Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Karakteristik Sumur Gali dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 1 No. 1 (2017) · hlm. 8–14

ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2017-05-08
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di Tempat Penampungan Air (TPA) dapat dipengaruhi beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sumur gali yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah sumur gali yang berada di RW 01 Kelurahan Bendan Ngisor yang berjumlah 123 sumur gali dan diperoleh 86 sampel. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara letak sumur gali (p=0,020), keberadaan penutup sumur gali (p=0,021), tinggi air permukaan (p=0,036), bahan dinding sumur gali (p=0,033), pH sumur gali (p=0,017), pencahayaan (p=0,037) dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti, dan tidak ada hubungan antara kedalaman (p=0,349), penggunaan (p=0,271), kejernihan air (p=0,573), keberadaan tanaman (p=1,000) dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Saran, meningkatkan sanitasi sumur gali untuk mencegah nyamuk dapat berkembang biak. Kata kunci: Sumur gali, Jentik, Aedes aegypti The larvae exitence in a place of collecting and saving water were influenced by some factors. The purpose of this study determined the characteristics of dug wells that could potentially become a breeding Aedes aegypti mosquito in Bendan Ngisor Village Gajahmungkur Subdistrict Semarang City, 2015. This type of research was explanatory research which using cross sectional approach. The population of this research were dug wells around the RW 01 Bendan Ngisor Village amount 123 dug wells and 86 samples. Simple Random Sampling was used to collecting the samples. The results showed that there were significant value for the variables location (p=0,020), the presence of surface cover (p=0,021), the presence of high water (p=0,036), material wall (p=0,033), pH (p=0,017), lighting (p=0,037) which there were a relationship with the presence of Aedes aegypti larvae. While for the variables depth (p=0,349), use (p=0,271), water purity (p=0,573), the plants (p=1,000) did not affect the presence of Aedes aegypti larvae in dug wells. Suggestions, improving dug wells sanitasion to prevent larvae growth. Keywords: Dug wells, larvae, Aedes aegypti

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 60 tautan kepenulisan bersama · 3 lintas organisasi · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Mahidol University
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Ali MasyharAfiliasi tidak diketahui3
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang2
Syatriawan LaguraAfiliasi tidak diketahui2
Nadela JusticeaAfiliasi tidak diketahui2
Juniza Indah SetiawatiAfiliasi tidak diketahui2
Sofwan IndarjoState University of Semarang1
Shobiechah Aldillah WulandhariMahidol University1
Soraya Isfandiary IskandarAfiliasi tidak diketahui1
Samsu AryantoAfiliasi tidak diketahui1
Bayu Satria WiratamaAfiliasi tidak diketahui1
Dina WahyuniAfiliasi tidak diketahui1
Yuni WijayantiAfiliasi tidak diketahui1
Ferry NurhandokoAfiliasi tidak diketahui1
Adinda Mayhana PramestiAfiliasi tidak diketahui1
Herry KoesyantoAfiliasi tidak diketahui1
Rita MartiwiAfiliasi tidak diketahui1
Sugiharto SugihartoAfiliasi tidak diketahui1
Miana Ciputra HandariAfiliasi tidak diketahui1
Diah Putri LestianiAfiliasi tidak diketahui1
Noviyani Dwi RaharjantiAfiliasi tidak diketahui1
Nur Riezqiyah AfifahAfiliasi tidak diketahui1
Ardha Nur MajidaAfiliasi tidak diketahui1
Rizki OktavianiAfiliasi tidak diketahui1
Sinta Saadatun NikmahAfiliasi tidak diketahui1
Aliefta Rochma PrajaningtyastitiAfiliasi tidak diketahui1
Dwi AndrianiAfiliasi tidak diketahui1
Alfia Nur HayatiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Lailatun NikmahAfiliasi tidak diketahui1
Nurik FetianaAfiliasi tidak diketahui1
Putri Soviana IlfaAfiliasi tidak diketahui1
Rizky Eli MintariAfiliasi tidak diketahui1
Meila Himmatul 'UlyaAfiliasi tidak diketahui1
Ganis Kesuma WardaniAfiliasi tidak diketahui1
Laras WidyastutiAfiliasi tidak diketahui1
Putri FitasariAfiliasi tidak diketahui1
Santika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Wevri ApriliaAfiliasi tidak diketahui1
Shahrani Deviana AliAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik Sumur Gali dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti</dc:title>
	<dc:creator>Janah, Miftakhul</dc:creator>
	<dc:creator>Pawenang, Eram Tunggul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di Tempat Penampungan Air (TPA) dapat dipengaruhi beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sumur gali yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah sumur gali yang berada di RW 01 Kelurahan Bendan Ngisor yang berjumlah 123 sumur gali dan diperoleh 86 sampel. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara letak sumur gali (p=0,020), keberadaan penutup sumur gali (p=0,021), tinggi air permukaan (p=0,036), bahan dinding sumur gali (p=0,033), pH sumur gali (p=0,017), pencahayaan (p=0,037) dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti, dan tidak ada hubungan antara kedalaman (p=0,349), penggunaan (p=0,271), kejernihan air (p=0,573), keberadaan tanaman (p=1,000) dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Saran, meningkatkan sanitasi sumur gali untuk mencegah nyamuk dapat berkembang biak. &amp;nbsp;
Kata kunci: Sumur gali, Jentik, Aedes aegypti
The larvae exitence in a place of collecting and saving water were influenced by some factors. The purpose of this study determined the characteristics of dug wells that could potentially become a breeding Aedes aegypti mosquito in Bendan Ngisor Village Gajahmungkur Subdistrict Semarang City, 2015. This type of research was explanatory research which using cross sectional approach. The population of this research were dug wells around the RW 01 Bendan Ngisor Village amount 123 dug wells and 86 samples. Simple Random Sampling was used to collecting the samples. The results showed that there were significant value for the variables location (p=0,020), the presence of surface cover (p=0,021), the presence of high water (p=0,036), material wall (p=0,033), pH (p=0,017), lighting (p=0,037) which there were a relationship with the presence of Aedes aegypti larvae. While for the variables depth (p=0,349), use (p=0,271), water purity (p=0,573), the plants (p=1,000) did not affect the presence of Aedes aegypti larvae in dug wells. Suggestions, improving dug wells sanitasion to prevent larvae growth. 
Keywords: Dug wells, larvae, Aedes aegypti </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2017-05-08</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/14000</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA; 8-14</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/14000/7642</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2017 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>