Jurnal
Soil Properties and Rainfall Regimes in Cinnamon (Cinnamomum burmannii) Plantations in Mandailing Natal, North Sumatra: Sifat Tanah dan Pola Curah Hujan pada Perkebunan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) di Mandailing Natal, Sumatera Utara
Sifat Tanah dan Pola Curah Hujan pada Perkebunan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) di Mandailing Natal, Sumatera Utara: Soil Properties and Rainfall Regimes in Cinnamon (Cinnamomum burmannii) Plantations in Mandailing Natal, North Sumatra
PERENNIAL · Vol. 22 No. 1 (2026) · pp. 22–29
- ISSN
- 2685-6859, 1412-7784
- Published
- 2026-04-30
- Publisher
- Forestry Faculty of Hasanuddin University
- Language
- en
Abstract
English
The sustainable cultivation of Cinnamomum burmannii in tropical regions requires a thorough understanding of soil properties and rainfall patterns, as these factors critically influence nutrient availability, plant growth, and long-term productivity. This study evaluates the soil properties and climatic conditions of Sawahan Village, Mandailing Natal Regency, to assess their suitability for the cultivation of C. burmannii. Soil samples were analyzed for physical and chemical characteristics, including organic carbon, total nitrogen, phosphorus, potassium, pH, exchangeable aluminum, macro- and micronutrients, and soil texture. Rainfall data over 25 years were also examined to understand the water availability and potential influence on soil fertility. The results indicate that the soils possess moderate organic matter and nutrient content, slightly acidic to near-neutral pH, absence of exchangeable aluminum toxicity, and a sandy loam texture conducive to drainage and root growth. The region experiences high and well-distributed rainfall, which supports perennial crop development but may increase nutrient leaching in sandy soils. These findings suggest that Sawahan Village provides favorable conditions for C. burmannii cultivation, provided that sustainable soil management practices, such as organic amendments, balanced fertilization, and erosion control, are implemented. The study highlights the importance of integrating climatic and soil assessments to optimize cinnamon productivity and provides baseline data for future land management and agroforestry planning in tropical regions.
Bahasa Indonesia
Budidaya berkelanjutan Cinnamomum burmannii di wilayah tropis memerlukan pemahaman mendalam mengenai sifat tanah dan pola curah hujan, karena faktor-faktor ini sangat memengaruhi ketersediaan nutrien, pertumbuhan tanaman, dan produktivitas jangka panjang. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik tanah dan kondisi iklim di Desa Sawahan, Kabupaten Mandailing Natal, untuk menilai kesesuaiannya dalam budidaya C. burmannii. Sampel tanah dianalisis untuk sifat fisik dan kimia, termasuk karbon organik, nitrogen total, fosfor, kalium, pH, aluminium dapat ditukar, makro dan mikronutrien, serta tekstur tanah. Data curah hujan selama 25 tahun juga dianalisis untuk memahami ketersediaan air dan pengaruhnya terhadap kesuburan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah memiliki kandungan bahan organik dan nutrien yang moderat, pH sedikit asam hingga netral, tidak terdapat toksisitas aluminium dapat ditukar, serta tekstur berpasir-lom yang mendukung drainase dan pertumbuhan akar. Wilayah ini menerima curah hujan tinggi dan merata, yang mendukung perkembangan tanaman tahunan namun dapat meningkatkan pencucian nutrien pada tanah berpasir. Temuan ini menunjukkan bahwa Desa Sawahan memiliki kondisi yang kondusif untuk budidaya C. burmannii, dengan catatan penerapan praktik pengelolaan tanah yang berkelanjutan, seperti penambahan bahan organik, pemupukan seimbang, dan pengendalian erosi. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi analisis tanah dan iklim untuk meningkatkan produktivitas kayu manis dan menyediakan data dasar untuk perencanaan pengelolaan lahan dan sistem agroforestri di daerah tropis.
Keywords
Collaboration network of the authors
27 authors · 74 co-authorship links
Hover or tap a name to highlight its co-authors. Double-click to open the author's page.
- Affiliation unknown
- Different organisations
- Same organisation
- Affiliation unknown
- Thicker line = more joint articles · bigger circle = more articles
Show as table
| Co-author | Organisation | Joint articles |
|---|---|---|
| Hairil Anwar | Affiliation unknown | 3 |
| Fauzan Fahrussiam | Affiliation unknown | 2 |
| Maiser Syaputra | Affiliation unknown | 2 |
| Endah Wahyuningsih | Affiliation unknown | 2 |
| Rima Vera Ningsih | Affiliation unknown | 2 |
| Dhefa Alifbayu Anggoro | Affiliation unknown | 2 |
| Febriana Tri Wulandari | Affiliation unknown | 1 |
| Dini Lestari | Affiliation unknown | 1 |
| Nurul Chaerani | Affiliation unknown | 1 |
| Liza Umitasari | Affiliation unknown | 1 |
| Baiq Jiwa Yulina Putri | Affiliation unknown | 1 |
| Andi Chairil Ichsan | Affiliation unknown | 1 |
| Zsarytha Maulia | Affiliation unknown | 1 |
| Zsarytha Maulia Timur Dewi | Affiliation unknown | 1 |
| Clarita Wihelmina Sulastri | Affiliation unknown | 1 |
| Irwan Mahakam Lesmono Aji | Affiliation unknown | 1 |
| Dhefa Anggoro | Affiliation unknown | 1 |
| Hafidzah Amani Amir | Affiliation unknown | 1 |
| Pande Komang Suparyana | Affiliation unknown | 1 |
| Alief Kurniawan | Affiliation unknown | 1 |
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.