Jurnal
Lingkungan Tempat Perindukan Nyamuk Culex quinquefasciatus di Sekitar Rumah Penderita Filariasis
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 1 No. 2 (2017) · hlm. 131–140
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2017-05-09
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Kota Pekalongan adalah salah satu kota di Jawa Tengah dengan banyak penderita filariasis (Mf rate 3,8%). Puskesmas Jenggot merupakan puskesmas dengan kasus terbanyak. Culex quinquefasciatus merupakan nyamuk yang mempunyai kepadatan populasi tertinggi. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai gambaran lingkungan tempat perindukan nyamuk Culex quinquefasciatus di sekitar rumah penderita filariasis. Jenis dan rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi dan sampel adalah seluruh penderita filariasis di wilayah kerja Puskesmas Jenggot berdasarkan Survey Darah Jari tahun 2016 dengan jumlah 21 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebanyak 42,9% rumah responden terdapat genangan air dan berjarak 0100 meter dari rumahnya. Sebanyak 100% rumah responden terdapat sungai dengan jarak 0-100 meter dan airnya mengalir. Sungai yang ada sampahnya terdapat di 76,2% rumah responden. Sebanyak 66,7 % rumah responden terdapat bekas potongan bambu di sekitar rumahnya dengan jarak 0-100 meter. Sebanyak 66,7% rumah responden terdapat selokan di sekitar rumahnya dengan kondisi terbuka. Kondisi selokan yang terdapat sampah sebanyak 57,1%. Air selokan tidak mengalir di 47,6 % rumah responden. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tempat perindukan yang paling banyak disukai oleh nyamuk adalah bekas potongan bambu. Kata Kunci: filariasis, lingkungan, tempat perindukan, Culex quinquefasciatus Pekalongan is one of the cities in Central Java with a lot case of filariasis (Mf rate of 3.8%). Puskesmas Jenggot is a health center with a lot of cases. Culex quinquefasciatus is mosquito which has the highest population density. This research was conducted to obtain information on the environment of Culex quinquefasciatus mosquito breeding sites around the home filariasis sufferers. The type and design of this research is descriptive quantitative with survey method. The sample population was all patients with filariasis in Puskesmas Jenggot with the number of 21 people. The results of this study are 42,9% respondents there’s puddle of water with a distance of 0-100 meters. A total of 100% respondents there’s a river with a distance of 0-100 meters, the water flows, and waste contained at 76.2% of respondent houses. A total of 66.7% respondents, there’re pieces of bamboo with a distance of 0-100 meters. A total of 66,7% respondents, there’re gutters around the house with an open condition. Conditions contained gutter trash are 57,1%. Sewer water is not flowing in the house 47,6% of respondents. The conclusion in this research is breeding place which most like by mosquitos is a pieces of bamboo. Keywords: filariasis, environment, breeding, Culex quinquefasciatus
Jaringan kolaborasi para penulis
21 penulis · 25 tautan kepenulisan bersama
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Novan Esma Rozanto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Galuh Nita Prameswari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Titik Nur Idayani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fitriyana Fitriyana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dyah Mahendrasari Sukendra | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Halimah Tri Utami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rahina Esti Nirwana | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dewi Latifatul Janah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Adzillatin 'Alal Mu'miniina | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurur Rosida | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Irwan Budiono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rengganis Prisklatiwi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ani Fatkhi Rizki | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Muhammad Azinar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Veronica Prila Arlinda | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annisa Sholikhatul Addawiyah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Miftah Fatmawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dyah Ayu Bunga Prihastuti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Claudia Ratna Angelina | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.