Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

PENDERITA LEPRA DAN PERAN PERAWAT TERKAIT STIGMA PADA PENDERITA LEPRA: STUDI FENOMENOLOGI

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia · Vol. 13 No. 3 (2017) · hlm. 191–199

DOI
10.30597/mkmi.v13i3.2642
ISSN
2356-4067, 0216-2482
Terbit
2017-09-23
Penerbit
Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar
Bahasa
en

Abstrak

Penderita lepra kerap mendapat stigma yang menyebabkan mereka ditolak di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguraikan stigma yang dialami oleh penderita lepra dan usaha perawat dalam memberikan edukasi dan advokasi bagi penderita lepra terkait stigma yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam terhadap tujuh perawat dan delapan pasien lepra di Rumah Sakit Donorojo, Jepara, Jawa Tengah. Empat tema yang diperoleh dari penderita lepra, yakni: 1) Respons pasien saat didiagnosis menderita lepra, 2) Sikap dan perlakuan yang dialami penderita lepra, 3) Respons terhadap stigma, dan 4) Pendapat pasien lepra terhadap pelayanan kesehatan. Empat tema yang diperoleh menurut pandangan perawat adalah: 1) Memberikan promosi kesehatan, 2) Mendukung pasien dengan lepra untuk kembali ke lingkungan masyarakat, 3) Meyakinkan masyarakat untuk menerima penderita lepra, dan 4) Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit lepra. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk stigma yang paling sering dialami oleh pasien adalah penolakan dan pengasingan. Kesimpulan, untuk mengurangi stigma pada pasien lepra, dibutuhkan kerja sama antara perawat, pasien penderita lepra, masyarakat, dan pemerintah (tokoh masyarakat).

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

4 penulis · 4 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Brigitte Sarah RenyoetAfiliasi tidak diketahui1
Lady TriwulandariAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">PENDERITA LEPRA DAN PERAN PERAWAT TERKAIT STIGMA PADA PENDERITA LEPRA: STUDI FENOMENOLOGI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Dary, Dary</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Batubara, Sakti O.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Peran perawat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">stigma</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pasien lepra</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penderita lepra kerap mendapat stigma yang menyebabkan mereka ditolak di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguraikan stigma yang dialami oleh penderita lepra dan usaha perawat dalam memberikan edukasi dan advokasi bagi penderita lepra terkait stigma yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam terhadap tujuh perawat dan delapan pasien lepra di Rumah Sakit Donorojo, Jepara, Jawa Tengah. Empat tema yang diperoleh dari penderita lepra, yakni: 1) Respons pasien saat didiagnosis menderita lepra, 2) Sikap dan perlakuan yang dialami penderita lepra, 3) Respons terhadap stigma, dan 4) Pendapat pasien lepra terhadap pelayanan kesehatan. Empat tema yang diperoleh menurut pandangan perawat adalah: 1) Memberikan promosi kesehatan, 2) Mendukung pasien dengan lepra untuk kembali ke lingkungan masyarakat, 3) Meyakinkan masyarakat untuk menerima penderita lepra, dan 4) Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit lepra. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk stigma yang paling sering dialami oleh pasien adalah penolakan dan pengasingan. Kesimpulan, untuk mengurangi stigma pada pasien lepra, dibutuhkan kerja sama antara perawat, pasien penderita lepra, masyarakat, dan pemerintah (tokoh masyarakat).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar</dc:publisher>
	<dc:date>2017-09-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/2642</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.30597/mkmi.v13i3.2642</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Media Kesehatan Masyarakat Indonesia; Vol. 13 No. 3: SEPTEMBER 2017; 191-199</dc:source>
	<dc:source>2356-4067</dc:source>
	<dc:source>0216-2482</dc:source>
	<dc:source>10.30597/mkmi.v13i3</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/2642/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Media Kesehatan Masyarakat Indonesia</dc:rights>
</oai_dc:dc>