Latar belakang Desa Parumpanai di Kabupaten Luwu Timur merupakan salah satu sentra peternakan sapi Bali rakyat. Namun, penerapan biosekuriti dan manajemen pemeliharaan yang optimal masih menjadi tantangan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak mengenai prinsip-prinsip biosekuriti serta manajemen pemeliharaan sapi Bali yang baik. Metode pelaksanaan meliputi observasi, survei, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, dan pendampingan teknis secara langsung di kandang. Kegiatan teknis yang dilakukan meliputi pembersihan dan sanitasi kandang, pengelolaan feses, serta pemasangan kelambu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kesadaran peternak akan pentingnya biosekuriti. Peternak mulai menerapkan pembersihan kandang secara rutin, melakukan sanitasi sederhana dengan disinfektan alami, dan memanfaatkan feses menjadi pupuk organik. Pemasangan kelambu juga membantu melindungi ternak dari gigitan serangga. Disimpulkan bahwa pendekatan partisipatif melalui pendidikan dan pendampingan langsung efektif untuk meningkatkan penerapan biosekuriti dasar. Untuk keberlanjutan, diperlukan komitmen berkelanjutan dari pemerintah desa dan dinas terkait dalam pendampingan dan monitoring secara rutin. Kata Kunci: Biosekuriti, Sapi Bali, Desa Parumpanai, Pengabdian Masyarakat, Manajemen Pemeliharaan
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
Afiliasi tidak diketahui
Organisasi berbeda
Organisasi sama
Afiliasi tidak diketahui
Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulis
Organisasi
Artikel bersama
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.