Jurnal
PENGUNGSI DAN PENCARI SUAKA AFGANISTAN DENGAN MASYARAKATA LOKAL DI KOTA MAKASSAR: (SUATU ANALISIS EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA)
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 4 No. 2 (2016) · hlm. 101–115
- ISSN
- 2528-2891, 2088-4117
- Terbit
- 2016-06-25
- Penerbit
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
- Bahasa
- en
Abstrak
Abstract This research aimed to analyze the communication process between Afghanistani refugees and asylum seekers and the local communities in Makassar, how effectiveness of the communication, and which factors supported and hindered the communication between the Afghanistani refugees and asylum seekers and the local community in Makassar city. Research interpretative approach using qualitative data. Data obtained by conducting interviews with 30 informants using purposive sampling. Data were analyzed with qualitative methods. This research results releaved that the communication process between Afghanistani refugees and asylum seekers and the local community was started by learning the language and the sign codes of the local people. After that, they started too communicate verbally and non-verbally with local community. The communication that occurs has not been was not yet effective because of the language difference; Afghaniastani immigrants spoke Farsi language as their main language, while the local community spoke Bahasa Indonesian and Bugis-Makassar local languages. Besides, the communication that occurs was not effective because of the cultural and religious differences. The factor supporting the communication between the Afghanistani immigrants and the local community was the fact that they were all human and hence they needed helps from other people, whule the factors hindering communication were the differences of languages, cultures, religions, and ethnocentric and stereotypical characters.Abstrak Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana proses komunikasi antara pengungsi dan pencari suaka Afganistan dengan masyarakat lokal di kota Makassar, sejauh mana efektivitas komunikasi yang terjadi, dan faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam komunikasi antar budaya antara pengungsi dan pencari suaka Afganistan dengan masyarakat lokal di kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan interpretative dengan menggunakan data kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara dengan 30 orang informan dengan menggunakan purposive sampling. Data di analisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses komunikasi antara Pengungsi dan pencari suaka Afganistan dengan masyarakat lokal dimulai dengan mempelajari bahasa dan kode berbicara orang-orang lokal. Kemudian mereka berkomunikasi secara verbal dan juga non verbal dengan masyarakat lokal sekitar mereka. Komunikasi yang terjadi belum efektif karena adanya perbedaan dalam hal bahasa, dimana para imigran Afganistan menggunakan bahasa Farsi sebagai bahasa utama, sedangkan masyarakat lokal menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah bugis-makassar. Selain itu, tidak efektinya komunikasi yang terjadi juga di pengaruhi oleh perbedaan budaya dan perbedaan agama. Faktor yang mendukung komunikasi antara imigran Afganistan dengan masyarakat lokal adalah karena mereka manusia yang membutuhkan bantuan dari orang lain, sedangkan yang menghambat komunikasinya karena adanya perbedaan bahasa, budaya dan agama serta adanya sifat etnosentrisme dan stereotype.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 70 tautan kepenulisan bersama · 11 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Hasanuddin University
- Universitas Indonesia Timur
- University of Indonesia
- LSPR Institute of Communication and Business
- Universitas Ahmad Dahlan
- Universitas Halu Oleo
- National Research and Innovation Agency
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Andi Alimuddin Unde | Afiliasi tidak diketahui | 17 |
| Tuti Bahfiarti | Hasanuddin University | 5 |
| Hasrullah Hasrullah | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Muhammad Iqbal Sultan | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Muhammad Farid | Hasanuddin University | 4 |
| Dwia Aries Tina Pulubuhu | Hasanuddin University | 2 |
| Hasrullah Hasrullah | Hasanuddin University | 2 |
| Jeanny Maria Fatimah | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Agus Surya Bakti | Hasanuddin University | 1 |
| Eriyanto Eriyanto | University of Indonesia | 1 |
| Ani Nigeriawati | LSPR Institute of Communication and Business | 1 |
| Joevi Roedyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mitha Mayestika Kuen | Universitas Indonesia Timur | 1 |
| St. Shofiyah | Universitas Indonesia Timur | 1 |
| Fyan Andinasari Kuen | Universitas Indonesia Timur | 1 |
| Fajar Dwi Putra | Universitas Ahmad Dahlan | 1 |
| Taufik Taufik | National Research and Innovation Agency | 1 |
| Liwaul Liwaul | Universitas Halu Oleo | 1 |
| Muhammad Nadzirin Nur | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurdin Sibaweh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Hasyim | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dwi Ratnasari Ratnasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Besse Risnayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rachmawaty Djaffar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Syahban Sidiq | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andi Warnaen | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| La Jaali | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Febri Herawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ibrahim Umar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andi Nur Fitri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eko Priyo Utomo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Andi Vita Sukmarini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sitti Murniati Muhtar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Murniati Muhtar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Zulkifli Tahir | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nosakros Arya | Hasanuddin University | 1 |
| Muhammad Massyat | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Yunus Amar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.