 bulan terakhir. Studi kualitatif dengan rancangan etnografi dilakukan untuk mengetahui aspek sosial budaya pada konsumsi minuman beralkohol (tuak) di Kabupaten Toraja Utara. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara pada 12 informan. Selain itu, observasi juga dilakukan untuk menjaga keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memahami tuak sebagai minuman tradisional beralkohol yang memiliki pengaruh positif dan negatif bagi pengonsumsinya. Kebanyakan dari mereka mengonsumsi karena lingkungan sosialnya. Dari aspek budaya, tuak merupakan minuman yang dapat mempererat persaudaraan dan selalu disajikan dalam perayaan pesta adat. Proses difusi terjadi ketika orang Toraja mengundang pendatang di upacara adat dan menawarkannya minuman tuak. Demi menghormati tamu, undangan akan ikut mengonsumsi tuak dan akhirnya terbiasa dengan hal tersebut. Selain itu, juga terdapat kebiasaan mengonsumsi tuak dengan bir. Mereka yang berstatus sosial ekonomi tinggi biasanya menyediakan bir di setiap acaranya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi tuak di Toraja Utara merupakan bagian daripada tradisi masyarakat, baik pada perayaan pesta adat maupun dikegiatan sehari-hari.
Keywords
Collaboration network of the authors
23 authors · 45 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Universitas Halu Oleo
- University of Vaasa
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Lilis Harianti Hasibuan | Affiliation unknown | 2 |
| Darvi Mailisa Putri | Affiliation unknown | 2 |
| Makmur Kambolong | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Candra Puspita Ningtyas | Affiliation unknown | 1 |
| Iin Dwi Rahmasari | Affiliation unknown | 1 |
| Yohanes Kristianto | University of Vaasa | 1 |
| Dwipajati Dwipajati | Affiliation unknown | 1 |
| Muhammad Ahsar Karim | Affiliation unknown | 1 |
| Yuni Yulida | Affiliation unknown | 1 |
| Syarto Musthofa | Affiliation unknown | 1 |
| Afrimayani Afrimayani | Affiliation unknown | 1 |
| Fitri Rahmah Ul Hasanah | Affiliation unknown | 1 |
| Abdillah Khofial Luthfi | Affiliation unknown | 1 |
| Rachel Aura Azzahra | Affiliation unknown | 1 |
| Abd Kadir Jaelani | Affiliation unknown | 1 |
| Ilhamuddin Ilhamuddin | Affiliation unknown | 1 |
| Fathrul Arriah | Affiliation unknown | 1 |
| Musyarrafah Hamdani | Affiliation unknown | 1 |
| Baharuddin Baharuddin | Affiliation unknown | 1 |
| Ira Taskirawati | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.