Jurnal
FAKTOR RISIKO STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI KOTA BOGOR
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 12 No. 3 (2016) · pp. 192–199
- ISSN
- 2356-4067, 0216-2482
- Published
- 2016-11-23
- Publisher
- Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
- Language
- en
Abstract
Pertumbuhan anak merupakan salah satu indikator status gizi dan kesehatan dalam populasi untuk mencerminkan kualitas sumber daya manusia. Stunting yaitu pertumbuhan linier yang terhambat dan merupakan hasil dari ketidakcukupan gizi dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko stuntingpada anak usia 6-24 bulan di Kota Bogor. Penelitian ini merupakan desaincrossectional dengan subjek 360 anak usia 6-24 bulan di Kota Bogor. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari keadaan sosial ekonomi orang tua, yaitu pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Berat badan dan panjang badan lahir berdasarkan data yang diambil dari KMS dan buku KIA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stunting anak usia 6-24 bulan sebesar 18,60%, faktor risiko stunting, yaitu berat badan lahir rendah <2500 gram (p=0,000; OR=4,192;95% CI=1,900-9,247) dan pendidikan ayah rendah, yaitu ≤SMA (p=0,035; OR=1,807; 95%CI=1,042-3,133). Hal inimenunjukkan bahwa berat badan lahir rendah dan pendidikan ayah yang rendah merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Bogor.
Keywords
Collaboration network of the authors
24 authors · 46 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Institut Agama Islam Negeri Kendari
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Ikeu Tanziha | Affiliation unknown | 2 |
| Siti Madanijah | Affiliation unknown | 2 |
| Drajat Martianto | Affiliation unknown | 2 |
| Nining Tyas Triatmaja | Affiliation unknown | 1 |
| Rizal Damanik | Affiliation unknown | 1 |
| Yuni Pradilla Fitri | Affiliation unknown | 1 |
| Milliyantri Elvandari | Affiliation unknown | 1 |
| Galih Purnasari | Affiliation unknown | 1 |
| Cesilia Meti Dwiriani | Affiliation unknown | 1 |
| Tyas Permatasari | Affiliation unknown | 1 |
| Hardinsyah Hardinsyah | Affiliation unknown | 1 |
| Erry Yudhya Mulyani | Affiliation unknown | 1 |
| Budi Iman Santoso | Affiliation unknown | 1 |
| Abdul Salam | Institut Agama Islam Negeri Kendari | 1 |
| Abdul Razak Thaha | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Imam Arundhana | Affiliation unknown | 1 |
| Aisyah Fathul Jannah | Affiliation unknown | 1 |
| Ali Khomsan | Affiliation unknown | 1 |
| Dwikani Oklita Anggiruling | Affiliation unknown | 1 |
| Yayuk Farida Baliwati | Affiliation unknown | 1 |
| Prita Dhyani Swamilaksita | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.