Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KOMPLEKSITAS ANTARA HAK GUNA USAHA (HGU) DAN PENYELAMATAN ASET NEGARA TERHADAP TANAH-TANAH TERLANTAR MELALUI KOMUNIKASI (NEGOSIASI) OLEH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) DI KABUPATEN ENREKANG

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 7 No. 1 (2018) · hlm. 166–174

ISSN
2528-2891, 2088-4117
Terbit
2018-06-30
Penerbit
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Bahasa
en

Abstrak

ABSTRACT This study aims to determine (1) the factors of abandonment of The Land Cultivation Rights, (2) the role of the National Land Agency (BPN) on the implementation of the authority and mechanism for handling the abandoned lands, and (3) the communication effort (negotiation)conducted by BPN in the handling of abandoned lands. This research was conducted at the Regional Office of the Provincial National Land Agency South Sulawesi and Enrekang. The method performed was qualitative descriptive approach.The informantswere determined by the use of purposive sampling technique. The data have been obtained through observation, in-depth interviews,and documentation as well. The results showed that the the factors of abandonment of The Land Cultivation Rightsare consisting oftechnical factors, business management and socio-economic factors. Then the role of the National Land Agency (BPN) on the implementation of the authority and mechanism for handling the abandoned lands were preparing all forms of data and facts eitherresearch based or document based. The communication (negotiation) efforts by BPN in the handling of abandoned lands have been conducted to public tenants by the direct dialogueor personal approachfor deliberation, group and formal/bureaucracy approach through socialization and involvement of the community leaders and authorities. The communication effort (negotiation) conducted by BPN in the handling of abandoned lands has been in the form of coordination in order to achieve public common goals: the common perception and common pattern-making on economic resource benefits. Keywords: Communication effort (negotiation), The Land Cultivation Rights (HGU), abandoned land ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor terjadinya penelantaran tanah-tanah Hak Guna Usaha (HGU), (2) peranan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam pelaksanaan kewenangan dan mekanisme penanganan tanah-tanah terlantar, dan (3) upaya komunikasi (negosiasi) oleh BPN dalam penanganan tanah-tanah terlantar. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Enrekang. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan dilakukan secara sengaja (purposive). Pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor terjadinya penelantaran tanah Hak Guna Usaha (HGU) terdiri atas: faktor teknis manajemen usaha dan faktor sosial ekonomi. Kemudian peranan BPN dalam pelaksanaan kewenangan dan mekanisme penanganan tanah terlantar sebagai lembaga berwenang yang menyiapkan segala bentuk data dan fakta baik yang ditemukan berdasarkan hasil kajian lapangan maupun dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan dalam rangka melakukan penanganan tanah-tanah terlantar melalui mekanisme yang berlaku. Adapun upaya komunikasi (negosiasi) dalam penanganan tanah terlantar yaitu komunikasi (negosiasi) dengan masyarakat penggarap dengan melakukan dialog secara langsung untuk musyawarah mufakat dengan melakukan pendekatan pribadi, pendekatan kelompok dan pendekatan formal/birokrasi melalui sosialisasi dan pelibatan tokoh masyarakat maupun aparat desa. Selanjutnya upaya komunikasi (negosiasi) dengan instansi/pihak-pihak terkait dengan melakukan koordinasi dalam rangka mencapai tujuan bersama untuk kepentingan publik sehingga terjadi kesamaan persepsi dan pola pengambilan manfaat ekonomi atas sumberdaya ekonomi di areal HGU.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 66 tautan kepenulisan bersama · 14 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Hasanuddin University
  • Universitas Indonesia Timur
  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • Universitas Ahmad Dahlan
  • University of Indonesia
  • LSPR Institute of Communication and Business
  • Universitas Sahid Jakarta
  • Organisasi lain
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Andi Alimuddin UndeAfiliasi tidak diketahui17
Hasrullah HasrullahInstitut Agama Islam Negeri Kendari5
Tuti BahfiartiHasanuddin University5
Muhammad Iqbal SultanAfiliasi tidak diketahui4
Dwia Aries Tina PulubuhuHasanuddin University2
Hasrullah HasrullahHasanuddin University2
Fajar Dwi PutraUniversitas Ahmad Dahlan2
Jeanny Maria FatimahAfiliasi tidak diketahui2
Agus Surya BaktiHasanuddin University1
Eriyanto EriyantoUniversity of Indonesia1
Ani NigeriawatiLSPR Institute of Communication and Business1
Joevi RoedyatiAfiliasi tidak diketahui1
Mitha Mayestika KuenUniversitas Indonesia Timur1
St. ShofiyahUniversitas Indonesia Timur1
Fyan Andinasari KuenUniversitas Indonesia Timur1
Nurdin SibawehUniversitas Sahid Jakarta1
Muhammad HasyimAfiliasi tidak diketahui1
Dwi RatnasariUniversitas Islam Negeri Alauddin Makassar1
Besse RisnayantiAfiliasi tidak diketahui1
Rachmawaty DjaffarAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Syahban SidiqAfiliasi tidak diketahui1
Andi WarnaenAfiliasi tidak diketahui1
La JaaliAfiliasi tidak diketahui1
Febri HerawatiAfiliasi tidak diketahui1
Ibrahim UmarAfiliasi tidak diketahui1
Andi Nur FitriAfiliasi tidak diketahui1
Eko Priyo UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Andi Vita SukmariniAfiliasi tidak diketahui1
Sitti Murniati MuhtarAfiliasi tidak diketahui1
Murniati MuhtarAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Zulkifli TahirAfiliasi tidak diketahui1
Nosakros AryaHasanuddin University1
Muhammad MassyatAfiliasi tidak diketahui1
Citra Dano PutriAfiliasi tidak diketahui1
Ahmad RustanAfiliasi tidak diketahui1
Isnaniah NurdinAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Yunus AmarAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KOMPLEKSITAS ANTARA HAK GUNA USAHA (HGU) DAN PENYELAMATAN ASET NEGARA TERHADAP TANAH-TANAH TERLANTAR MELALUI KOMUNIKASI (NEGOSIASI) OLEH BADAN PERTANAHAN NASIONAL (BPN) DI KABUPATEN ENREKANG</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Saefullah, Saefullah</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Cangara, Hafied</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Salle, Aminuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kata kunci</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Upaya Komunikasi (negosiasi)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Hak Guna Usaha (HGU)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">tanah terlantar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">ABSTRACT&amp;nbsp;This study aims to determine (1) the factors of abandonment of The Land Cultivation Rights, (2) the role of the National Land Agency (BPN) on the implementation of the authority and mechanism for handling the abandoned lands, and (3) the communication effort (negotiation)conducted by BPN in the handling of abandoned lands. This research was conducted at the Regional Office of the Provincial National Land Agency South Sulawesi and Enrekang. The method performed was qualitative descriptive approach.The informantswere determined by the use of purposive sampling technique. The data have been obtained through observation, in-depth interviews,and documentation as well. The results showed that the the factors of abandonment of The Land Cultivation Rightsare consisting oftechnical factors, business management and socio-economic factors.&amp;nbsp; Then the role of the National Land Agency (BPN) on the implementation of the authority and mechanism for handling the abandoned lands were preparing all forms of data and facts eitherresearch based or document based.&amp;nbsp; The communication (negotiation) efforts by BPN in the handling of abandoned lands have been conducted to public tenants by the direct dialogueor personal approachfor deliberation, group and formal/bureaucracy approach through socialization and involvement of the community leaders and authorities. The communication effort (negotiation) conducted by BPN in the handling of abandoned lands has been in the form of coordination in order to achieve public common goals: the common perception and common pattern-making on economic resource benefits.&amp;nbsp;Keywords: Communication effort (negotiation), The Land Cultivation Rights (HGU), abandoned land&amp;nbsp;ABSTRAK&amp;nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor terjadinya penelantaran tanah-tanah Hak Guna Usaha (HGU), (2) peranan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dalam pelaksanaan kewenangan dan mekanisme penanganan tanah-tanah terlantar, dan (3) upaya komunikasi (negosiasi) oleh BPN dalam penanganan tanah-tanah terlantar. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Enrekang. Metode yang dilakukan dalam penelitian adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan penentuan narasumber atau informan dilakukan secara sengaja (purposive). Pengumpulan data diperoleh melalui pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor terjadinya penelantaran tanah Hak Guna Usaha (HGU) terdiri atas : faktor teknis manajemen usaha dan faktor sosial ekonomi. Kemudian peranan BPN dalam pelaksanaan kewenangan dan mekanisme penanganan tanah terlantar sebagai lembaga berwenang yang menyiapkan segala bentuk data dan fakta baik yang ditemukan berdasarkan hasil kajian lapangan maupun dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan dalam rangka melakukan penanganan tanah-tanah terlantar melalui mekanisme yang berlaku.&amp;nbsp; Adapun upaya komunikasi (negosiasi) dalam penanganan tanah terlantar yaitu komunikasi (negosiasi) dengan masyarakat penggarap dengan melakukan dialog secara langsung untuk musyawarah mufakat dengan melakukan pendekatan pribadi, pendekatan kelompok dan pendekatan formal/birokrasi melalui sosialisasi dan pelibatan tokoh masyarakat maupun aparat desa.&amp;nbsp; Selanjutnya upaya komunikasi (negosiasi) dengan instansi/pihak-pihak terkait dengan melakukan koordinasi&amp;nbsp; dalam rangka mencapai tujuan bersama untuk kepentingan publik sehingga terjadi kesamaan persepsi dan pola pengambilan manfaat ekonomi atas sumberdaya ekonomi di areal HGU.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2018-06-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/6484</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018; 166-174</dc:source>
	<dc:source>2528-2891</dc:source>
	<dc:source>2088-4117</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/6484/3559</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2019 KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>