Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Kondisi Sanitasi Lingkungan Kolam Renang, Kadar Sisa Khlor, dan Keluhan Iritasi Mata

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 1 No. 1 (2017) · hlm. 89–95

ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2017-05-09
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Kondisi sanitasi lingkungan dan kualitas air kolam renang merupakan aspek penting yang harus dikelola untuk mencegah penyebaran bibit penyakit dan gangguan kesehatan di lingkungan kolam renang. Sisa khlor dalam air kolam renang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme patogen namun jika kadarnya berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi perenang seperti keluhan iritasi mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan kolam renang, kadar sisa khlor, dan keluhan iritasi mata pada perenang di beberapa kolam renang umum Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 orang yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan di kolam renang lokasi penelitian telah memenuhi syarat, namun kadar sisa khlor tidak memenuhi syarat sesuai standar Permenkes RI No.416 tahun 1990. Jumlah reponden yang mengalami keluhan iritasi mata setelah berenang sebanyak 56 orang. Pengguna kolam renang disarankan untuk menghindari kebiasaan buruk seperti buang air kecil sembarangan di dalam kolam renang dan disarankan untuk menggunakan kacamata renang sewaktu malakukan aktivitas berenang untuk menghindari gangguan iritasi mata akibat kontak dengan air kolam renang. Kata Kunci: Sanitasi lingkungan kolam renang, kadar sisa khlor, keluhan iritasi mata Environmental sanitation and quality of the pool water is an important subject that must be managed to prevent the spread of germs and illness in the pools area. Residual chlorine in the pool water is needed to kill the pathogens, but its excessive levels can cause health problems for swimmers. The purpose of this study was to determine the sanitary condition of the pool environment, the levels of residual chlorine, and complaints of eye irritation in swimmers in several public swimming pools in Semarang. This study used a cross-sectional research design. The total sample in this research were 85 people who were determined by proportional random sampling technique. The results showed that condition of the pool environment in the research location had been eligible, but the levels of residual chlorine was not eligible according to the standards of Permenkes RI No.416 Tahun 1990. The total of respondents who had complaints of eye irritation after swimming were 56 people. The swimmers was suggested to avoid bad behavior such as pee carelessly in the pool and should have used goggles during swimming to avoid eye irritation after contact with the pool water. Keyword: environmental sanitation pools, levels of residual chlorine, eye irritation complaints

Jaringan kolaborasi para penulis

21 penulis · 25 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Imaduddin Zaid HarviyantoAfiliasi tidak diketahui1
Galuh Nita PrameswariAfiliasi tidak diketahui1
Titik Nur IdayaniAfiliasi tidak diketahui1
Fitriyana FitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Dyah Mahendrasari SukendraAfiliasi tidak diketahui1
Halimah Tri UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Rahina Esti NirwanaAfiliasi tidak diketahui1
Dewi Latifatul JanahAfiliasi tidak diketahui1
Adzillatin 'Alal Mu'miniinaAfiliasi tidak diketahui1
Nurur RosidaAfiliasi tidak diketahui1
Irwan BudionoAfiliasi tidak diketahui1
Rengganis PrisklatiwiAfiliasi tidak diketahui1
Ani Fatkhi RizkiAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad AzinarAfiliasi tidak diketahui1
Veronica Prila ArlindaAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Sholikhatul AddawiyahAfiliasi tidak diketahui1
Miftah FatmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Dyah Ayu Bunga PrihastutiAfiliasi tidak diketahui1
Claudia Ratna AngelinaAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kondisi Sanitasi Lingkungan Kolam Renang, Kadar Sisa Khlor, dan Keluhan Iritasi Mata</dc:title>
	<dc:creator>Rozanto, Novan Esma</dc:creator>
	<dc:creator>Windraswara, Rudatin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kondisi sanitasi lingkungan dan kualitas air kolam renang merupakan aspek penting yang harus dikelola untuk mencegah penyebaran bibit penyakit dan gangguan kesehatan di lingkungan kolam renang. Sisa khlor dalam air kolam renang diperlukan untuk membunuh mikroorganisme patogen namun jika kadarnya berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi perenang seperti keluhan iritasi mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan kolam renang, kadar sisa khlor, dan keluhan iritasi mata pada perenang di beberapa kolam renang umum Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 orang yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan di kolam renang lokasi penelitian telah memenuhi syarat, namun kadar sisa khlor tidak memenuhi syarat sesuai standar Permenkes RI No.416 tahun 1990. Jumlah reponden yang mengalami keluhan iritasi mata setelah berenang sebanyak 56 orang. Pengguna kolam renang disarankan untuk menghindari kebiasaan buruk seperti buang air kecil sembarangan di dalam kolam renang dan disarankan untuk menggunakan kacamata renang sewaktu malakukan aktivitas berenang untuk menghindari gangguan iritasi mata akibat kontak dengan air kolam renang.
Kata Kunci: Sanitasi lingkungan kolam renang, kadar sisa khlor, keluhan iritasi mata
Environmental&amp;nbsp; sanitation&amp;nbsp; and&amp;nbsp; quality&amp;nbsp; of&amp;nbsp; the&amp;nbsp; pool&amp;nbsp; water&amp;nbsp; is&amp;nbsp; an&amp;nbsp; important&amp;nbsp; subject&amp;nbsp; that&amp;nbsp; must&amp;nbsp; be managed to prevent the spread of germs and illness in the pools area. Residual chlorine in the pool water&amp;nbsp; is&amp;nbsp; needed&amp;nbsp; to&amp;nbsp; kill&amp;nbsp; the&amp;nbsp; pathogens,&amp;nbsp; but&amp;nbsp; its&amp;nbsp; excessive&amp;nbsp; levels&amp;nbsp; can&amp;nbsp; cause&amp;nbsp; health&amp;nbsp; problems&amp;nbsp; for&amp;nbsp; swimmers.&amp;nbsp; The&amp;nbsp; purpose&amp;nbsp; of&amp;nbsp; this&amp;nbsp; study&amp;nbsp; was&amp;nbsp; to&amp;nbsp; determine&amp;nbsp; the&amp;nbsp; sanitary&amp;nbsp; condition&amp;nbsp; of&amp;nbsp; the&amp;nbsp; pool environment,&amp;nbsp; the&amp;nbsp; levels&amp;nbsp; of&amp;nbsp; residual&amp;nbsp; chlorine,&amp;nbsp; and&amp;nbsp; complaints&amp;nbsp; of&amp;nbsp; eye&amp;nbsp; irritation&amp;nbsp; in&amp;nbsp; swimmers&amp;nbsp; in&amp;nbsp; several public swimming pools in Semarang. This study used a cross-sectional research design. The&amp;nbsp; total&amp;nbsp; sample&amp;nbsp; in&amp;nbsp; this&amp;nbsp; research&amp;nbsp; were&amp;nbsp; 85&amp;nbsp; people&amp;nbsp; who&amp;nbsp; were&amp;nbsp; determined&amp;nbsp; by&amp;nbsp; proportional&amp;nbsp; random sampling&amp;nbsp; technique.&amp;nbsp; The&amp;nbsp; results&amp;nbsp; showed&amp;nbsp; that&amp;nbsp; condition&amp;nbsp; of&amp;nbsp; the&amp;nbsp; pool&amp;nbsp; environment&amp;nbsp; in&amp;nbsp; the&amp;nbsp; research&amp;nbsp; location&amp;nbsp; had&amp;nbsp; been&amp;nbsp; eligible,&amp;nbsp; but&amp;nbsp; the&amp;nbsp; levels&amp;nbsp; of&amp;nbsp; residual&amp;nbsp; chlorine&amp;nbsp; was&amp;nbsp; not&amp;nbsp; eligible&amp;nbsp; according&amp;nbsp; to&amp;nbsp; the&amp;nbsp; standards of Permenkes RI No.416 Tahun 1990. The total of respondents who had complaints of&amp;nbsp; eye irritation after swimming were 56 people. The swimmers was suggested to avoid bad&amp;nbsp; behavior such&amp;nbsp; as&amp;nbsp; pee&amp;nbsp; carelessly&amp;nbsp; in&amp;nbsp; the&amp;nbsp; pool&amp;nbsp; and&amp;nbsp; should&amp;nbsp; have&amp;nbsp; used&amp;nbsp; goggles&amp;nbsp; during&amp;nbsp; swimming&amp;nbsp; to&amp;nbsp; avoid&amp;nbsp; eye irritation after contact with the pool water.
Keyword: environmental sanitation&amp;nbsp; pools, levels of residual chlorine, eye irritation complaints
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/13990</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA; 89-95</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/13990/7646</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>