Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN OPERASIONAL TELEVISI NASIONAL BERBASIS LOKAL DI KOTA MAKASSAR

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 3 No. 3 (2016) · hlm. 210–217

ISSN
2528-2891, 2088-4117
Terbit
2016-06-24
Penerbit
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Bahasa
en

Abstrak

ABSTRACT Network Television Concept indicates the obligation of national television to build an affiliation with local television or at least to found local television as the effort to reach its broadcast in certain area. The aim of the research was to find out (1) management concept applied by local-based National TV network station in Makassar City, and (2) the position of local-based national TV viewed from broadcasting regulation perspective (Law No. 32 of 2002) in supporting broadcasting autonomy in the area. The research was a qualitative study using primary and secondary data. They were obtained through interview, documentation, and direct observation technique and analyzed using Miles interactive model. The results of the research indicate that management concept applied by the local-based National TV in network and affiliation stations indicates that operational management and policy patterns applied by local-based National TV is a full network (SUN TV) which is different from the TV stations ehich is affiliative (Fajar TV). The implementation of broadcasting in supporting autonomy in local broadcasting is already applied but not in ideal condition. The law regulating broadcasting is am existing reality and the implementation of this law in this case the content of broadcasting is something which can indicate that local television broadcasting is supplied from central base that does not reflect local content.ABSTRAK Konsepsi Televisi jaringan mengisyaratkan keharusan televisi nasional untuk membangun suatu afiliasi dengan TV lokal atau setidaknya untuk mendirikan TV lokal dalam upaya menjangkau siarannya di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) konsep manajemen yang diterapkan oleh TV Nasional berbasis lokal pada stasiun jaringan di Kota Makassar, dan (2) posisi TV nasional berbasis lokal berdasarkan perspektif regulasi penyiaran (UU No. 32 Tahun 2002) dalam mendukung otonomisasi bidang penyiaran di daerah. Penelitian ini bersifat kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model interaktif Miles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep manajemen yang diterapkan oleh TV Nasional yang berbasis lokal baik pada stasiun jaringan dan afiliasi menggunakan pola manajemen dan kebijakan operasional yang berbeda. Perbedaan itu pada kebijakan yang diterapkan oleh TV yang merupakan jaringan penuh (SUN TV) berbeda dengan stasiun TV yang bersifat afiliasi (Fajar TV). Implementasi dari regulasi penyiaran dalam mendukung otonomisasi di bidang penyiaran di daerah telah terlaksana, namun belum dalam kondisi idealnya. Undang-undang yang mengatur penyiaran merupakan realitas yang ada dan pelaksanaan undang-undang dalam hal ini isi siaran sebagai sesuatu yang bisa dilihat bahwa siaran televisi lokal disuplai dari pusat yang tidak mencerminkan konten lokal.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 71 tautan kepenulisan bersama · 12 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Indonesia Timur
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • University of Indonesia
  • LSPR Institute of Communication and Business
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Andi Alimuddin UndeAfiliasi tidak diketahui18
Hasrullah HasrullahInstitut Agama Islam Negeri Kendari6
Tuti BahfiartiHasanuddin University6
Muhammad FaridHasanuddin University6
Muhammad Iqbal SultanAfiliasi tidak diketahui4
Jeanny Maria FatimahAfiliasi tidak diketahui3
Dwia Aries Tina PulubuhuHasanuddin University2
Hasrullah HasrullahHasanuddin University2
Fajar Dwi PutraUniversitas Ahmad Dahlan2
Asfah RahmanAfiliasi tidak diketahui2
Tawany RahammaAfiliasi tidak diketahui2
Agus Surya BaktiHasanuddin University1
Eriyanto EriyantoUniversity of Indonesia1
Ani NigeriawatiLSPR Institute of Communication and Business1
Joevi RoedyatiAfiliasi tidak diketahui1
Mitha Mayestika KuenUniversitas Indonesia Timur1
St. ShofiyahUniversitas Indonesia Timur1
Fyan Andinasari KuenUniversitas Indonesia Timur1
Nurdin SibawehAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad HasyimAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Ratnasari RatnasariAfiliasi tidak diketahui1
Besse RisnayantiAfiliasi tidak diketahui1
Rachmawaty DjaffarAfiliasi tidak diketahui1
Maya SariAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Syahban SidiqAfiliasi tidak diketahui1
Andi WarnaenAfiliasi tidak diketahui1
La JaaliAfiliasi tidak diketahui1
Febri HerawatiAfiliasi tidak diketahui1
Ibrahim UmarAfiliasi tidak diketahui1
Andi Nur FitriAfiliasi tidak diketahui1
Eko Priyo UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Andi Vita SukmariniAfiliasi tidak diketahui1
Ihsan IhsanAfiliasi tidak diketahui1
Djabir HamzahAfiliasi tidak diketahui1
Yati SamsuddinAfiliasi tidak diketahui1
Sitti Murniati MuhtarAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Yunus AmarAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN OPERASIONAL TELEVISI NASIONAL BERBASIS LOKAL DI KOTA MAKASSAR</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyuni, Decy</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Cangara, Hafied</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Nadjib, Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Management</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Operational Policy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">National Television</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en"> ABSTRACT Network Television Concept indicates the obligation of national television to build an affiliation with local television or at least to found local television as the effort to reach its broadcast in certain area. The aim of the research was to find out (1) management concept applied by local-based National TV network station in Makassar City, and (2) the position of local-based national TV viewed from broadcasting regulation perspective (Law No. 32 of 2002) in supporting broadcasting autonomy in the area. The research was a qualitative study using primary and secondary data. They were obtained through interview, documentation, and direct observation technique and analyzed using Miles interactive model. The results of the research indicate that management concept applied by the local-based National TV in network and affiliation stations indicates that operational management and policy patterns applied by local-based National TV is a full network (SUN TV) which is different from the TV stations ehich is affiliative (Fajar TV). The implementation of broadcasting in supporting autonomy in local broadcasting is already applied but not in ideal condition. The law regulating broadcasting is am existing reality and the implementation of this law in this case the content of broadcasting is something which can indicate that local television broadcasting is supplied from central base that does not reflect local content.ABSTRAK Konsepsi Televisi jaringan mengisyaratkan keharusan televisi nasional untuk membangun suatu afiliasi dengan TV lokal atau setidaknya untuk mendirikan TV lokal dalam upaya menjangkau siarannya di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) konsep manajemen yang diterapkan oleh TV Nasional berbasis lokal pada stasiun jaringan di Kota Makassar, dan (2) posisi TV nasional berbasis lokal berdasarkan perspektif regulasi penyiaran (UU No. 32 Tahun 2002) dalam mendukung otonomisasi bidang penyiaran di daerah. Penelitian ini bersifat kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model interaktif Miles. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep manajemen yang diterapkan oleh TV Nasional yang berbasis lokal baik pada stasiun jaringan dan afiliasi menggunakan pola manajemen dan kebijakan operasional yang berbeda. Perbedaan itu pada kebijakan yang diterapkan oleh TV yang merupakan jaringan penuh (SUN TV) berbeda dengan stasiun TV yang bersifat afiliasi (Fajar TV). Implementasi dari regulasi penyiaran dalam mendukung otonomisasi di bidang penyiaran di daerah telah terlaksana, namun belum dalam kondisi idealnya. Undang-undang yang mengatur penyiaran merupakan realitas yang ada dan pelaksanaan undang-undang dalam hal ini isi siaran sebagai sesuatu yang bisa dilihat bahwa siaran televisi lokal disuplai dari pusat yang tidak mencerminkan konten lokal. </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2016-06-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/591</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol.3 No.3 Juli - September 2014; 210-217</dc:source>
	<dc:source>2528-2891</dc:source>
	<dc:source>2088-4117</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/591/414</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2016 KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>