Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Fenomena Kejadian Kehamilan Berisiko Berdasarkan Faktor Layanan Kesehatan dan Pendampingan Suami

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 9 No. 2 (2025) · hlm. 149–160

DOI
10.15294/higeia.v9i2.21745
ISSN
2541-5603, 2541-5581
Terbit
2025-04-26
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Pada tahun 2023, kejadian kehamilan berisiko di Indonesia mengalami kenaikan menjadi 23,5% yang sebelumnya 22,4% pada tahun 2020, yang mencakup usia hamil tidak ideal ( 34 tahun) serta memiliki anak >3. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan fenomena kejadian kehamilan berisiko berdasarkan faktor layanan kesehatan dan pendampingan suami. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional dan menggunakan pendekatan persebaran kejadian melalui pemetaan. Sampel didapatkan sebanyak 21.171 responden dari survei Kemenkes RI dengan pembobotan secara proportional to size dalam SKI 2023. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024-Januari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data dianalisis dengan analisis univariat dan analisis pemetaan secara overlay menggunakan software QGIS. Hasil analisis menggambarkan bahwa kejadian kehamilan berisiko ditemukan sebanyak 9.747 kejadian hamil berisiko yang mayoritas terdapat di Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, dan Pulau Nusa Tenggara. Angka kejadian kehamilan berisiko tertinggi ditemukan pada Provinsi Jawa Tengah sebanyak 940 kejadian (IR 4,44%).

Kata kunci

Jaringan kolaborasi para penulis

5 penulis · 4 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Wulan Istri HastariState University of Semarang1
Indra Dwi JayantiState University of Semarang1
Syarifah Kamalia Putri ArdhanaState University of Semarang1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/journals/HIGEIA/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 8 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en">Fenomena Kejadian Kehamilan Berisiko Berdasarkan  Faktor Layanan Kesehatan dan Pendampingan Suami</dc:title>
	<dc:creator xml:lang="en">Akbariandi, Robby</dc:creator>
	<dc:creator xml:lang="en">Fauzi, Lukman</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en">Kehamilan berisiko</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">Layanan kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en">pendampingan suami</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en">Pada tahun 2023, kejadian kehamilan berisiko di Indonesia mengalami kenaikan menjadi 23,5% yang sebelumnya 22,4% pada tahun 2020, yang mencakup usia hamil tidak ideal (&amp;lt;18 tahun dan &amp;gt;34 tahun) serta memiliki anak &amp;gt;3. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan fenomena kejadian kehamilan berisiko berdasarkan faktor layanan kesehatan dan pendampingan suami. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional dan menggunakan pendekatan persebaran kejadian melalui pemetaan. Sampel didapatkan sebanyak 21.171 responden dari survei Kemenkes RI dengan pembobotan secara proportional to size dalam SKI 2023. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024-Januari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data dianalisis dengan analisis univariat dan analisis pemetaan secara overlay menggunakan software QGIS. Hasil analisis menggambarkan bahwa kejadian kehamilan berisiko ditemukan sebanyak 9.747 kejadian hamil berisiko yang mayoritas terdapat di Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, dan Pulau Nusa Tenggara. Angka kejadian kehamilan berisiko tertinggi ditemukan pada Provinsi Jawa Tengah sebanyak 940 kejadian (IR 4,44%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/journals/HIGEIA/article/view/21745</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v9i2.21745</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025; 149-160</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>10.15294/higeia.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/journals/HIGEIA/article/view/21745/11917</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en">Copyright (c) 2026 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>