Jurnal
Analisis Spasial Faktor Lingkungan dan Distribusi Kasus Demam Berdarah Dengue
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 1 No. 3 (2017) · hlm. 106–116
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2017-08-04
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan di Temanggung. Kasus DBD di 3 desa endemis DBD di Sidorejo, Walitelon Selatan, dan Banyuurip Temanggung tinggi dengan IR 54,81% di tahun 2015, sehingga diperlukan analisis spasial untuk mengetahui persebaran DBD dan faktor risiko penularan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis spasial faktor lingkungan pada distribusi kasus DBD di desa endemis DBD. Jenis penelitian ini adalah observasional, dengan desain cross sectional, melibatkan 49 sampel. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Pengambilan titik koordinat menggunakan GPS. Analisis penelitian dengan menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Hasil perhitungan analisis spasial ANN menunjukkan bahwa pola kasus DBD di 3 desa endemis tersebut berkelompok dengan indeks jarak 56,77 meter, 58,55 meter, dan 96,29 meter. Terdapat kasus DBD di buffer zone 100 meter, 500 meter dan 1000 meter keberadaan tempat umum. Sebanyak 83,68% kasus DBD tidak melaksanakan Pemeriksaan Jentik Rutin secara rutin. Sebanyak 61,33% kasus DBD memiliki mobilitas keluar desa. Kesimpulan dalam penelitian ini distribusi kasus DBD memiliki keterkaitan secara spasial dan dapat menggambarkan persebaran kasus DBD berkaitan dengan faktor lingkungannya. Kata kunci: Analisis Spasial, DBD, Faktor Lingkungan Dengue hemorrhagic disease (DHF) is health problem in Temanggung. DHF cases in 3 DHF in Sidorejo, Walitelon Selatan and Banyuurip were high with IR 54,81%, therefore spatial analysis needed to determine the spread of DHF cases and risk factors for DBD transmission. This study aims to determine spatial analysis of environmental factors on the distribution of dengue cases in endemis village of DHF. Type of this study was observational, with cross sectional design, involving 49 samples. Sampling technique by total sampling. ANN spatial analysis results show the pattern of DHF cases in 3 DHF endemic villages are clustered with 56.77, 58.55, and 96.29 meters. Dengue cases in the buffer zone 100, 500, 1000 meters of public places. As many as 83.68% of dengue cases don’tt carry out periodic larvae examination according to standard. Total of 61.33% of dengue cases have mobility out of village, 67% cases mobility access out of house. The conclusion is distribution of dengue has spatially correlated and can illustrate the spread of DHF cases related to environmental factors. Keywords: Spatial Analysis, DHF, Environmental Factor
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 130 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Fitri Indrawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Luqman Alwi | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Diah Rahmah Permatasari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Aufiena Nur Ayu Merzistya | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Ari Yuniastuti | State University of Semarang | 2 |
| Palgunadi Palgunadi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annisa Aulia Savitri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ikhsan Ramadhan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Jacklyn Mahardeka Putri Sherman | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nasywa Vebhe Pranandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widya Kusuma Wardhani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Jemima Pradipta Apituley | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Dini Eka Anggraeni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfina Dewi Nugrahany | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Devi Triandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Evi Widowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Al Asyhar Aahyu Azady | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anisa Yulia Nafsi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Siyam | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lukman Fauzi | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Maulina Istighfaroh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Retno Wulandari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eky Fadhildansyah Azhar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nur Wahidah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sumarti Sumarti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Legal Yuniar Sabrina | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Amilaa Rodhiyana Zaen | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Lintang Wening Ing Tyas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sultan Aulia Rahmat | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Asyifa Rahma Trisnaningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fania Rizky Ramadiani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nadiya Arawinda Andar | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| A Made Dea Rona Almas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Salsabila Kinaya Pranindita Lala | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Hima Sakina Firdhausy | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Amelia Fitra Khasanah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Zahrotun Nisak | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Atika Aulia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.