Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Uji Praskrining Antikanker Ektrak Daun Salam Syzygium polyanthum Menggunakan Artemia salina Leach dengan Metode BSLT

Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan · Vol. 14 No. 2 (2023)

DOI
10.70561/jal.v14i2.27998
ISSN
2549-8819, 2086-4604
Published
2023-08-15
Publisher
Universitas Hasanuddin
Language
en

Abstract

Data global kanker pada tahun 2020 menunjukkan sebanyak 396,914 kasus di Indonesia yang mengalami penyakit kanker. Penelitian ini menggunakan metode BSLT yaitu dengan cara pengujian praskrining untuk uji antikanker dengan menggunakan hewan uji. Semakin tinggi sitotoksik pada larva udang tersebut maka dapat diindikasikan semakin kuat sebagai antikanker. Telur udang dari Artemia salina ditetaskan di dalam air laut sintetik, kemudian diberikan perlakuan terhadap ekstrak dari masing-masing konsentrasi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 1 ppm, 10 ppm dan 100 ppm. Sampel ekstrak daun salam menunjukkan nilai LC50 lebih kecil dari 1,000 µg/ml dikatakan toksik, sebaliknya apabila LC50 lebih besar dari 1,000µg/ml dikatakan tidak toksik. Sampel ekstrak daun salam memiliki nilai LC50 sebesar 382.82 µg/ml, sehingga ekstrak daun salam ini diindikasikan dapat bersifat sebagai antikanker. Daun salam mengandung senyawa tanin, alkaloid, steroid, triterpenoid, dan flavonoid yang bersifat sebagai antikanker. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berlanjut pada pengujian toksik terhadap jenis kanker lain seperti kanker rahim dan kanker payudara menggunakan senyawa murni dari ekstrak daun salam.

Collaboration network of the authors

12 authors · 30 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Eva JohannesAffiliation unknown1
SulfahriAffiliation unknown1
Khoirul AnwarAffiliation unknown1
Alya Rahmaditya ArfanAffiliation unknown1
Anggia AzizahAffiliation unknown1
Mona FathiaAffiliation unknown1
Witri WinandaAffiliation unknown1
Azizul BerlyansyahAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Uji Praskrining Antikanker Ektrak Daun Salam Syzygium polyanthum Menggunakan Artemia salina Leach dengan Metode BSLT</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Habibi, Alif Rahman</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Harsachatri, Deasy Ovi </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Iqnatius, Willy Anthony </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Adistin, Yolanda </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Data global kanker pada tahun 2020 menunjukkan sebanyak 396,914 kasus di Indonesia yang mengalami penyakit kanker. Penelitian ini menggunakan metode BSLT yaitu dengan cara pengujian praskrining untuk uji antikanker dengan menggunakan hewan uji. Semakin tinggi sitotoksik pada larva udang tersebut maka dapat diindikasikan semakin kuat sebagai antikanker. Telur udang dari Artemia salina ditetaskan di dalam air laut sintetik, kemudian diberikan perlakuan terhadap ekstrak dari masing-masing konsentrasi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 1 ppm, 10 ppm dan 100 ppm. Sampel ekstrak daun salam menunjukkan nilai LC50 lebih kecil dari 1,000 µg/ml dikatakan toksik, sebaliknya apabila LC50 lebih besar dari 1,000µg/ml dikatakan tidak toksik. Sampel ekstrak daun salam memiliki nilai LC50 sebesar 382.82 µg/ml, sehingga ekstrak daun salam ini diindikasikan dapat bersifat sebagai antikanker. Daun salam mengandung senyawa tanin, alkaloid, steroid, triterpenoid, dan flavonoid yang bersifat sebagai antikanker. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berlanjut pada pengujian toksik terhadap jenis kanker lain seperti kanker rahim dan kanker payudara menggunakan senyawa murni dari ekstrak daun salam.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2023-08-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/article/view/27998</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70561/jal.v14i2.27998</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan; Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan</dc:source>
	<dc:source>2549-8819</dc:source>
	<dc:source>2086-4604</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/article/view/27998/10140</dc:relation>
</oai_dc:dc>