Nesting Preferences and Their Morphometric Stingless Bees in Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia: Preferensi Bersarang dan Morfometrik Lebah Tanpa Sengat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia
Preferensi Bersarang dan Morfometrik Lebah Tanpa Sengat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia: Nesting Preferences and Their Morphometric Stingless Bees in Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia
Stingless bees (Apidae: Meliponini) are pollinators in tropical ecosystems that show morphological and ecological variations between species. This study aims to identify nesting preferences and their morphometric characters of stingless bees in Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia. Data collection was carried out through field surveys to access nesting preferences of stingless bees by locating their natural nests and documenting them in different habitats, after which bee samples were measured to obtain morphometric data. Data were then analyzed using one-way Analysis of Variance (ANOVA), Pearson correlation, and hierarchical clustering with SPSS 30.1.1.1.. Observations showed that stingless bees preferred Lansium domesticum trees as nest locations (42.5%), with variations in nest height, elevation, and entrance size that differed significantly between species (p 0.95), while environmental variables such as elevation and nest height did not show significant relationships to morphometry. The results of this study are expected to be the basis for the identification of stingless bee species morphometrically, as well as supporting the development of natural habitat-based conservation and the improvement of local bee cultivation in Luwu Regency and the South Sulawesi region in general.
Bahasa Indonesia
Lebah tanpa sengat (Apidae: Meliponini) merupakan polinator dalam ekosistem tropis yang menunjukkan variasi morfologis dan ekologis antar spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfometrik dan preferensi bersarang lebah tanpa sengat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan untuk mengakses preferensi sarang lebah tanpa sengat dengan menemukan sarangnya di habitat alami yang berbeda, kemudian sampel lebah diukur untuk memperoleh data morfometrik. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) satu arah, korelasi Pearson, dan klastering hierarki dengan aplikasi SPSS 30.1.1.1.. Pengamatan menunjukkan preferensi lebah tanpa sengat terhadap pohon Lansium domesticum sebagai lokasi sarang (42.5%), dengan variasi ketinggian sarang, elevasi, dan ukuran pintu masuk yang berbeda signifikan antar spesies (p 0.95), sedangkan variabel lingkungan seperti elevasi dan ketinggian sarang tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap morfometri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam identifikasi spesies lebah tanpa sengat secara morfometrik, serta mendukung pengembangan konservasi berbasis habitat alami dan peningkatan budidaya lebah lokal di Kabupaten Luwu dan wilayah Sulawesi Selatan secara umum.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.