Jurnal
MEDIA BARU DAN TRANSAKSI SEKSUAL; STUDI EKSPLORASI PEKERJA SEKS KOMERSIL TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA BARU DI KOTA MAKASSAR
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 2 No. 2 (2016) · hlm. 207–214
- ISSN
- 2528-2891, 2088-4117
- Terbit
- 2016-06-20
- Penerbit
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
- Bahasa
- en
Abstrak
Abstrak Perkembangan teknologi komunikasi telah menciptakan ruang realitas baru yang disebut Cyberspace. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagimana fenomena new media yang digunakan sebagai alat transaksi seksual. (1) Apa yang membuat facebook menjadi pilihan alat transaksi seksual oleh para pekerja seks komersil di Kota Makassar, (2) Bagaimana bentuk transaksi seksual yang dilakukan melalui facebook. Penelitian ini menggunakan tipe analisis deskripsi kualitatif empirik yang menganalisis data secara interpretasi kualitatif dari perolehan fakta dilapangan. Hasil menunjukkan bahwa facebook telah memicu tergiringnya budaya masyarakat menuju sebuah kondisi transparansi yang ekstrim. Kesan narsistik yang tampil dalam bentuk visual telahmenggiring para pengguna new media untuk melanggengkan diri sebagai pajangan(self display), dengan kata lain, para facebookers yang memiliki motif menawarkan diri mereka telah memetaforakan diri sebagai kulit social dalam sebuah budaya ketampakan(our social in the cultural display) yang penuh dengan instrumentalistik. Disimpulkan bahwa facebook telahmenjadi pihak ketiga, mendatangkan rasa aman dalam proses transaksi, dan menyembunyikan identitas asli para pekerja seks komersial.Abstract Development of communication technology is so rapid, that is called cyberspace. The aims of the study are to observe the phenomenon of how the new media used as a medium of sexual transactions: (1) what makes facebook a preferred tool of sexual transaction by commercial sex workers in the city of Makassar, (2) What type of sexual transactions are conducted on facebook. The study is a qualitative description of empirical data with qualitative interpretation of facts obtained from field observation. The results of the study indicated that the facebook had triggered a drag of community culture towards an extremely transparant condition. Narcissistic impression shown in visual form (Self display) had dragged the new media users to perpetuate themselves as customers. On the order terms, the facebookers whose motive to offer themselves had metaphored themselves as a social outer layer in a cultural display which is full of new media instruments.Concluded that facebook has become a third party, bring a sense of protection self in the transaction process, and identity of the commercial sex workers.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 69 tautan kepenulisan bersama · 10 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Hasanuddin University
- Universitas Indonesia Timur
- University of Indonesia
- LSPR Institute of Communication and Business
- Universitas Ahmad Dahlan
- Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Tuti Bahfiarti | Hasanuddin University | 9 |
| Hasrullah Hasrullah | Afiliasi tidak diketahui | 8 |
| Muhammad Iqbal Sultan | Afiliasi tidak diketahui | 7 |
| Muhammad Farid | Hasanuddin University | 7 |
| Jeanny Maria Fatimah | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Dwia Aries Tina Pulubuhu | Hasanuddin University | 2 |
| Hasrullah Hasrullah | Hasanuddin University | 2 |
| Muhammad Syahban Sidiq | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Febri Herawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Andi Nur Fitri | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Muhammad Nadjib | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Agus Surya Bakti | Hasanuddin University | 1 |
| Eriyanto Eriyanto | University of Indonesia | 1 |
| Ani Nigeriawati | LSPR Institute of Communication and Business | 1 |
| Joevi Roedyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mitha Mayestika Kuen | Universitas Indonesia Timur | 1 |
| St. Shofiyah | Universitas Indonesia Timur | 1 |
| Fyan Andinasari Kuen | Universitas Indonesia Timur | 1 |
| Fajar Dwi Putra | Universitas Ahmad Dahlan | 1 |
| Nurdin Sibaweh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Qalby | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Hasyim | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Ratnasari Ratnasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Besse Risnayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nahria Nahria | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rachmawaty Djaffar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lisna Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hendrek Semuel Mesmor | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andi Warnaen | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| La Jaali | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hermansyah Hermansyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Riza Darma Putra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ibrahim Umar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eko Priyo Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Irwan Irwan | Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar | 1 |
| Andi Vita Sukmarini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Yunus Amar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.