Jurnal
Determinan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Usia Dewasa Tengah (30-64 Tahun) di Kecamatan Pemalang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 10 No. 1 (2026) · hlm. 30–40
- ISSN
- 2541-5603, 2541-5581
- Terbit
- 2026-01-13
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Abstrak Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Pemalang, Kecamatan Pemalang memiliki tingkat prevalensi Diabetes Melitus tipe 2 sebanyak 2,5%. Kecamatan Pemalang menjadi kecamatan dengan jumlah Diabetes Melitus tertinggi dari 14 kecamatan di Kabupaten Pemalang. Prevalensi Diabetes Melitus perlu diturunkan dikarenakan dampak dari penyakit ini dapat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan secara signifikan meningkatkan biaya kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi case control. Data diperoleh dari laporan penyakit tidak menular milik Puskesmas Mulyoharjo Kecamatan Pemalang. Sampel ditetapkan sebesar 78 kasus dan 78 kontrol dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pencatatan data untuk memindahkan data dari laporan PTM. Data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa jenis kelamin (OR=2,076; 95%CI=1,094-3,938), riwayat keluarga (OR=2,707; 95%CI=1,416-5,175), aktivitas fisik (OR=3,200; 95%CI=1,661-6,164), dan konsumsi buah dan sayur (OR=2,493; 95%CI=1,295-4,799) berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe 2 pada usia dewasa tengah di Kecamatan Pemalang dengan aktivitas fisik sebagai faktor dominan. Abstract According to the Pemalang District Health Profile, Pemalang District has a prevalence rate of type 2 Diabetes Mellitus of 2.5%. Pemalang District is the district with the highest number of Diabetes Mellitus out of 14 districts in Pemalang Regency. Reducing this prevalence is crucial due to the disease's impact on human resource quality and healthcare costs. This research is a quantitative research with a case control study design. Data was obtained from non-communicable disease reports of Mulyoharjo Public Health Center, Pemalang District. The sample was determined as 78 cases and 78 controls using cluster random sampling technique. The instrument used is a data recording sheet to transfer data from the NCD report. Data were analyzed using the chi square test and logistic regression. The results showed that gender (OR=2.076; 95%CI=1.094-3.938), family history (OR=2.707; 95%CI=1.416-5.175), physical activity (OR=3.200; 95%CI=1.661-6.164), and fruit and vegetable consumption (OR=2.493; 95%CI=1.295-4.799) were associated with the incidence of type 2 Diabetes Mellitus in middle adulthood age in Pemalang District with physical activity as the dominant factor.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
10 penulis · 17 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Nintorio Vieira Fernandes | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Meilinda Ayu Saputri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Megawati Puspa Ningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nana Kariada Tri Martuti | State University of Semarang | 1 |
| Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq | State University of Semarang | 1 |
| Isti Hidayah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Danang Dwi Saputro | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.