Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Risiko Lingkungan Akibat Pajanan PM10 dan PM2.5 Udara Ambien Pada Pedagang Kaki Lima di Kota Bandung

Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan · Vol. 17 No. 2 (2026)

DOI
10.70561/pz79w269
ISSN
2549-8819, 2086-4604
Terbit
2026-08-29
Penerbit
Universitas Hasanuddin
Bahasa
en

Abstrak

Pencemaran udara PM10 dan PM2.5 yang berasal dari kendaraan bermotor di kawasan perkotaan berdampak negatif terhadap kesehatan, terutama pedagang kaki lima (PKL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi PM10 dan PM2.5 serta menilai tingkat risiko kesehatan menggunakan metode Risk Quotient (RQ) terhadap PKL di dua lokasi di Kota Bandung, yaitu Jalan Dipati Ukur dan Jalan Lengkong Kecil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Pengukuran langsung menggunakan alat PM Counter HT-9600 pada tiga titik di tiap lokasi selama empat hari. Jumlah sampel terdiri dari 36 pedagang di lokasi 1 dan 31 pedagang di lokasi 2. Rata-rata PM10 dan PM2.5 di lokasi 1 lebih tinggi, yaitu 44,01 μg/m³ dan 39,71 μg/m³ dibandingkan dengan Lokasi 2 sebesar 29,20 μg/m³ dan 26,23 μg/m³. Keduanya masih memenuhi baku mutu PP No. 22/2021. Nilai ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) untuk PM10 dan PM2.5 untuk Lokasi 1 adalah 47,01 dan 80,34, sedangkan lokasi 2 sebesar 39,60 dan 63,44 (kategori Baik hingga Sedang). Nilai Intake PM10 dan PM2.5 di Lokasi 1 adalah 0,0473 mg/kg/hari dan 0,0397 mg/kg/hari, sedangkan di Lokasi 2 sebesar 0,0286 mg/kg/hari dan 0,0263 mg/kg/hari. Sebanyak 21 pedagang di Lokasi 1 memiliki RQ PM10 > 1 dan 29 pedagang RQ PM2.5 > 1, yang menunjukkan kategori tidak aman. Sebaliknya, seluruh responden di Lokasi 2 memiliki RQ ≤ 1 (kategori aman). Upaya mitigasi terhadap dampak polusi udara adalah pemantauan kualitas udara secara rutin dan penggunaan masker N95.

Jaringan kolaborasi para penulis

6 penulis · 15 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Risiko Lingkungan Akibat Pajanan PM10 dan PM2.5 Udara Ambien Pada Pedagang Kaki Lima di Kota Bandung</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Muliawan, Rizki</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yuningsih, Nani</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Mubarak, Abdullah Muiz</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sumeru, Sumeru</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sugiyarto, Sugiyarto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Akmal, M</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en">Pencemaran udara PM10 dan PM2.5 yang berasal dari kendaraan bermotor di kawasan perkotaan berdampak negatif terhadap kesehatan, terutama pedagang kaki lima (PKL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi PM10 dan PM2.5 serta menilai tingkat risiko kesehatan menggunakan metode Risk Quotient (RQ) terhadap PKL di dua lokasi di Kota Bandung, yaitu Jalan Dipati Ukur dan Jalan Lengkong Kecil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Pengukuran langsung menggunakan alat PM Counter HT-9600 pada tiga titik di tiap lokasi selama empat hari. Jumlah sampel terdiri dari 36 pedagang di lokasi 1 dan 31 pedagang di lokasi 2. Rata-rata PM10 dan PM2.5 di lokasi 1 lebih tinggi, yaitu 44,01 μg/m³ dan 39,71 μg/m³ dibandingkan dengan Lokasi 2 sebesar 29,20 μg/m³ dan 26,23 μg/m³. Keduanya masih memenuhi baku mutu PP No. 22/2021. Nilai ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) untuk PM10 dan PM2.5 untuk Lokasi 1 adalah 47,01 dan 80,34, sedangkan lokasi 2 sebesar 39,60 dan 63,44 (kategori Baik hingga Sedang). Nilai Intake PM10 dan PM2.5 di Lokasi 1 adalah 0,0473 mg/kg/hari dan 0,0397 mg/kg/hari, sedangkan di Lokasi 2 sebesar 0,0286 mg/kg/hari dan 0,0263 mg/kg/hari. Sebanyak 21 pedagang di Lokasi 1 memiliki RQ PM10 &amp;gt; 1 dan 29 pedagang RQ PM2.5 &amp;gt; 1, yang menunjukkan kategori tidak aman. Sebaliknya, seluruh responden di Lokasi 2 memiliki RQ ≤ 1 (kategori aman). Upaya mitigasi terhadap dampak polusi udara adalah pemantauan kualitas udara secara rutin dan penggunaan masker N95.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2026-08-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/article/view/50145</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.70561/pz79w269</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan; Vol. 17 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan</dc:source>
	<dc:source>2549-8819</dc:source>
	<dc:source>2086-4604</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/jai2/article/view/50145/14944</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan</dc:rights>
</oai_dc:dc>