Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

MODEL TIKUS DIABETES YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN-SUKROSA UNTUK PENDEKATAN PENELITIAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 12 No. 1 (2016) · pp. 29–34

DOI
10.30597/mkmi.v12i1.550
ISSN
2356-4067, 0216-2482
Published
2016-06-22
Publisher
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Language
en

Abstract

Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan intoleransi glukosa pada berbagai tingkatan yang terjadi selama kehamilan. DMG pada wanita meningkatkan risiko kematian sebelum kelahiran pada ibu dan bayinya, tingkat kesakitan pada ibu dan meningkatkan risiko berkembangnya DM tipe-2 setelah melahirkan. Penggunaan hewan coba alternatif dengan metode yang tepat dalam penelitian DMG dengan pendekatan DM tipe-2 telah banyak dilakukan dan cukup mendesak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah induksi Streptozotocin-sukrosa dapat menghasilkan DM tipe-2 pada tikus yang dapat digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian DMG. Peneltian ini bersifat eksperimental, tikus Sprague Dawley jantan berjumlah 45 ekor berusia 6 minggu dialokasikan pada 2 kelompok: kontrol (n=5) dan diabetes (n=40). Kelompok kontrol diinjeksi secara intraperitoneal dengan phosphat buffer saline (PBS) tanpa sukrosa dan kelompok diabetes diinjeksi secara intraperitonela dengan streptozotocin (STZ) dosis 40 mg/kg berat badan dan diberikan 30% sukrosa secaraad libitum, pengukuran glukosa darah puasa dan berat badan dilakukan tiap 3 hari. Setelah minggu ke-4 perlakuan, terdapat 24 tikus pada kelompok diabetes dengan glukosa darah puasa diatas 126 mg/dL dan menunjukkan perbedaan signifikan glukosa darah (p<0.05)dan peningkatan berat badan (p<0.05) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Induksi STZ-sukrosa dapat menghasilkan DM tipe-2 pada tikusSprague dawley Jantan dan dapat digunakan sebagai pendekatan peneltian DMG.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 93 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Halu Oleo
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Adri AdriAffiliation unknown8
Suharyon SuharyonAffiliation unknown5
Erwin AnshariAffiliation unknown4
Wd Rizky AwaliahAffiliation unknown2
Nur Imdah MinsyahAffiliation unknown2
Syafri EdiAffiliation unknown2
Nunuk Hariani SoekamtoAffiliation unknown2
Harna HarnaAffiliation unknown2
Almin AlminAffiliation unknown1
Muhammad AchidaAffiliation unknown1
Laode Muhammad BuyungAffiliation unknown1
Ali ArsadAffiliation unknown1
Hasnawati HasnawatiUniversitas Halu Oleo1
Marwan Zam MiliAffiliation unknown1
Wahab WahabUniversitas Halu Oleo1
Alfian Hendra SaputraAffiliation unknown1
Deniyatno DeniyatnoAffiliation unknown1
La Ode ResteleAffiliation unknown1
Hasria HasriaAffiliation unknown1
Muliddin MuliddinAffiliation unknown1
Ali OktoUniversitas Halu Oleo1
Suparwi SuparwiAffiliation unknown1
Ade SaputraAffiliation unknown1
Ritna WahyuniAffiliation unknown1
Dhanu Bagas PratomoAffiliation unknown1
Raditya Janaloka NatishareviAffiliation unknown1
Jose RizalAffiliation unknown1
Pepi NoviantiAffiliation unknown1
Wina Ayu LestariAffiliation unknown1
RimbawanAffiliation unknown1
Rini HariantiAffiliation unknown1
Defira Suci GusfarinaAffiliation unknown1
Erwan WahyudiAffiliation unknown1
Jon HendriAffiliation unknown1
Busyra B. SaidiAffiliation unknown1
Yardha YardhaAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">MODEL TIKUS DIABETES YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN-SUKROSA UNTUK PENDEKATAN PENELITIAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Firdaus, Firdaus</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rimbawan, Rimbawan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Marliyati, Sri Anna</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Roosita, Katrin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Streptozotocin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sukrosa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Gestasional Diabetes Melitus (GDM)</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Diabetes melitus gestasional (DMG) merupakan intoleransi glukosa pada berbagai tingkatan yang terjadi selama kehamilan. DMG pada wanita meningkatkan risiko kematian sebelum kelahiran pada ibu dan bayinya, tingkat kesakitan pada ibu dan meningkatkan risiko berkembangnya DM tipe-2 setelah melahirkan. Penggunaan hewan coba alternatif dengan metode yang tepat dalam penelitian DMG dengan pendekatan DM tipe-2 telah banyak dilakukan dan cukup mendesak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah induksi Streptozotocin-sukrosa dapat menghasilkan DM tipe-2 pada tikus yang dapat digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian DMG. Peneltian ini bersifat eksperimental, tikus Sprague Dawley jantan berjumlah 45 ekor berusia 6 minggu dialokasikan pada 2 kelompok: kontrol (n=5) dan diabetes (n=40). Kelompok kontrol diinjeksi secara intraperitoneal dengan phosphat buffer saline (PBS) tanpa sukrosa dan kelompok diabetes diinjeksi secara intraperitonela dengan streptozotocin (STZ) dosis 40 mg/kg berat badan dan diberikan 30% sukrosa secaraad libitum, pengukuran glukosa darah puasa dan berat badan dilakukan tiap 3 hari. Setelah minggu ke-4 perlakuan, terdapat 24 tikus pada kelompok diabetes dengan glukosa darah puasa diatas 126 mg/dL dan menunjukkan perbedaan signifikan glukosa darah (p&amp;lt;0.05)dan peningkatan berat badan (p&amp;lt;0.05) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Induksi STZ-sukrosa dapat menghasilkan DM tipe-2 pada tikusSprague dawley Jantan dan dapat digunakan sebagai pendekatan peneltian DMG.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/550</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/mkmi.v12i1.550</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Media Kesehatan Masyarakat Indonesia; Vol. 12 No. 1: MARET 2016; 29-34</dc:source>
	<dc:source>2356-4067</dc:source>
	<dc:source>0216-2482</dc:source>
	<dc:source>10.30597/mkmi.v12i1</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/550/375</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 Media Kesehatan Masyarakat Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>