Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

KONSEP AKULTURASI BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA DITINJAU DARI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA (STUDI KASUS ETNIS TIONGHOA DI WILAYAH BARAT SELATAN ACEH)

KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi · Vol. 8 No. 2 (2019) · hlm. 258–274

ISSN
2528-2891, 2088-4117
Terbit
2019-12-29
Penerbit
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin
Bahasa
en

Abstrak

Abstrak Kajian dalam penelitian ini fokus pada konsep akulturasi budaya etnis Tionghoa yang ada di Wilayah Barat Selatan Aceh melalui proses komunikasi antar budaya. Perbedaan budaya tentunya membawa banyak manfaat, sehingga proses interaksi tidak akan mengalami hambatan, dengan begitu diperlukan banyak penyesuaian untuk memehami interaksi tersebut. Faktor ke Bhinnekaan memberikan implementasi untuk menghormati satu sama lain yang berbeda. Metode yang peneliti gunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel melalui snowball sampling. Dengan metode tersebut peneliti berharap dapat terus mengumpulkan informasi yang dibutuhkan sebagai bahan untuk membahas tentang proses akulturasi ini. Penelitian ini dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan jadwal yang telah ditetapkan sehingga akan dilakukan secara bertahap. Tujuan akhir dari kajian ini nantinya untuk memperoleh gambaran tentang konsep akulturasi yang digunakan oleh etnis Tionghoa dalam bermasyarakat di Wilayah Barat Selatan Aceh. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat terdapat kesamaan budaya yang dipraktikkan etnis Tionghoa dengan masyarakat Aceh di Wilayah Barat Selatan, seperti budaya perkawinan, perayaan hari raya, budaya peusijueuk (menepung tawar). Kedua etnis tersebut dapat menyerap nilai-nilai baru antara kebudayaan melalui proses akulturasi.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

9 penulis · 13 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Reni JulianiAfiliasi tidak diketahui1
Rena JulianaAfiliasi tidak diketahui1
Samsudi SamsudiAfiliasi tidak diketahui1
Achmad Rifa’iAfiliasi tidak diketahui1
Reza RahmitaAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad NasirAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad RoniAfiliasi tidak diketahui1
Aniza AnizaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">KONSEP AKULTURASI BUDAYA MASYARAKAT TIONGHOA DITINJAU DARI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA (STUDI KASUS ETNIS TIONGHOA DI WILAYAH BARAT  SELATAN ACEH)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Muzakkir, Muzakkir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Akulturasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Masyarakat Tionghoa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Ditinjau Dari Komunikasi Antar Budaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Aceh.</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Abstrak&amp;nbsp;Kajian dalam penelitian ini fokus pada konsep akulturasi budaya etnis Tionghoa yang ada di Wilayah Barat Selatan Aceh melalui proses komunikasi antar budaya. Perbedaan budaya tentunya membawa banyak manfaat, sehingga proses interaksi tidak akan mengalami hambatan, dengan begitu diperlukan banyak penyesuaian untuk memehami interaksi tersebut. Faktor ke Bhinnekaan memberikan implementasi untuk menghormati satu sama lain yang berbeda. Metode yang peneliti gunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel melalui snowball sampling. Dengan metode tersebut peneliti berharap dapat terus mengumpulkan informasi yang dibutuhkan sebagai bahan untuk membahas tentang proses akulturasi ini. Penelitian ini dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan jadwal yang telah ditetapkan sehingga akan dilakukan secara bertahap. Tujuan akhir dari kajian ini nantinya untuk memperoleh gambaran tentang konsep akulturasi yang digunakan oleh etnis Tionghoa dalam bermasyarakat di Wilayah Barat Selatan Aceh. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat terdapat kesamaan budaya yang dipraktikkan etnis Tionghoa dengan masyarakat Aceh di Wilayah Barat Selatan, seperti budaya perkawinan,&amp;nbsp; perayaan hari raya, budaya peusijueuk (menepung tawar). Kedua etnis tersebut dapat menyerap nilai-nilai baru antara kebudayaan melalui proses akulturasi.&amp;nbsp;&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin</dc:publisher>
	<dc:date>2019-12-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/8872</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi; Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019; 258-274</dc:source>
	<dc:source>2528-2891</dc:source>
	<dc:source>2088-4117</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/article/view/8872/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2020 KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi</dc:rights>
</oai_dc:dc>