Jurnal
Stigma HIV/AIDS di Kalangan Tenaga Kesehatan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 9 No. 4 (2025) · hlm. 216–225
- ISSN
- 2541-5603, 2541-5581
- Terbit
- 2025-09-12
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Kasus HIV/AIDS di Aceh mencapai 1.641 pada 2024, dengan 176 kasus di Bireuen dan 11 penderita di UPTD Puskesmas Cot Ie Jue. Stigma diskriminatif dan sosial dari tenaga kesehatan (nakes) menjadi tantangan utama bagi ODHA, memengaruhi kualitas pelayanan. Penelitian kualitatif ini bertujuan memahami stigma HIV/AIDS di kalangan nakes UPTD Puskesmas Cot Ie Jue, Bireuen. Data diperoleh dari wawancara dan FGD dengan 25 informan (dokter, perawat, bidan, dll.) pada Januari 2025, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan stigma nakes dipicu kurangnya pengetahuan dan pandangan keliru tentang penularan dan dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan stigma nakes dipicu kurangnya pengetahuan dan pandangan keliru tentang penularan dan dampaknya. Stigma ini menimbulkan kecemasan dan ketidaknyamanan dalam pelayanan, berujung pada sikap diskriminatif, penghindaran, dan rendahnya empati. Pemahaman pasien tentang pentingnya terapi ARV dan efek samping obat juga masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan berkelanjutan mengenai HIV/AIDS (penularan, pencegahan, pengobatan, perawatan) serta pelatihan komunikasi efektif sangat krusial untuk meningkatkan pengetahuan nakes dan memastikan interaksi yang empatik, bebas stigma, dan suportif dengan pasien. Abstract HIV/AIDS cases in Aceh reached 1,641 in 2024, with 176 cases in Bireuen and 11 patients at Cot Ie Jue Community Health Center (UPTD Puskesmas). Discriminatory and social stigma from healthcare workers (HCWs) poses a major challenge for People Living with HIV/AIDS (PLHIV), affecting service quality. This qualitative study aimed to understand HIV/AIDS stigma among HCWs at UPTD Puskesmas Cot Ie Jue, Bireuen. Data were collected from interviews and Focus Group Discussions (FGDs) with 25 informants (doctors, nurses, midwives, etc.) in January 2025, analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. Results show HCW stigma is driven by a lack of knowledge and misconceptions about HIV transmission and its impact. This stigma causes anxiety and discomfort in providing care, leading to discriminatory attitudes, avoidance, and low empathy. Patient understanding of ARV therapy importance and side effects also remains a challenge. Therefore, continuous education and training on HIV/AIDS (transmission, prevention, treatment, care), along with effective communication training, are crucial to enhance HCWs' knowledge and ensure empathetic, stigma-free, and supportive interactions with patients.
Kata kunci
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 134 tautan kepenulisan bersama · 1 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- University of Singaperbangsa Karawang
- Tadulako University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Abdul Samad Usman | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| A. Samad Usman | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Karwita Mustopa | University of Singaperbangsa Karawang | 1 |
| Egi Nuraliansyah | University of Singaperbangsa Karawang | 1 |
| Andi Alimuddin Unde | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Leni Liana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Farrah Fahdhienie | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Busori Sunaryo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bayu Kharisma | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Putri Novita Sinambela | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Novi Briliyanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Vita Erika Pratiwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sendy Aristiana Supriatna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ahmad Tito Nugroho | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Aswadi Jaya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Evi Rosmiyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tursina Ratu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurhaerunnisah Nurhaerunnisah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Musahrain Musahrain | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Ali | Tadulako University | 1 |
| Nurul Afifah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Indra Jaya | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| M Amin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fajar Afrianto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Roma Aprihen | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Riski Maulana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hanif Naufal Zuhdi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Elwita Febrinola | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sindy Kirara | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mella Astika | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yulia Putri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yusri M. Daud | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Farhan Al-Ghifary | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| misnan misnan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhibuddin Hanafiah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.