Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

JILBAB SEBAGAI SIMBOL KOMUNIKASI DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN (Studi Komunikasi Nonverbal)

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 1 No. 2 (2016) · hlm. 149–176

ISSN
2528-2891, 2088-4117
Terbit
2016-06-20
Penerbit
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Bahasa
en

Abstrak

AbstractThis research is a study of nonverbal communication behaviors of students covered by a descriptive qualitative. Inthis study obtained of 145 studens which wearing veil as a sample, withc cluster sampling technique in which aquota sample drawn by the percentage of 2% of each faculty. To obtain data conducted by distributingquiestionaries, in depth interviewes, direct observation and literature study, then analyzed qualitatively. Discussionof this research uses the concept of nonverbal communication and the concept of symbolic interactionism byBlumer. Result showed that student’s view on the hijab covering ideology, adaptation and identity. From the contextof Islamic ideology, “Clothes are mandatory for Muslims who have entered legally Baligh, because the commandsare written clearly covered in the Qur’an, where Muslim women are prohibited from revealing private parts exceptthe face and hands.” From the context of identity, “just as life-style headscarf.” More students to consider problemsand models wearing the headscarf that matched rather than syar’i according to Islam, and the trend is more the issuethan the issue of religious obligation. From the context of adaptation, ‘significant other’ very influental on thebehavior of students wearing the hijab as parents and family, and veiled student behavior based on a communityreference group. Students inclined have as a friend that similarity through ideology, vision in veil, hobby or style:“cognitive consistency”. AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi mahasiswa Universitas Hasanuddinmemakai jilbab dari aspek komunikasi non-verbal. Penelitian dilakukan dengan metodi deskriptif kualitatif denganmelibatkan 145 orang mahasiswi pemakai jilbab sebagai sampel, yang dilakukan dengan cara cluster samplingdengan quota 2 persen pemakaian jilbab tiap fakultas. Data diperoleh melalui angket yang diedarkan, wawancaramendalam, pengamatan langsung, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara kualitatif. Pembahasan yangdilakukan dalam penelitian ini memakai konsep komunikasi non-verbal (isyarat) dan konsep interaksi simbolik dariBlumer. Hasilnya menunjukkan bahwa para mahasiswa yang memakai jilbab memiliki makna ideologi, penyesuaiandan jati diri. Dari konteks ideologi, Islam melalui Al-Qur’an mewajibkan kepada muslim perempuan yang sudahbaligh dilarang memperlihatkan bagian tubuh yang bersifat pribadi kecuali muka dan tangan. Dari konteks adaptasi(penyesuaian) para mahasiswi yang berjilbab banyak dipengaruhi oleh lingkungan, kelompok, dan komunitas sepertiorang tua dan keluarga. Sedangkan dari aspek jati diri, nampaknya selain sebagai simbol muslim juga sebagaiperilaku yang lebih sopan dalam berpakaian.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 65 tautan kepenulisan bersama · 14 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Indonesia Timur
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • University of Indonesia
  • LSPR Institute of Communication and Business
  • Universitas Sahid Jakarta
  • Organisasi lain
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Andi Alimuddin UndeAfiliasi tidak diketahui17
Hasrullah HasrullahInstitut Agama Islam Negeri Kendari5
Tuti BahfiartiHasanuddin University5
Muhammad Iqbal SultanAfiliasi tidak diketahui4
Dwia Aries Tina PulubuhuHasanuddin University2
Hasrullah HasrullahHasanuddin University2
Fajar Dwi PutraUniversitas Ahmad Dahlan2
Jeanny Maria FatimahAfiliasi tidak diketahui2
Agus Surya BaktiHasanuddin University1
Eriyanto EriyantoUniversity of Indonesia1
Ani NigeriawatiLSPR Institute of Communication and Business1
Joevi RoedyatiAfiliasi tidak diketahui1
Mitha Mayestika KuenUniversitas Indonesia Timur1
St. ShofiyahUniversitas Indonesia Timur1
Fyan Andinasari KuenUniversitas Indonesia Timur1
Nurdin SibawehUniversitas Sahid Jakarta1
Muhammad HasyimAfiliasi tidak diketahui1
Dwi RatnasariUniversitas Islam Negeri Alauddin Makassar1
Rachmawaty DjaffarAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Syahban SidiqAfiliasi tidak diketahui1
Andi WarnaenAfiliasi tidak diketahui1
La JaaliAfiliasi tidak diketahui1
Febri HerawatiAfiliasi tidak diketahui1
Ibrahim UmarAfiliasi tidak diketahui1
Andi Nur FitriAfiliasi tidak diketahui1
Eko Priyo UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Andi Vita SukmariniAfiliasi tidak diketahui1
Sitti Murniati MuhtarAfiliasi tidak diketahui1
Murniati MuhtarAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Zulkifli TahirAfiliasi tidak diketahui1
Nosakros AryaHasanuddin University1
Muhammad MassyatAfiliasi tidak diketahui1
Citra Dano PutriAfiliasi tidak diketahui1
Ahmad RustanAfiliasi tidak diketahui1
Isnaniah NurdinAfiliasi tidak diketahui1
Kamaruddin KamaruddinAfiliasi tidak diketahui1
Ory AndriyaniAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Yunus AmarAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">JILBAB SEBAGAI SIMBOL KOMUNIKASI DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN (Studi Komunikasi Nonverbal)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Risnayanti, Besse</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Cangara, Hafied</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Non-verbal Symbol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Student</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Jilbab</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Simbol non-verbal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Mahasiswa</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">AbstractThis research is a study of nonverbal communication behaviors of students covered by a descriptive qualitative. Inthis study obtained of 145 studens which wearing veil as a sample, withc cluster sampling technique in which aquota sample drawn by the percentage of 2% of each faculty. To obtain data conducted by distributingquiestionaries, in depth interviewes, direct observation and literature study, then analyzed qualitatively. Discussionof this research uses the concept of nonverbal communication and the concept of symbolic interactionism byBlumer. Result showed that student’s view on the hijab covering ideology, adaptation and identity. From the contextof Islamic ideology, “Clothes are mandatory for Muslims who have entered legally Baligh, because the commandsare written clearly covered in the Qur’an, where Muslim women are prohibited from revealing private parts exceptthe face and hands.” From the context of identity, “just as life-style headscarf.” More students to consider problemsand models wearing the headscarf that matched rather than syar’i according to Islam, and the trend is more the issuethan the issue of religious obligation. From the context of adaptation, ‘significant other’ very influental on thebehavior of students wearing the hijab as parents and family, and veiled student behavior based on a communityreference group. Students inclined have as a friend that similarity through ideology, vision in veil, hobby or style:“cognitive consistency”. AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi mahasiswa Universitas Hasanuddinmemakai jilbab dari aspek komunikasi non-verbal. Penelitian dilakukan dengan metodi deskriptif kualitatif denganmelibatkan 145 orang mahasiswi pemakai jilbab sebagai sampel, yang dilakukan dengan cara cluster samplingdengan quota 2 persen pemakaian jilbab tiap fakultas. Data diperoleh melalui angket yang diedarkan, wawancaramendalam, pengamatan langsung, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara kualitatif. Pembahasan yangdilakukan dalam penelitian ini memakai konsep komunikasi non-verbal (isyarat) dan konsep interaksi simbolik dariBlumer. Hasilnya menunjukkan bahwa para mahasiswa yang memakai jilbab memiliki makna ideologi, penyesuaiandan jati diri. Dari konteks ideologi, Islam melalui Al-Qur’an mewajibkan kepada muslim perempuan yang sudahbaligh dilarang memperlihatkan bagian tubuh yang bersifat pribadi kecuali muka dan tangan. Dari konteks adaptasi(penyesuaian) para mahasiswi yang berjilbab banyak dipengaruhi oleh lingkungan, kelompok, dan komunitas sepertiorang tua dan keluarga. Sedangkan dari aspek jati diri, nampaknya selain sebagai simbol muslim juga sebagaiperilaku yang lebih sopan dalam berpakaian.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/305</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol.1 No.2 April - Juni 2011; 149-176</dc:source>
	<dc:source>2528-2891</dc:source>
	<dc:source>2088-4117</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/305/170</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>