Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Nesting Preferences and Their Morphometric Stingless Bees in Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia: Preferensi Bersarang dan Morfometrik Lebah Tanpa Sengat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia

Preferensi Bersarang dan Morfometrik Lebah Tanpa Sengat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia: Nesting Preferences and Their Morphometric Stingless Bees in Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia

PERENNIAL · Vol. 21 No. 2 (2025) · pp. 71–80

DOI
10.24259/perennial.v21i2.45554
ISSN
2685-6859, 1412-7784
Published
2025-10-31
Publisher
Forestry Faculty of Hasanuddin University
Language
en

Abstract

English

Stingless bees (Apidae: Meliponini) are pollinators in tropical ecosystems that show morphological and ecological variations between species. This study aims to identify nesting preferences and their morphometric characters of stingless bees in Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia. Data collection was carried out through field surveys to access nesting preferences of stingless bees by locating their natural nests and documenting them in different habitats, after which bee samples were measured to obtain morphometric data. Data were then analyzed using one-way Analysis of Variance (ANOVA), Pearson correlation, and hierarchical clustering with SPSS 30.1.1.1.. Observations showed that stingless bees preferred Lansium domesticum trees as nest locations (42.5%), with variations in nest height, elevation, and entrance size that differed significantly between species (p 0.95), while environmental variables such as elevation and nest height did not show significant relationships to morphometry. The results of this study are expected to be the basis for the identification of stingless bee species morphometrically, as well as supporting the development of natural habitat-based conservation and the improvement of local bee cultivation in Luwu Regency and the South Sulawesi region in general.

Bahasa Indonesia

Lebah tanpa sengat (Apidae: Meliponini) merupakan polinator dalam ekosistem tropis yang menunjukkan variasi morfologis dan ekologis antar spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfometrik dan preferensi bersarang lebah tanpa sengat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan untuk mengakses preferensi sarang lebah tanpa sengat dengan menemukan sarangnya di habitat alami yang berbeda, kemudian sampel lebah diukur untuk memperoleh data morfometrik. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) satu arah, korelasi Pearson, dan klastering hierarki dengan aplikasi SPSS 30.1.1.1.. Pengamatan menunjukkan preferensi lebah tanpa sengat terhadap pohon Lansium domesticum sebagai lokasi sarang (42.5%), dengan variasi ketinggian sarang, elevasi, dan ukuran pintu masuk yang berbeda signifikan antar spesies (p 0.95), sedangkan variabel lingkungan seperti elevasi dan ketinggian sarang tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap morfometri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam identifikasi spesies lebah tanpa sengat secara morfometrik, serta mendukung pengembangan konservasi berbasis habitat alami dan peningkatan budidaya lebah lokal di Kabupaten Luwu dan wilayah Sulawesi Selatan secara umum.

Keywords

Collaboration network of the authors

40 authors · 168 co-authorship links · showing the 40 most connected

Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.

  • Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Affiliation unknown
  • Different organisations
  • Same organisation
  • Affiliation unknown
  • Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
Co-authorOrganisationJoint articles
Muhammad FikriUniversitas Mercu Buana Yogyakarta3
Haura Mudya MayshaAffiliation unknown3
Mukhsar MukhsarAffiliation unknown1
Islah IslahAffiliation unknown1
Zamsir ZamsirAffiliation unknown1
Muhammad Najib HussainAffiliation unknown1
Ikrima NufikriaAffiliation unknown1
AdrianAffiliation unknown1
FazaAffiliation unknown1
TiniAffiliation unknown1
AnggiAffiliation unknown1
Nirmala AyuningtyasAffiliation unknown1
Mardewi MardewiAffiliation unknown1
Jey FirdausAffiliation unknown1
Andi Ummu KalzumAffiliation unknown1
Rahmatullah SyaripuddinAffiliation unknown1
AGUSTINA -Affiliation unknown1
Eni SusantiAffiliation unknown1
Hendro SukocoAffiliation unknown1
Irma SusantiAffiliation unknown1
MarsudiAffiliation unknown1
Sitti NuraliahAffiliation unknown1
Nur LailaAffiliation unknown1
Muhammad Nur FindraAffiliation unknown1
Aras SyaziliAffiliation unknown1
Mohammad FaozanAffiliation unknown1
Fihran R. SaumurAffiliation unknown1
Farida Daeng SelangAffiliation unknown1
Ilhan Mansis YusupAffiliation unknown1
Rosita BasarunAffiliation unknown1
Fahdi FadliAffiliation unknown1
Riska SabualamoAffiliation unknown1
Sitti MurtiahAffiliation unknown1
Nurul Magfirah MahmudAffiliation unknown1
M. Tasrik IdhamAffiliation unknown1
Sri Ningsih UmamitAffiliation unknown1

Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.

Metadata source: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial/oai, first harvested 5 Nov 2026, last seen 5 Nov 2026.
Original metadata (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Nesting Preferences and Their Morphometric Stingless Bees in Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia: Preferensi Bersarang dan Morfometrik Lebah Tanpa Sengat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id">Preferensi Bersarang dan Morfometrik Lebah Tanpa Sengat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia: Nesting Preferences and Their Morphometric Stingless Bees in Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Prastiyo, Andi</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rajab, Marwan</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Irfan, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Rahman, Abd.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Conservation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">host tree</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Meliponini</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">morphology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pollinator</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">



Stingless bees (Apidae: Meliponini) are pollinators in tropical ecosystems that show morphological and ecological variations between species. This study aims to identify nesting preferences and their morphometric characters of stingless bees in Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia. Data collection was carried out through field surveys to access nesting preferences of stingless bees by locating their natural nests and documenting them in different habitats, after which bee samples were measured to obtain morphometric data. Data were then analyzed using one-way Analysis of Variance (ANOVA), Pearson correlation, and hierarchical clustering with SPSS 30.1.1.1.. Observations showed that stingless bees preferred Lansium domesticum trees as nest locations (42.5%), with variations in nest height, elevation, and entrance size that differed significantly between species (p &amp;lt; 0.05). The results showed that Tetragonula fuscobaltea had the smallest body size (2.99 ± 0.05), while T. biroi was larger (3.97 ± 0.10 mm) and formed a contiguous morphometric cluster, where there were two main groups, with T. fuscobaltea separated from the other three species. Strong positive correlations were found between body characters (r &amp;gt; 0.95), while environmental variables such as elevation and nest height did not show significant relationships to morphometry. The results of this study are expected to be the basis for the identification of stingless bee species morphometrically, as well as supporting the development of natural habitat-based conservation and the improvement of local bee cultivation in Luwu Regency and the South Sulawesi region in general.



</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id">



Lebah tanpa sengat (Apidae: Meliponini) merupakan polinator dalam ekosistem tropis yang menunjukkan variasi morfologis dan ekologis antar spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfometrik dan preferensi bersarang lebah tanpa sengat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan untuk mengakses preferensi sarang lebah tanpa sengat dengan menemukan sarangnya di habitat alami yang berbeda, kemudian sampel lebah diukur untuk memperoleh data morfometrik. Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) satu arah, korelasi Pearson, dan klastering hierarki dengan aplikasi SPSS 30.1.1.1.. Pengamatan menunjukkan preferensi lebah tanpa sengat terhadap pohon Lansium domesticum sebagai lokasi sarang (42.5%), dengan variasi ketinggian sarang, elevasi, dan ukuran pintu masuk yang berbeda signifikan antar spesies (p &amp;lt; 0.05). Hasil menunjukkan bahwa Tetragonula fuscobaltea memiliki ukuran tubuh paling kecil (2.99 ± 0.05), sedangkan Tetragonula biroi lebih besar (3.97 ± 0.10 mm), dan membentuk klaster morfometrik yang berdekatan, dimana terdapat dua kelompok utama, dengan T. fuscobaltea terpisah dari tiga spesies lainnya. Korelasi positif kuat ditemukan antar parameter tubuh (r &amp;gt; 0.95), sedangkan variabel lingkungan seperti elevasi dan ketinggian sarang tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap morfometri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam identifikasi spesies lebah tanpa sengat secara morfometrik, serta mendukung pengembangan konservasi berbasis habitat alami dan peningkatan budidaya lebah lokal di Kabupaten Luwu dan wilayah Sulawesi Selatan secara umum.



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Forestry Faculty of Hasanuddin University</dc:publisher>
	<dc:date>2025-10-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial/article/view/45554</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.24259/perennial.v21i2.45554</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">PERENNIAL; Vol. 21 No. 2 (2025): Vol. 21 No. 2, October 2025; 71-80</dc:source>
	<dc:source xml:lang="id">PERENNIAL; Vol 21 No 2 (2025): Vol. 21 No. 2, October 2025; 71-80</dc:source>
	<dc:source>2685-6859</dc:source>
	<dc:source>1412-7784</dc:source>
	<dc:language>en</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unhas.ac.id/index.php/perennial/article/view/45554/13681</dc:relation>
</oai_dc:dc>