Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

TINJAUAN HUKUM MEDIA MASSA TERHADAP PENGGUNAAN SOFTWARE BAJAKAN DI KALANGAN MAHASISWA DI KOTA MAKASSAR

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 1 No. 4 (2016) · hlm. 399–410

ISSN
2528-2891, 2088-4117
Terbit
2016-06-20
Penerbit
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Bahasa
en

Abstrak

ABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk memahami tanggapan dan kekuatan hukum-hukum media massa, termasuk pelanggaran terhadap etika komunikasi diantara para mahasiswa, dan juga tindakan pencegahannya. Penelelitian dilakukan dengan beberapa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Informan di;pilih dengan cara purposive sampling, dan metode yang duigunakan dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan pengeumpulan data dilapangan melalui pengamatan, wawancara mendalam, kwesioner, dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan model interaktif dariu Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa asebagian besar mahasiswa di Makassar mememiliki pemahaman terhadap kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, termasuk pembajakan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mereka adalay mayoritas sebagai pemakai. Lebih jauh penelitian ini menemukan bahwa banyak dari mereka masih menggunakan perangkat lunak (program) bajakan, dan juga pembajakan yang dilakukan oleh dirinya dengan berbagai alasan, misalnya karena factor harga, gampang mendapatkan, keperluan, dan kurangnya pengawasan dan salah pemakaian. Dari pengalaman ini maka semua elemen yang berkaitan dengan kesalahan pemakaian program bajakan memerlukan perhatian untuk dibicarakan apakah hukum-hukum yang sudah ada perlu direvisi atau diformulasi dengan hukum-hukum baru yang mengatur semua aktivitas dalam dunia maya. Dengan demikian sosialisasi kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dapat memberi pengaruh dalam tindakan dalam hubungannya dengan pengembangan hukum dalam mendukung pengadaan infrastyruktur agar supaya proses penangannya dapat ditangani dengan cepat. ABSTRACT This research to analyze the understanding, response, and strengthen the laws of mass media including infringement of communication ethics among the students, also precautionary and action to the case. The research is carried out to several students of Laws Faculty of Hasanuddin University. The informants was chosen purposely (purposive sampling), and the method used in colecting data are library research and field research which contain of observation, in depth interview, questionnair, documentation. Data collection analyzed with interactive model of Miles and Huberman. The result of this research indicated that most of people (students) in Makassar have a comprehensive understanding of Information and Communication Technology’s advancement including piracy and the uses of pirated software. Its also shown that they are the majority of active users. However, this research found many of them still use the pirated software, and even pirate the software themselves, with various reasons such as a price, easy to find, needs, and lack of controll and the misuse of their knowledge and ability. So, all the associated elements have to pay more attention and discuss either the recent laws should be revised or formulate the new laws which will regulate whole activities in the cyberspace. Thus, the socialization of information and communication technology advancement effects should be taken as an actual action, related to the development of law enforcer’s infrastructure, in order the process of handling such as case can be taken immediately.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 66 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Hasanuddin University
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Teknokrat Indonesia
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Asfah RahmanAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad FaridHasanuddin University2
Tawany RahammaAfiliasi tidak diketahui2
Ihsan IhsanAfiliasi tidak diketahui1
Djabir HamzahAfiliasi tidak diketahui1
Yati SamsuddinAfiliasi tidak diketahui1
Mustati MustatiAfiliasi tidak diketahui1
Rahmad ArsyadAfiliasi tidak diketahui1
Nolvy RuataAfiliasi tidak diketahui1
Andi Rivai BetaAfiliasi tidak diketahui1
Andi Muhammad RajanuddinAfiliasi tidak diketahui1
Eka MardariyantiAfiliasi tidak diketahui1
Hafied CangaraHasanuddin University1
Decy WahyuniAfiliasi tidak diketahui1
Andi Batari AlimuddinAfiliasi tidak diketahui1
Andi Alimuddin UndeAfiliasi tidak diketahui1
Kenny Monica Kemal PutriAfiliasi tidak diketahui1
Erna AreksAfiliasi tidak diketahui1
Alimuddin AlimuddinAfiliasi tidak diketahui1
Ajeng TenrianyAfiliasi tidak diketahui1
Andi Subhan AmirAfiliasi tidak diketahui1
Fatty FaiqahAfiliasi tidak diketahui1
Musdalifah MusdalifahAfiliasi tidak diketahui1
Tuti BahfiartiHasanuddin University1
Desy SelvianaAfiliasi tidak diketahui1
Dian FitrianaAfiliasi tidak diketahui1
Fitriani FitrianiAfiliasi tidak diketahui1
Muh ZulkarnainAfiliasi tidak diketahui1
Jeanny Maria FatimahAfiliasi tidak diketahui1
Hasrullah HasrullahInstitut Agama Islam Negeri Kendari1
Pusparani Saharan PutriAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad AkbarUniversitas Teknokrat Indonesia1
Meladia MeladiaAfiliasi tidak diketahui1
Marwah MarwahHasanuddin University1
Kahar KaharAfiliasi tidak diketahui1
Eva RahmayaniAfiliasi tidak diketahui1
Prasetyo HarisandiAfiliasi tidak diketahui1
Abdul RozakAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">TINJAUAN HUKUM MEDIA MASSA TERHADAP PENGGUNAAN SOFTWARE BAJAKAN DI KALANGAN MAHASISWA DI KOTA MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sari, Maya</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nadjib, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">technology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">piracy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">software</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">intellectual property rights</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">copyrights law</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">ABSTRAKPenelitian ini dimaksudkan untuk memahami tanggapan dan kekuatan hukum-hukum media massa, termasuk pelanggaran terhadap etika komunikasi diantara para  mahasiswa, dan juga tindakan pencegahannya. Penelelitian dilakukan dengan beberapa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin. Informan di;pilih dengan cara purposive sampling, dan metode yang duigunakan dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan pengeumpulan data dilapangan melalui pengamatan, wawancara mendalam, kwesioner, dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan model interaktif dariu Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa asebagian besar mahasiswa di Makassar mememiliki pemahaman terhadap kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, termasuk pembajakan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa mereka adalay mayoritas sebagai pemakai. Lebih jauh penelitian ini menemukan bahwa banyak dari mereka masih menggunakan perangkat lunak (program) bajakan,  dan juga pembajakan yang dilakukan oleh dirinya dengan berbagai alasan, misalnya karena factor harga, gampang mendapatkan, keperluan, dan kurangnya pengawasan dan salah pemakaian. Dari pengalaman ini maka semua elemen yang berkaitan dengan kesalahan pemakaian program bajakan memerlukan perhatian untuk dibicarakan apakah hukum-hukum yang sudah ada perlu direvisi atau diformulasi dengan hukum-hukum baru yang mengatur semua aktivitas dalam dunia maya. Dengan demikian sosialisasi  kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dapat memberi pengaruh dalam tindakan dalam hubungannya dengan pengembangan hukum dalam mendukung pengadaan infrastyruktur agar supaya proses penangannya dapat ditangani dengan cepat. ABSTRACT This research to analyze the understanding, response, and strengthen the laws of mass media including infringement of communication ethics among the students, also precautionary and action to the case. The research is carried out to several students of Laws Faculty of Hasanuddin University. The informants was chosen purposely (purposive sampling), and the method used in colecting data are library research and field research which contain of observation, in depth interview, questionnair, documentation. Data collection analyzed with interactive model of Miles and Huberman. The result of this research indicated that most of people (students) in Makassar have a comprehensive understanding of Information and Communication Technology’s advancement including piracy and the uses of pirated software. Its also shown that they are the majority of active users. However, this research found many of them still use the pirated software, and even pirate the software themselves, with various reasons such as a price, easy to find, needs, and lack of controll and the misuse of their knowledge and ability. So, all the associated elements have to pay more attention and discuss either the recent laws should be revised or formulate the new laws which will regulate whole activities in the cyberspace. Thus, the socialization of information and communication technology advancement effects should be taken as an actual action, related to the development of law enforcer’s infrastructure, in order the process of handling such as case can be taken immediately. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-20</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/320</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011; 399-410</dc:source>
	<dc:source>2528-2891</dc:source>
	<dc:source>2088-4117</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/320/179</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>