Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Umur 25 – 59 Bulan di Wilayah Kabupaten Rembang Tahun 2024

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 8 No. 4 (2026)

DOI
10.15294/higeia.v8i4.5548
ISSN
2541-5603, 2541-5581
Terbit
2026-10-14
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Stunting merupakan keadaan indeks tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi berdasarkan standar WHO. Pengerdilan pada anak tidak hanya disebabkan oleh satu faktor melainkan dari banyak faktor yang saling berhubungan satu sama lain. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko terjadinya stunting umur 25 – 59 bulan di wilayah Kabupaten Rembang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan, pengisian kuesioner dan observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian case control. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji Regresi logistik. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh dalam pemberian makan, riwayat status gizi dibawah umur 2 tahun, pelaksanaan 5 pilar STBM, riwayat imunisasi dasar, riwayat BBLR, merokok pada anggota keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Penelitian ini menyarankan pemerintah, instansi kesehatan, dan pihak terkait berkolaborasi menerapkan kebijakan untuk mengurangi risiko stunting. Masyarakat disarankan memberikan asupan nutrien yang seimbang, imunisasi dasar lengkap dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

35 penulis · 83 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
R. SusantiAfiliasi tidak diketahui5
Nugrahaningsih WHAfiliasi tidak diketahui3
Sri Ratna RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Retno Sri IswariState University of Semarang2
N. K. DewiAfiliasi tidak diketahui1
A. M. A. AhmedAfiliasi tidak diketahui1
Sri Achadi NugraheniAfiliasi tidak diketahui1
Suryani As'adAfiliasi tidak diketahui1
Pingkan FristiwiAfiliasi tidak diketahui1
Fatimah Asri Fadhilah AuliaAfiliasi tidak diketahui1
Shafa Alya KamilaAfiliasi tidak diketahui1
Sumarti SumartiAfiliasi tidak diketahui1
Salsabila Kinaya Pranindita LalaAfiliasi tidak diketahui1
Yanuarita TursinawatiAfiliasi tidak diketahui1
LisdianaAfiliasi tidak diketahui1
Revinta Nur Aulia RochlyAfiliasi tidak diketahui1
Aditya MariantiAfiliasi tidak diketahui1
- MustofaAfiliasi tidak diketahui1
- UmarudinAfiliasi tidak diketahui1
Nurul HidayahAfiliasi tidak diketahui1
Siti Rofiatus Sa’adahAfiliasi tidak diketahui1
Dewi MustikaningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Intan Ayu ElissaAfiliasi tidak diketahui1
Lisdiana LisdianaAfiliasi tidak diketahui1
Nirmala Al FatiahAfiliasi tidak diketahui1
Fitri Arum SasiAfiliasi tidak diketahui1
Khoerina SalwaAfiliasi tidak diketahui1
Didik Huswo UtomoAfiliasi tidak diketahui1
Wulan ChristijantiAfiliasi tidak diketahui1
WH NugrahaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Sujatha RamasamyAfiliasi tidak diketahui1
Vivi Anggraeni LaraswatiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/HIGEIA/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Umur 25 – 59 Bulan di Wilayah Kabupaten Rembang Tahun 2024</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">saputra, widowati</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Yuniastuti, Ari</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Sri Ratna Rahayu, RR.</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">risk factor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">toddler</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke-2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Stunting merupakan keadaan indeks tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi berdasarkan standar WHO. Pengerdilan pada anak tidak hanya disebabkan oleh satu faktor melainkan dari banyak faktor yang saling berhubungan satu sama lain.
Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko terjadinya stunting umur 25 – 59 bulan di wilayah Kabupaten Rembang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tinggi badan, pengisian kuesioner dan observasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian case control. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan uji Regresi logistik.
Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh dalam pemberian makan, riwayat status gizi dibawah umur 2 tahun, pelaksanaan 5 pilar STBM, riwayat imunisasi dasar, riwayat BBLR, merokok pada anggota keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting. Penelitian ini menyarankan pemerintah, instansi kesehatan, dan pihak terkait berkolaborasi menerapkan kebijakan untuk mengurangi risiko stunting. Masyarakat disarankan memberikan asupan nutrien yang seimbang, imunisasi dasar lengkap dan berperilaku hidup bersih dan sehat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2026-10-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/HIGEIA/article/view/5548</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v8i4.5548</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol. 8 No. 4 (2024): October 2024</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/HIGEIA/article/view/5548/11722</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>