Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Effect of Compression Pressure, Wood Combination, and Its Interaction on the Quality of Laminated Board

Pengaruh Tekanan Kempa, Jenis Kombinasi Kayu dan Interaksinya Terhadap Kualitas Mutu Papan Laminasi

PERENNIAL · Vol. 20 No. 2 (2024) · hlm. 91–99

DOI
10.24259/perennial.v20i2.40348
ISSN
2685-6859, 1412-7784
Terbit
2024-10-31
Penerbit
Forestry Faculty of Hasanuddin University
Bahasa
en

Abstrak

Inggris

Lamination technology is an effort to overcome various problems resulting from the wood industry experiencing difficulties in finding raw materials to support its operations. Developing environmentally friendly materials such as laminate products is also becoming a concern in the construction sector. This research will use fast-growing wood species with bamboo, namely rajumas wood, sengon wood, and petung bamboo. Several factors, including the type of wood, type of adhesive, adhesive melt weight, and compression pressure, influence the manufacture of laminated boards. This research aims to see the effect of the type of wood combination (sengon and rajumas) with petung bamboo and the effect of pressure and their interactions on their physical and mechanical properties. The experimental design was a factorial design with 2 factors (compression pressure and combination type) with four treatments and three replications. Based on the results of testing laminated boards' physical and mechanical properties, several conclusions can be drawn, such as density testing, which shows that the type of wood combination has a significant effect. At the same time, compression pressure and its interactions have no significant effect. Moisture content testing showed that pressure had a significant effect, while the type of wood combination and its interactions had no significant effect. The thickness expansion test shows that the type of wood combination and its interactions have a significant effect, while the compression pressure has no significant effect. Thickness shrinkage testing shows that the type of wood combination, compression pressure, and their interactions do not significantly affect it. Modulus of Elasticity (MoE) testing shows that the type of wood combination, compression pressure, and their interactions do not significantly affect it. Modulus of Rupture (MoR) shows that the type of combination has a significant effect, while the compression pressure and its interaction have no significant effect.

Bahasa Indonesia

Teknologi laminasi merupakan salah satu upaya dalam mengatasi berbagai permasalahan akibat industri perkayuan mengalami kesulitan dalam mencari bahan baku untuk mendukung operasionalnya, selain itu pengembangan material ramah lingkungan sebagai bahan produk laminasi menjadi perhatian dalam bidang kontruksi. Penelitian ini akan menggunakan jenis kayu cepat tumbuh dengan bambu yaitu kayu rajumas (Duabanga moluccana) dan sengon (Albizia chinensis) serta bambu petung (Dendrocalamus asper). Pembuatan papan laminasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jenis kayu, jenis perekat, berat labur perekat dan tekanan kempa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis kombinasi kayu sengon dan rajumas dengan bambu petung serta pengaruh tekanan dan interaksinya terhadap sifat fisika dan mekanikanya. Rancangan percobaan yang digunakan rancangan faktorial dengan 2 faktor (tekanan kempa dan jenis kombinasi) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika dan mekanika papan laminasi maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu pengujian kerapatan menunjukan jenis kombinasi kayu berpengaruh nyata sementara untuk tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Pengujian kadar air menunjukan tekanan kempa berpengaruh nyata sementara jenis kombinasi kayu dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Pengujian pengembangan tebal menunjukan jenis kombinasi kayu dan interaksinya berpengaruh nyata sementara tekanan kempa tidak berpengaruh nyata. Pengujian penyusutan tebal menunjukan jenis kombinasi kayu, tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Pengujian Modulus of Elasticity (MoE) menunjukan jenis kombinasi kayu, tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Modulus of Rupture (MoR) menunjukan jenis kombinasi berpengaruh nyata sementara tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

13 penulis · 34 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Dini LestariAfiliasi tidak diketahui2
Andi Tri LestariAfiliasi tidak diketahui2
Nurul ChaeraniAfiliasi tidak diketahui1
Rima Vera NingsihAfiliasi tidak diketahui1
Laelatul HudaAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Sukma RiniAfiliasi tidak diketahui1
Pande Komang SuparyanaAfiliasi tidak diketahui1
Maiser SyaputraAfiliasi tidak diketahui1
Endah WahyuningsihAfiliasi tidak diketahui1
Dhefa Alifbayu AnggoroAfiliasi tidak diketahui1
Alief KurniawanAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Effect of Compression Pressure, Wood Combination, and Its Interaction on the Quality of Laminated Board</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Pengaruh Tekanan Kempa, Jenis Kombinasi Kayu dan Interaksinya Terhadap Kualitas Mutu Papan Laminasi</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Wulandari, Febriana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Wulandari, Febriana</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="id">Fahrussiam, Fauzan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id">Jenis Kombinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Papan Laminasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id">Tekanan Kempa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Combination Type</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Compression Pressure</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Laminated Board</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">



Lamination technology is an effort to overcome various problems resulting from the wood industry experiencing difficulties in finding raw materials to support its operations. Developing environmentally friendly materials such as laminate products is also becoming a concern in the construction sector. This research will use fast-growing wood species with bamboo, namely rajumas wood, sengon wood, and petung bamboo. Several factors, including the type of wood, type of adhesive, adhesive melt weight, and compression pressure, influence the manufacture of laminated boards. This research aims to see the effect of the type of wood combination (sengon and rajumas) with petung bamboo and the effect of pressure and their interactions on their physical and mechanical properties. The experimental design was a factorial design with 2 factors (compression pressure and combination type) with four treatments and three replications. Based on the results of testing laminated boards' physical and mechanical properties, several conclusions can be drawn, such as density testing, which shows that the type of wood combination has a significant effect. At the same time, compression pressure and its interactions have no significant effect. Moisture content testing showed that pressure had a significant effect, while the type of wood combination and its interactions had no significant effect. The thickness expansion test shows that the type of wood combination and its interactions have a significant effect, while the compression pressure has no significant effect. Thickness shrinkage testing shows that the type of wood combination, compression pressure, and their interactions do not significantly affect it. Modulus of Elasticity (MoE) testing shows that the type of wood combination, compression pressure, and their interactions do not significantly affect it. Modulus of Rupture (MoR) shows that the type of combination has a significant effect, while the compression pressure and its interaction have no significant effect.



</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">



Teknologi laminasi merupakan salah satu upaya dalam mengatasi berbagai permasalahan akibat industri perkayuan mengalami kesulitan dalam mencari bahan baku untuk mendukung operasionalnya, selain itu pengembangan material ramah lingkungan sebagai bahan produk laminasi menjadi perhatian dalam bidang kontruksi. Penelitian ini akan menggunakan jenis kayu cepat tumbuh dengan bambu yaitu kayu rajumas (Duabanga moluccana) dan sengon (Albizia chinensis) serta bambu petung (Dendrocalamus asper). Pembuatan papan laminasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jenis kayu, jenis perekat, berat labur perekat dan tekanan kempa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis kombinasi kayu sengon dan rajumas dengan bambu petung serta pengaruh tekanan dan interaksinya terhadap sifat fisika dan mekanikanya. Rancangan percobaan yang digunakan rancangan faktorial dengan 2 faktor (tekanan kempa dan jenis kombinasi) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisika dan mekanika papan laminasi maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu pengujian kerapatan menunjukan jenis kombinasi kayu berpengaruh nyata sementara untuk tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Pengujian kadar air menunjukan tekanan kempa berpengaruh nyata sementara jenis kombinasi kayu dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Pengujian pengembangan tebal menunjukan jenis kombinasi kayu dan interaksinya berpengaruh nyata sementara tekanan kempa tidak berpengaruh nyata. Pengujian penyusutan tebal menunjukan jenis kombinasi kayu, tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Pengujian Modulus of Elasticity (MoE) menunjukan jenis kombinasi kayu, tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata. Modulus of Rupture (MoR) menunjukan jenis kombinasi berpengaruh nyata sementara tekanan kempa dan interaksinya tidak berpengaruh nyata.



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Forestry Faculty of Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2024-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial/article/view/40348</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.24259/perennial.v20i2.40348</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">PERENNIAL; Vol. 20 No. 2 (2024): Vol. 20 No. 2, October 2024; 91-99</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">PERENNIAL; Vol 20 No 2 (2024): Vol. 20 No. 2, Oktober 2024; 91-99</dc:source>
	<dc:source>2685-6859</dc:source>
	<dc:source>1412-7784</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:language>id</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial/article/view/40348/12112</dc:relation>
</oai_dc:dc>