Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI BAGIAN RANTING DAN BATANG TUMBUHAN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum): Antioxidant and Antibacterial Activity of The Twigs and Stem Bark of Karamunting Plants (Melastoma malabathricum)

PERENNIAL · Vol. 17 No. 2 (2021) · pp. 62–66

DOI
10.24259/perennial.v17i2.14547
ISSN
2685-6859, 1412-7784
Published
2021-11-29
Publisher
Forestry Faculty of Hasanuddin University
Language
id

Abstract

English

East Kalimantan is one of the areas that have the potential for various traditional medicinal plants. Melastoma malabathricum (known locally as karamunting, senduduk) is an invasive plant in the family of Melastomataceae with a potential medicinal plant. This study explored the potential of twigs and stem bark of Karamunting (Melastoma malabathricum) for its antioxidant and antibacterial activity. The twigs and stem bark of Karamunting were macerated to yield ethanolic extract. The phytochemical screening was evaluated by Harborne and Kokate methods. Antioxidant activity was evaluated by DPPH radical scavenging assay. Antibacterial activity was examined using agar well diffusion method against Propionibacterium acnes. The results showed that the ethanol extracts of twigs and stem bark samples display an ability to inhibit DPPH free radical by 82% and 88% at 50 ppm concentration. Antibacterial activity of the twigs and stem bark samples showed potent activity to inhibit the P. acnes growth with 11.3 mm and 11 mm inhibition activity. Based on the results, the twigs and stem bark of M. malabathricum plants display potential as a natural antioxidant and antibacterial agent.

Bahasa Indonesia

Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi tumbuhan obat tradisional yang beragam. Tumbuhan Melastoma malabathricum yang lebih dikenal dengan nama lokal karamunting atau senduduk, merupakan salah satu jenis tumbuhan invasif dalam famili Melastomataceae yang merupakan tumbuhan obat potensial. Penelitian ini menguji potensi antoksidan dan antibakteri dari bagian ranting dan batang tumbuhan Karamunting (M. malabathricum). Tumbuhan karamunting bagian ranting dan batang dimaserasi untuk mendapatkan ekstrak etanol. Pengujian kandungan metabolit sekunder tumbuhan dilakukan dengan menggunakan metode Harborne dan Kokate. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode radikal bebas DPPH. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar sumuran terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari bagian ranting dan batang memiliki potensi menghambat radikal bebas DPPH dengan persentase 82 % dan 88% penghambatan pada konsentrasi 50 ppm. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan memiliki potensi menghambat bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 80 µg dengan nilai penghambatan pada bagian ranting sebesar 11,3 mm dan bagian batang sebesar 11 mm. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bagian ranting dan batang dari tumbuhan Karamunting (M. malabathricum) memiliki potensi sebagai antioksidan dan antibakteri alami.

Keywords

Collaboration network of the authors

10 authors · 27 co-authorship links

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Joko PrayitnoAffiliation unknown1
Lowisesi AndaniAffiliation unknown1
Heriad Daud SalusuAffiliation unknown1
YusdiansyahAffiliation unknown1
WartomoAffiliation unknown1
Farida AryaniAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI BAGIAN RANTING DAN BATANG TUMBUHAN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum): Antioxidant and Antibacterial Activity of The Twigs and Stem Bark of Karamunting Plants (Melastoma malabathricum)</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI BAGIAN RANTING DAN BATANG TUMBUHAN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum): Antioxidant and Antibacterial Activity of The Twigs and Stem Bark of Karamunting Plants (Melastoma malabathricum)</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Sari, Nur Maulida</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Sari, Nur Maulida</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Kusuma, Irawan Wijaya </dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Amirta, Rudianto</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Fitriah, Nur Indriana </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Antioksidan, Antibakteri, DPPH, Melastoma malabathricum</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Antioxidant, antibacterial, DPPH, Melastoma malabathricum</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">East Kalimantan is one of the areas that have the potential for various traditional medicinal plants. Melastoma malabathricum (known locally as karamunting, senduduk) is an invasive plant in the family of Melastomataceae with a potential medicinal plant. This study explored the potential of twigs and stem bark of Karamunting (Melastoma malabathricum) for its antioxidant and antibacterial activity. The twigs and stem bark of Karamunting were macerated to yield ethanolic extract. The phytochemical screening was evaluated by Harborne and Kokate methods. Antioxidant activity was evaluated by DPPH radical scavenging assay. Antibacterial activity was examined using agar well diffusion method against Propionibacterium acnes. The results showed that the ethanol extracts of twigs and stem bark samples display an ability to inhibit DPPH free radical by 82% and 88% at 50 ppm concentration. Antibacterial activity of the twigs and stem bark samples showed potent activity to inhibit the P. acnes growth with 11.3 mm and 11 mm inhibition activity. Based on the results, the twigs and stem bark of M. malabathricum plants display potential as a natural antioxidant and antibacterial agent.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi tumbuhan obat tradisional yang beragam. Tumbuhan Melastoma malabathricum yang lebih dikenal dengan nama lokal karamunting atau senduduk, merupakan salah satu jenis tumbuhan invasif dalam famili Melastomataceae yang merupakan tumbuhan obat potensial. Penelitian ini menguji potensi antoksidan dan antibakteri dari bagian ranting dan batang tumbuhan Karamunting (M. malabathricum). Tumbuhan karamunting bagian ranting dan batang dimaserasi untuk mendapatkan ekstrak etanol. Pengujian kandungan metabolit sekunder tumbuhan dilakukan dengan menggunakan metode Harborne dan Kokate. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode radikal bebas DPPH. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar sumuran terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari bagian ranting dan batang memiliki potensi menghambat radikal bebas DPPH dengan persentase 82 % dan 88% penghambatan pada konsentrasi 50 ppm. Hasil pengujian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan memiliki potensi menghambat bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 80 µg dengan nilai penghambatan pada bagian ranting sebesar 11,3 mm dan bagian batang sebesar 11 mm. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, bagian ranting dan batang dari tumbuhan Karamunting (M. malabathricum) memiliki potensi sebagai antioksidan dan antibakteri alami.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Forestry Faculty of Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2021-11-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial/article/view/14547</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.24259/perennial.v17i2.14547</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">PERENNIAL; Vol. 17 No. 2 (2021): Vol. 17 No. 2, Oktober 2021; 62-66</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">PERENNIAL; Vol 17 No 2 (2021): Vol. 17 No. 2, Oktober 2021; 62-66</dc:source>
	<dc:source>2685-6859</dc:source>
	<dc:source>1412-7784</dc:source>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial/article/view/14547/7520</dc:relation>
</oai_dc:dc>