Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KODE ETIK JURNALISTIKDAN SENSOR DIRI DI KALANGAN WARTAWAN PASCA ORDE BARU DI KOTA MAKASSAR

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 1 No. 2 (2016) · hlm. 208–215

ISSN
2528-2891, 2088-4117
Terbit
2016-06-20
Penerbit
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Bahasa
en

Abstrak

AbstractThe aim of study id to analyze the understanding, attitude, implementation and the implementationefforts of Journalistic Ethics Code as self-censorship by journalisist in the Post-Orde Baru inMakassar. The study is carried out to several journalistis of printed media in Makassar. This is aqualitative research utilizing library and field surveys. The data were collected through observation,deep interviews and documen inspections. The inform ants were determined by snowball samplingtechnique. The data were analyzed using Miles and Hubermans Interactive Model. The result of thestudy indicate that majority of journalistis in the post-Orde Baru in Makassar have a wellunderstanding about some principles like fairness, accuracy, and objecttivity in the journalisticEthics Code. They have positive view toward the principles and agree about the importance inimplementing it. How ever, in fact the principles are not well implemented yet especially about theaccuracy due to some of obstacles faced by journalist when doing their job. Thus, journalists haveto attempt implementing the Journalistic Ethics Code as self-cencordhip throught some effortsbrought by the media, journalist organisation (PWI and AJI), Press Council, and government. AbstrakPenelitian ini dimaksudka untuk menganalisis tingkat pemahaman, sikap, dan oenerapan sensor diridalam melakukan Kode Etik Jurnalistik di kalangan Wartawan Pasca Orde Baru di Makassar. Studiini dilakukan pada beberapa wartawan media cetak di Makassar. Metode penelitian yakni kualitatifdengan menggunakan kepustakaan dan dokumentasi. Informan ditetapkan dengan cara tekniksnowball sampling. Data dianalisis dengan memakai model interaktif dari miles dan Hubermans.Hasil studi ini mengindikasikan vahwa pada umumnya wartawan pasca orde baru di Makassarmemiliki pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip penulisan jurlanistik, misalnya kejujuran,akurasi, dan objek-tivitas dalam menjalankan Kode Etik Jurnalistik. Mereka pada umumnyamemiliki pandangan yang positif terhadap prinsip-prinsip Kode Etik Jurnalistik dan setuju untukdilaksanakan. Meskipun sejauh ini dalam kenyataannya prinsip-prinsip tersebut belum dilakukansecara penuh karena beberapa faktor penghambat. Karena itu para wartawan berusaha melakukanKode Etik Jurnalistik dalam bentuk sensor diri yang diusahakan oleh media itu sendiri, organisasiwartawan PWI dan Aji dewan Pres, dan Pemerintah.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 73 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Hasanuddin University
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Hafied CangaraHasanuddin University17
Tuti BahfiartiHasanuddin University5
Hasrullah HasrullahInstitut Agama Islam Negeri Kendari4
Muhammad Iqbal SultanAfiliasi tidak diketahui3
Jeanny Maria FatimahAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad Syahban SidiqAfiliasi tidak diketahui1
Lisna SariAfiliasi tidak diketahui1
Hendrek Semuel MesmorAfiliasi tidak diketahui1
Febri HerawatiAfiliasi tidak diketahui1
Hermansyah HermansyahAfiliasi tidak diketahui1
Riza Darma PutraAfiliasi tidak diketahui1
Andi Nur FitriAfiliasi tidak diketahui1
Irwan IrwanUniversitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar1
Sitti Murni KaddiAfiliasi tidak diketahui1
Sitti Murniati MuhtarAfiliasi tidak diketahui1
Murniati MuhtarAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Zulkifli TahirAfiliasi tidak diketahui1
Nosakros AryaHasanuddin University1
Rosniar RosniarAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad MassyatAfiliasi tidak diketahui1
Telly MurianyAfiliasi tidak diketahui1
Andi Muhammad IrvanAfiliasi tidak diketahui1
Andi Dewi MasuaraAfiliasi tidak diketahui1
Piter Barto TarukalloAfiliasi tidak diketahui1
Ahmad SyarifAfiliasi tidak diketahui1
Mulyadi SetiawanAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad FaridAfiliasi tidak diketahui1
Yuyun Yunita PuspaAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad NadjibAfiliasi tidak diketahui1
Kenny Monica Kemal PutriAfiliasi tidak diketahui1
Mayasari MayasariAfiliasi tidak diketahui1
Reni JulianiAfiliasi tidak diketahui1
Susilawati BelekebunAfiliasi tidak diketahui1
Humriati BuhariAfiliasi tidak diketahui1
Andi Evi Elvira AdnanAfiliasi tidak diketahui1
Bakri BakriAfiliasi tidak diketahui1
Ahmad Husain MappaselingAfiliasi tidak diketahui1
Ibrahim IbrahimAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KODE ETIK JURNALISTIKDAN SENSOR DIRI DI KALANGAN WARTAWAN PASCA ORDE BARU DI KOTA MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Nahria, Nahria</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Unde, Andi Alimuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Journalistic Ethics Code</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">self-censorship</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">fairness</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">accurancy and objectivity</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Kode Etik Jurnalistik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">sensor diri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">kejuaraan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">akurasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">objektivitas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">AbstractThe aim of study id to analyze the understanding, attitude, implementation and the implementationefforts of Journalistic Ethics Code as self-censorship by journalisist in the Post-Orde Baru inMakassar. The study is carried out to several journalistis of printed media in Makassar. This is aqualitative research utilizing library and field surveys. The data were collected through observation,deep interviews and documen inspections. The inform ants were determined by snowball samplingtechnique. The data were analyzed using Miles and Hubermans Interactive Model. The result of thestudy indicate that majority of journalistis in the post-Orde Baru in Makassar have a wellunderstanding about some principles like fairness, accuracy, and objecttivity in the journalisticEthics Code. They have positive view toward the principles and agree about the importance inimplementing it. How ever, in fact the principles are not well implemented yet especially about theaccuracy due to some of obstacles faced by journalist when doing their job. Thus, journalists haveto attempt implementing the Journalistic Ethics Code as self-cencordhip throught some effortsbrought by the media, journalist organisation (PWI and AJI), Press Council, and government. AbstrakPenelitian ini dimaksudka untuk menganalisis tingkat pemahaman, sikap, dan oenerapan sensor diridalam melakukan Kode Etik Jurnalistik di kalangan Wartawan Pasca Orde Baru di Makassar. Studiini dilakukan pada beberapa wartawan media cetak di Makassar. Metode penelitian yakni kualitatifdengan menggunakan kepustakaan dan dokumentasi. Informan ditetapkan dengan cara tekniksnowball sampling. Data dianalisis dengan memakai model interaktif dari miles dan Hubermans.Hasil studi ini mengindikasikan vahwa pada umumnya wartawan pasca orde baru di Makassarmemiliki pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip penulisan jurlanistik, misalnya kejujuran,akurasi, dan objek-tivitas dalam menjalankan Kode Etik Jurnalistik. Mereka pada umumnyamemiliki pandangan yang positif terhadap prinsip-prinsip Kode Etik Jurnalistik dan setuju untukdilaksanakan. Meskipun sejauh ini dalam kenyataannya prinsip-prinsip tersebut belum dilakukansecara penuh karena beberapa faktor penghambat. Karena itu para wartawan berusaha melakukanKode Etik Jurnalistik dalam bentuk sensor diri yang diusahakan oleh media itu sendiri, organisasiwartawan PWI dan Aji dewan Pres, dan Pemerintah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/309</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol.1 No.2 April - Juni 2011; 208-215</dc:source>
	<dc:source>2528-2891</dc:source>
	<dc:source>2088-4117</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/309/173</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>