Jurnal
Efektivitas Terapi Slow Deep Breathing (SDB) terhadap Tingkat Kontrol Asma
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 1 No. 1 (2017) · hlm. 36–42
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2017-05-09
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Asma Bronkial adalah kelainan yang berupa inflamasi kronik saluran pernapasan yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang ditandai dengan gejala episodik berulang berupa mengi, batuk, sesak napas dan rasa berat didada. Data tahun 2015 BKPM Wilayah Semarang periode bulan Januari-Juli penderita asma sebanyak 299 orang. Upaya yang dilakukan dalam pengontrolan asma selain pengendalian faktor pemicu adalah dengan cara pemberian terapi napas slow deep breathing sebagai terapi tambahan asma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan tingkat kontrol asma pada penderita asma bronkial persisten sedang. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive dengan sampel 15 orang pada masing-masing kelompok eksperimen dan kontrol. Dari hasil analisis penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan bermakna antara selisih skor pretest dan posttest ACT (p=0,001), nilai APE (p=0,004), variasi harian APE (p=0,005), efek samping obat (p=0,010) dan kunjungan ke UGD (p=0,038) antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah pemberian terapi slow deep breathing efektif untuk peningkatan kontrol asma pada penderita asma bronkial persisten sedang. Saran bagi penderita asma diharapkan dapat melaksanakan dan melanjutkan intervensi dengan cara melakukan terapi SDB secara mandiri dirumah. Kata Kunci: Asma Bronkial, Terapi slow deep breathing, Tingkat Kontrol Asma Bronchial asthma is a abnormality such as inflammatory (inflammation) chronic hyperactivity of the airways that causes the bronchi to various stimuli. Data of year 2015 BKPM Semarang the periode from January to July noted that asthmatics reached 299 people. Efforts that can be taken to controlling asthma in addition to controlling the trigger factor is by way of slow deep breathing breathing therapy as adjunctive therapy of asthma. The purpose of this research was to increase the level of asthma control in patients with moderate persistent bronchial asthma. This research is a quasi-experimental design with nonequivalent control group design. The sampling technique used was purposive with a sample of 15 people on each of the experimental and control groups. The result showed that where was a significant differences between the difference scores pretest and posttest ACT (p = 0.001), the value of APE (p = 0.004), daily variation APE (p=0,005), drug side effect (p = 0.010) and visit to the emergency unit (p = 0.038), between the experimental group and control group. This research conclution was slow deep breathing therapy effective for improving asthma control in patients with moderate persistent bronchial asthma. Keywords: Bronchial Asthma, Slow Deep Breathing Therapy, Level of Asthma Control
Jaringan kolaborasi para penulis
24 penulis · 46 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| RR. Sri Ratna Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Oktia Woro Kasmini Handayani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Saniya Ilma Arifa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hanif Pandu Suhito | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dina Nur Anggraini Ningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sholikun Sholikun | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nintorio Vieira Fernandes | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Lissa Utami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fitri Indrawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Trinanda Agustina Sapta Ningrum | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Irwan Budiono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Yuni Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lukman Fauzi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfiana Ainun Nisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tandiyo Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widya Hary Cahyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dhea Istiva Ayu | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bambang Budi Raharjo | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anastasia Kinanti Sekar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Meilinda Ayu Saputri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arulita Ika Fibriana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhamad Zakki Saefurrohim | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.