Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang Tahun 2023

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 9 No. 1 (2026) · hlm. 81–90

DOI
10.15294/higeia.v9i1.12790
ISSN
2541-5603, 2541-5581
Terbit
2026-10-21
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Kecamatan Tembalang merupakan kecamatan dengan kasus DBD tertinggi di Kota Semarang pada tahun 2022. Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang pada tahun 2023 sebanyak 49 kasus dengan 2 kasus kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian DBD di Kecamatan Tembalang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik dengan rancangan case-control. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024 dengan teknik wawancara dan observasi, analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan obat anti nyamuk (p-value 0,009, OR 5,4), tempat aktivitas (p-value 0,028, OR 6,333), keberadaan kawat kassa ventilasi (p-value 0,048, OR 3,143), dan pendidikan (p-value 0,040, OR 2,914) berhubungan dengan kejadian DBD, sedangkan keberadaan kontainer air tertutup tidak berhubungan dengan kejadian DBD. Penggunaan obat anti nyamuk dan tempat aktivitas mempunyai hubungan paling kuat dengan kejadian DBD diantara variabel lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat melakukan pencegahan dengan menggunakan obat anti nyamuk dan melakukan pencegahan di tempat kerja.

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 60 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Mahidol University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Ali MasyharAfiliasi tidak diketahui3
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang2
Shobiechah Aldillah WulandhariMahidol University2
Siti Lailatun NikmahAfiliasi tidak diketahui2
Syatriawan LaguraAfiliasi tidak diketahui2
Nadela JusticeaAfiliasi tidak diketahui2
Juniza Indah SetiawatiAfiliasi tidak diketahui2
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Ferry NurhandokoAfiliasi tidak diketahui1
Adinda Mayhana PramestiAfiliasi tidak diketahui1
Miftakhul JanahAfiliasi tidak diketahui1
Herry KoesyantoAfiliasi tidak diketahui1
Rita MartiwiAfiliasi tidak diketahui1
Sugiharto SugihartoAfiliasi tidak diketahui1
Miana Ciputra HandariAfiliasi tidak diketahui1
Diah Putri LestianiAfiliasi tidak diketahui1
Noviyani Dwi RaharjantiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Riezqiyah AfifahAfiliasi tidak diketahui1
Ardha Nur MajidaAfiliasi tidak diketahui1
Rizki OktavianiAfiliasi tidak diketahui1
Sinta Saadatun NikmahAfiliasi tidak diketahui1
Aliefta Rochma PrajaningtyastitiAfiliasi tidak diketahui1
Dwi AndrianiAfiliasi tidak diketahui1
Alfia Nur HayatiAfiliasi tidak diketahui1
Nurik FetianaAfiliasi tidak diketahui1
Putri Soviana IlfaAfiliasi tidak diketahui1
Rizky Eli MintariAfiliasi tidak diketahui1
Meila Himmatul 'UlyaAfiliasi tidak diketahui1
Ganis Kesuma WardaniAfiliasi tidak diketahui1
Laras WidyastutiAfiliasi tidak diketahui1
Putri FitasariAfiliasi tidak diketahui1
Santika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Wevri ApriliaAfiliasi tidak diketahui1
Shahrani Deviana AliAfiliasi tidak diketahui1
Safira Aufi FauziyahAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Azil MaskurAfiliasi tidak diketahui1
Nadhira Madania DimartiAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/HIGEIA/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang Tahun 2023</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Wahyuni, Dina</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Pawenang, Eram Tunggul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Determinant</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">DHF</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Tembalang District</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Kecamatan Tembalang merupakan kecamatan dengan kasus DBD tertinggi di Kota Semarang pada tahun 2022. Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang pada tahun 2023 sebanyak 49 kasus dengan 2 kasus kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian DBD di Kecamatan Tembalang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik dengan rancangan case-control. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024 dengan teknik wawancara dan observasi, analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan obat anti nyamuk (p-value 0,009, OR 5,4), tempat aktivitas (p-value 0,028, OR 6,333), keberadaan kawat kassa ventilasi (p-value 0,048, OR 3,143), dan pendidikan (p-value 0,040, OR 2,914) berhubungan dengan kejadian DBD, sedangkan keberadaan kontainer air tertutup tidak berhubungan dengan kejadian DBD. Penggunaan obat anti nyamuk dan tempat aktivitas mempunyai hubungan paling kuat dengan kejadian DBD diantara variabel lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat melakukan pencegahan dengan menggunakan obat anti nyamuk dan melakukan pencegahan di tempat kerja.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2026-10-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/HIGEIA/article/view/12790</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v9i1.12790</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol. 9 No. 1 (2025): January 2025; 81-90</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/HIGEIA/article/view/12790/11907</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>