Diversity and Role of Aquatic Insects as Bioindicators in the Lekopancing River, Maros District, South Sulawesi: Keanekaragaman dan Peranan Serangga Akuatik sebagai Bioindikator di Sungai Lekopancing, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan
Keanekaragaman dan Peranan Serangga Akuatik sebagai Bioindikator di Sungai Lekopancing, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan: Diversity and Role of Aquatic Insects as Bioindicators in the Lekopancing River, Maros District, South Sulawesi
The Lekopancing River, located in Maros Regency, is a crucial source of clean water supply for the people of Makassar City and the surrounding wereas. This study aims to analyze the diversity and role of insects as bioindicators of water quality based on aquatic insect families. The study was conducted in the upstream, middle, and downstream parts of the Lekopancing River, using handpicking and kick sampling for data collection. The collected aquatic insect samples were then identified and analyzed using the diversity index Shannon-Wienner (H') and Hilsenhoff Family Biotic Index (HFBI) methods, which were widely accepted in ecological research for assessing biodiversity and water quality. The number of aquatic insects found was 614 individuals, consisting of 13 species, 13 families, and 7 orders. The diversity index of aerial insects in the upstream and middle parts of the Lekopancing River was 1.26 and 1.72, while in the downstream part, it was 0.42. The HFBI value of 3.26 in the upstream section is still very good; in the middle section, the HFBI value of 4.84 is considered good; in the downstream section, the HFBI value of 7.00 indicates poor quality.
Bahasa Indonesia
Sungai Lekopancing yang terletak di Kabupaten Maros merupakan sumber pasokan air bersih yang sangat penting bagi masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan peranan serangga sebagai bioindikator kualitas air berdasarkan famili serangga akuatik. Penelitian dilakukan di bagian hulu, tengah, dan hilir Sungai Lekopancing dengan menggunakan teknik hand picking dan kick sampling untuk pengumpulan data. Sampel serangga air yang dikumpulkan kemudian diidentifikasi dan dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wienner (H') dan Hilsenhoff Family Biotic Index (HFBI), yang diterima secara luas dalam penelitian ekologi untuk menilai keanekaragaman hayati dan kualitas air. Jumlah serangga akuatik yang ditemukan sebanyak 614 individu, terdiri dari 13 spesies, 13 famili, dan 7 ordo. Indeks keanekaragaman serangga udara di bagian hulu dan tengah Sungai Lekopancing masing-masing sebesar 1,26 dan 1,72, sedangkan di bagian hilir sebesar 0,42. Nilai HFBI sebesar 3,26 pada bagian hulu masih sangat baik; pada bagian tengah nilai HFBI sebesar 4,84 tergolong baik; pada bagian hilir, nilai HFBI sebesar 7,00 menunjukkan kualitas yang buruk.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.