Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KAJIAN BUDAYA REMAJA PELAKU PERNIKAHAN DINI DI KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 11 No. 2 (2016) · pp. 108–117

DOI
10.30597/mkmi.v11i2.540
ISSN
2356-4067, 0216-2482
Published
2016-06-22
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en

Abstract

Kejadian pernikahan dini di Provinsi Kalimantan Selatan menduduki urutan ketiga tertinggi di Indonesia dengan persentase sebesar 48,4%. Angka pernikahan dini yang tertinggi di Kalimantan Selatan khususnya di Kota Banjarbaru adalah daerah Kecamatan Cempaka. Beberapa faktor yang dapat melatarbelakangi pernikahan dini adalah budaya, pendidikan dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kajian budaya pada remaja pelaku pernikahan dini di Kecamatan Cempaka Banjarbaru Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan kunci dalam penelitian ini sebanyak 12 orang remaja pelaku pernikahan dini. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan kunci. Hasil penelitian didapatkan bahwa pandangan informan dengan tingkat pendidikan tinggi ekonomi menengah ke atas karena kedewasaan dini dan menghindari hal-hal negatif saat berpacaran, berbeda dengan pendidikan tinggi ekonomi menengah ke bawah yang menikah karena keinginan diri sendiri serta perjodohan dari orangtua karena faktor ekonomi. Pandangan informan dengan tingkat pendidikan rendah ekonomi menengah ke atas karena kehendak diri sendiri akibat sudah putus sekolah dan hamil diluar nikah, berbeda dengan pendidikan rendah dengan tingkat ekonomi rendah menikah karena kehendak diri sendiri serta perjodohan karena faktor ekonomi keluarga. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pernikahan dini terjadi karena adat budaya daerah yang menjadi kebiasaan. Selain itu, tingkat pendidikan dan faktor ekonomi keluarga yang memengaruhi remaja melakukan pernikahan dini. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan pemahaman remaja melalui komunikasi, informasi, edukasi (KIE) terkait pernikahan dini dan dampaknya bagi pasangan suami istri muda.

Keywords

Collaboration network of the authors

25 authors · 86 co-authorship links · 1 across different organisations

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Lambung Mangkurat University
  • Universitas Syiah Kuala
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Syamsul ArifinAffiliation unknown2
Ranindy QadrinnisaLambung Mangkurat University1
Muhammad Zainal KhadafiLambung Mangkurat University1
Amelia RahmaLambung Mangkurat University1
Nurul Alifa NaylaLambung Mangkurat University1
Salsabila ArifaLambung Mangkurat University1
Anggun WulandariAffiliation unknown1
Lenie MarlinaeAffiliation unknown1
Adenan AdenanAffiliation unknown1
Fahrini YulidasariAffiliation unknown1
Nur LailyAffiliation unknown1
Dian RosadiAffiliation unknown1
Aulia Noor AzmiAffiliation unknown1
Husaini HusainiUniversitas Syiah Kuala1
Ifa HafifahAffiliation unknown1
Meitria Syahadatina NoorAffiliation unknown1
Rosihan AdhaniAffiliation unknown1
Muhammad Abdan ShadiqiAffiliation unknown1
Neka ErlyaniAffiliation unknown1
Muhamad MuslimAffiliation unknown1
Ha Thi Thu TrangAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KAJIAN BUDAYA REMAJA PELAKU PERNIKAHAN DINI DI KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahman, Fauzie</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Syahadatina, Meitria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Aprillisya, Rakhmy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Afika, Heppy Dwiyana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kajian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">remaja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pernikahan dini</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kejadian pernikahan dini di Provinsi Kalimantan Selatan menduduki urutan ketiga tertinggi di Indonesia dengan persentase sebesar 48,4%. Angka pernikahan dini yang tertinggi di Kalimantan Selatan khususnya di Kota Banjarbaru adalah daerah Kecamatan Cempaka. Beberapa faktor yang dapat melatarbelakangi pernikahan dini adalah budaya, pendidikan dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kajian budaya pada remaja pelaku pernikahan dini di Kecamatan Cempaka Banjarbaru Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan kunci dalam penelitian ini sebanyak 12 orang remaja pelaku pernikahan dini. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan kunci. Hasil penelitian didapatkan bahwa pandangan informan dengan tingkat pendidikan tinggi ekonomi menengah ke atas karena kedewasaan dini dan menghindari hal-hal negatif saat berpacaran, berbeda dengan pendidikan tinggi ekonomi menengah ke bawah yang menikah karena keinginan diri sendiri serta perjodohan dari orangtua karena faktor ekonomi. Pandangan informan dengan tingkat pendidikan rendah ekonomi menengah ke atas karena kehendak diri sendiri akibat sudah putus sekolah dan hamil diluar nikah, berbeda dengan pendidikan rendah dengan tingkat ekonomi rendah menikah karena kehendak diri sendiri serta perjodohan karena faktor ekonomi keluarga. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pernikahan dini terjadi karena adat budaya daerah yang menjadi kebiasaan. Selain itu, tingkat pendidikan dan faktor ekonomi keluarga yang memengaruhi remaja melakukan pernikahan dini. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan pemahaman remaja melalui komunikasi, informasi, edukasi (KIE) terkait pernikahan dini dan dampaknya bagi pasangan suami istri muda.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/540</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/mkmi.v11i2.540</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Media Kesehatan Masyarakat Indonesia; Vol. 11 No. 2: JUNI 2015; 108-117</dc:source>
	<dc:source>2356-4067</dc:source>
	<dc:source>0216-2482</dc:source>
	<dc:source>10.30597/mkmi.v11i2</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/540/364</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Media Kesehatan Masyarakat Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>