Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Vegetasi Tanaman Bawah Berkhasiat Obat Pada Sistem Agrisilvikultur di Lembang Sereale Toraja Utara

Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan · Vol. 8 No. 2 (2017)

DOI
10.70561/jal.v8i2.2989
ISSN
2549-8819, 2086-4604
Published
2017-12-05
Publisher
Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Analisis vegetasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sebaran berbagai spesies dalam suatu area melalui pengamatan langsung. Oleh karena itu maka dilakukan penelitian mengenai analisis vegetasi tumbuhan bawah berkhasiat obat pada sistem agrisilvikultur di Lembang Sereale Toraja Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatatif. Hasil penelitian jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat pada sistem agrisilvikultur dapat disimpulkan bahwa terdapat 9 jenis dari 7 familia tanaman bawah berkhasiat obat yang dibudidayakan oleh masyarakat dalam sistem agrisilvikultur. Indeks Nilai Penting (INP) pada tanaman bawah berkhasiat obat tertinggi adalah jenis Colocasia esculenta sebanyak 103,05% merupakan tanaman yang dominan dan terendah pada jenis tanaman Sauropus androgymus dan Orthosiphon aristatus sebanyak 3,82% merupakan jenis yang tidak dominan. Sistem agrisilvikultur di Lembang Sereale memiliki indeks kekayaan jenis termasuk dalam kategori rendah (R = 1,508), nilai indeks keanekaragaman jenis berada pada kategori rendah (H’ = 0,843), dan nilai indeks kemerataan jenis kategori rendah (E = 0,383).

Collaboration network of the authors

6 authors · 9 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Budirman BachtiarAffiliation unknown3
Elis TambaruAffiliation unknown2
Mustika TuwoAffiliation unknown2
Suhartati SuhartatiAffiliation unknown2
Samuel A. PaembonanAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Vegetasi Tanaman Bawah Berkhasiat Obat Pada Sistem Agrisilvikultur di Lembang Sereale Toraja Utara</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Ura’, Resti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Analisis vegetasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sebaran berbagai spesies dalam suatu area melalui pengamatan langsung. Oleh karena itu maka dilakukan penelitian mengenai analisis vegetasi tumbuhan bawah berkhasiat obat pada sistem agrisilvikultur di Lembang Sereale Toraja Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatatif. Hasil penelitian jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat pada sistem agrisilvikultur dapat disimpulkan bahwa terdapat  9  jenis dari 7 familia tanaman bawah berkhasiat obat yang dibudidayakan oleh masyarakat dalam sistem agrisilvikultur. Indeks Nilai Penting (INP)  pada tanaman bawah berkhasiat obat  tertinggi adalah jenis Colocasia esculenta sebanyak 103,05% merupakan tanaman yang  dominan dan terendah pada jenis tanaman Sauropus androgymus dan Orthosiphon aristatus sebanyak 3,82% merupakan jenis yang tidak dominan. Sistem agrisilvikultur di Lembang Sereale memiliki  indeks kekayaan jenis termasuk dalam kategori rendah (R = 1,508), nilai indeks keanekaragaman jenis berada pada kategori rendah (H’ = 0,843), dan nilai indeks kemerataan jenis kategori  rendah (E = 0,383).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2017-12-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/article/view/2989</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70561/jal.v8i2.2989</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan; Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan</dc:source>
	<dc:source>2549-8819</dc:source>
	<dc:source>2086-4604</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/article/view/2989/1554</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2017 Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>