Melola Discovery

← Melola Discovery

Akses terbuka Jurnal

ARTEFAK BATU SERPIH SITUS BUTTU BATU, PERBANDINGANNYA DENGAN INDUSTRI ALAT BATU DI PULAU SULAWESI

JURNAL ILMU BUDAYA · Vol. 7 No. 2 (2019) · hlm. 334–345

DOI
10.34050/jib.v7i2.8614
ISSN
2621-5101, 2354-7294
Terbit
2019-12-25
Penerbit
Universitas Hasanuddin
Bahasa
en
Lisensi
creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk, cara buat, tujuan pembuatan dan posisi artefak batu serpih Situs Buttu Batu dalam bingkai industri alat batu serpih masa Holosen di Pulau Sulawesi. Metode yang digunakan adalah survei, ekskavasi, analisis teknologi, analisis bentuk, analisis jejak pakai, analisis kontekstual dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) bentuk artefak batu situs Buttu Batu tidak memiliki pola atau amorphic yang dibuktikan oleh arah penyerpihan batu inti yang multi-flatform, serta tanpa peretusan untuk modifikasi bentuk alat batu, (b) berdasarkan analisis kerusakan tajaman, tidak ada alat batu yang difungsikan untuk kegunaan memotong, menggergaji atau menyerut secara intensif. Dengan demikian, alat batu Situs Buttu Batu bukan merupakan alat utama, dan (c) adalah posisi artefak batu serpih situs Buttu Batu berbeda dengan budaya Toalian, Konawe atau Danau Paso. Karena itu, disimpulkan bahwa industri artefak batu situs Buttu Batu bukan pengaruh ketiga industri alat batu utama Sulawesi.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 121 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • STKIP Taman Siswa Bima
  • Universitas Halu Oleo
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Moh. Tauhid UmarAfiliasi tidak diketahui4
Muh. Arifin DahlanAfiliasi tidak diketahui4
Khadijah Tahir MudaAfiliasi tidak diketahui4
Joeharnani TresnatiAfiliasi tidak diketahui3
. YusrianaAfiliasi tidak diketahui2
Sharifuddin Bin Andy OmarAfiliasi tidak diketahui2
Suwarni SuwarniAfiliasi tidak diketahui2
Sharifuddin Bin Andy OmarAfiliasi tidak diketahui2
Sholahuddin Al-FatihAfiliasi tidak diketahui2
Rosmawati RosmawatiUniversitas Halu Oleo2
Akin DuliAfiliasi tidak diketahui2
Hasrianti NfnAfiliasi tidak diketahui2
Wahyudin WahyudinSTKIP Taman Siswa Bima1
Syahruddin SyahruddinAfiliasi tidak diketahui1
Maria MariaAfiliasi tidak diketahui1
Wira SunaryaAfiliasi tidak diketahui1
Syamsuddin SyamsuddinAfiliasi tidak diketahui1
Erfan SyamsuddinAfiliasi tidak diketahui1
Bambang HarimeiAfiliasi tidak diketahui1
Irnah SalahuddinAfiliasi tidak diketahui1
Yadi MulyadiAfiliasi tidak diketahui1
Khadijah Thahir MudaAfiliasi tidak diketahui1
Andi Muhammad SaifulAfiliasi tidak diketahui1
Nur Ihsan DAfiliasi tidak diketahui1
Erwin Mansyur Uga SarakaAfiliasi tidak diketahui1
AyuningsihAfiliasi tidak diketahui1
Balqis Az ZahrahAfiliasi tidak diketahui1
Raihan MahadwikaAfiliasi tidak diketahui1
Beddu TangAfiliasi tidak diketahui1
DarmawatiAfiliasi tidak diketahui1
JayadiAfiliasi tidak diketahui1
HarlinaAfiliasi tidak diketahui1
Halus SatriawanAfiliasi tidak diketahui1
Ernawita ErnawitaAfiliasi tidak diketahui1
Cut Ayu LizarAfiliasi tidak diketahui1
seprisyam seprisyamAfiliasi tidak diketahui1
Pramono PramonoAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jib/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">ARTEFAK BATU SERPIH SITUS BUTTU BATU, PERBANDINGANNYA DENGAN INDUSTRI ALAT BATU DI PULAU SULAWESI</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">AK Wardaninggar, Bernadeta</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Hasanuddin, Hasanuddin</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nur, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Buttu Batu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">amorphic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">flakes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">use wear</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk, cara buat, tujuan pembuatan dan posisi artefak batu serpih Situs Buttu Batu dalam bingkai industri alat batu serpih masa Holosen di Pulau Sulawesi. Metode yang digunakan adalah survei, ekskavasi, analisis teknologi, analisis bentuk, analisis jejak pakai, analisis kontekstual dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) bentuk artefak batu situs Buttu Batu tidak memiliki pola atau amorphic yang dibuktikan oleh arah penyerpihan batu inti yang multi-flatform, serta tanpa peretusan untuk modifikasi bentuk alat batu, (b) berdasarkan analisis kerusakan tajaman, tidak ada alat batu yang difungsikan untuk kegunaan memotong, menggergaji atau menyerut secara intensif. Dengan demikian, alat batu Situs Buttu Batu bukan merupakan alat utama, dan (c) adalah posisi artefak batu serpih situs Buttu Batu berbeda dengan budaya Toalian, Konawe atau Danau Paso. Karena itu, disimpulkan bahwa industri artefak batu situs Buttu Batu bukan pengaruh ketiga industri alat batu utama Sulawesi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-25</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jib/article/view/8614</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.34050/jib.v7i2.8614</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">JURNAL ILMU BUDAYA; Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Budaya; 334-345</dc:source>
	<dc:source>2621-5101</dc:source>
	<dc:source>2354-7294</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jib/article/view/8614/4577</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 JURNAL ILMU BUDAYA</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en">http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>