Evaluation of Commercial Superhydrophobic Finishing Materials on Teak (Tectona grandis Linn.F) and Mahogany (Swietenia mahagoni Jacq) Wood: Evaluasi Bahan Finishing Superhydrophobic Komersial pada Kayu Jati (Tectona grandis Linn.F) dan Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq)
Evaluasi Bahan Finishing Superhydrophobic Komersial pada Kayu Jati (Tectona grandis Linn.F) dan Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq): Evaluation of Commercial Superhydrophobic Finishing Materials on Teak (Tectona grandis Linn.F) and Mahogany (Swietenia mahagoni Jacq) Wood
The use of wood outdoors as a construction and decorative material is increasing, requiring wood with high durability and more intensive treatment to extend its service life, one of which is the application of a finishing coat. This study aims to evaluate the quality of commercial superhydrophobic finishing materials, namely Woca Denmark's Exterior Wood Shield and Propan Ultran Lasur Laser EL-501, on teak (Tectona grandis Linn.F) and mahogany (Swietenia mahagoni Jacq) wood. The study was conducted using an experimental method with a completely randomized factorial design with two factors, namely wood type and finishing material type. The parameters tested included water absorption, wood dimensional stability (expansion and shrinkage), and wood surface wettability. Water absorption was tested based on the percentage of water uptake, dimensional stability was determined through the tangential/radial (T/R) expansion and shrinkage ratio, while surface wettability was tested using the sessile drop method through water contact angle measurement. The results of the study show that the application of finishing materials affects the improvement in the quality of teak and mahogany wood. The Propan Ultran Lasur Laser EL-501 finishing material produced the lowest water absorption value compared to Woca Denmark and the control. All treatments produced a T/R ratio value of less than 2.0, indicating that the stability of the wood dimensions was stable. In addition, wood that was finished showed lower moisture absorption properties compared to untreated wood.
Bahasa Indonesia
Penggunaan kayu di luar ruangan sebagai bahan konstruksi maupun dekorasi semakin meningkat, kondisi ini memerlukan kayu dengan ketahan tinggi sehingga dibutuhkan penanganan yang lebih untuk memperpanjang umur pakai kayu, salah satunya adalah dengan pengaplikasian lapisan bahan finishing. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas bahan finishing superhydrophobic komersial berupa exterior wood shield merk Woca Denmark dan Propan Ultran Lasur Laser EL-501 pada kayu jati (Tectona grandis Linn.F) dan mahoni (Swietenia mahagoni Jacq). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis kayu dan jenis bahan finishing. Parameter yang diuji meliputi daya serap air, stabilitas dimensi kayu (pengembangan dan penyusutan), serta sifat keterbasahan permukaan kayu. Pengujian daya serap air diuji berdasarkan persentase water uptake, stabilitas dimensi ditentukan melalui nilai rasio pengembangan dan penyusutan tangensial/radial (T/R), sedangkan keterbasahan permukaan diuji dengan metode sessile drop melalui pengukuran sudut kontak air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bahan finishing berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kayu jati dan mahoni. Bahan finishing Propan Ultran Lasur Laser EL-501 menghasilkan nilai daya serap air paling rendah dibandingkan Woca Denmark dan kontrol. Seluruh perlakuan menghasilkan nilai rasio T/R kurang dari 2,0 yang menunjukkan stabilitas dimensi kayu tergolong stabil. Selain itu, kayu yang diberi bahan finishing menunjukkan sifat keterbasahan yang lebih rendah dibandingkan kayu tanpa perlakuan.
Affiliations come from OpenAlex; journal OAI-PMH metadata carries none. Authors without an OpenAlex ID are matched by name, which can merge or split people.