Jurnal
Perkembangan Aedes aegypti pada Berbagai Kondisi Ph Air dan Salinitas Air
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 1 No. 3 (2017) · hlm. 1–10
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2017-08-04
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama virus dengue. Pertumbuhan dan perkembangan nyamuk Aedes aegypti didukung oleh beberapa karakteristik lingkungan seperti kondisi lingkungan fisik, kimia, dan biologi. Perlu dilakukan studi untuk mempelajari sifat adaptasi nyamuk Aedes aegypti pada berbagai kondisi lingkungan untuk menekan laju pertumbuhan nyamuk. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancangan posttest only control group design. Sampel penelitian adalah betina gravid I dan larva Instar II. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil pengamatan oviposisi nyamuk dengan persentase tertinggi yaitu pH 9 (22,75%) dan terendah yaitu pH 4 (5,93%). Persentase perkembangan larva tertinggi pada pH 9 (83,33%) dan terendah pada pH 4 (40,83%). Oviposisi tertinggi untuk salinitas air yaitu 5 gr/l (23,52%) dan terendah 18 gr/l (6,68%). Perkembangan larva terjadi pada 4 gr/l (74,16%), 5 gr/l (73,33%), dan 6 gr/l (49,16%). Simpulan, Aedes aegypti dapat melakukan oviposisi pada pH air 3 – 10 dan salinitas air 0 gr/l – 22 gr/l dalam penelitian. Perkembangan larva hanya terjadi pada pH air 4 – 10 dan salinitas air 0 gr/l – 6 gr/ Kata kunci: Aedes aegypti, pH, salinitas, pengembangan Aedes aegypti mosquito is the main vector of dengue virus. The growth and development of Aedes aegypti mosquitoes is supported by several environmental characteristics such as physical, chemical, and biological environment conditions. It was necessary to study the adaptation of mosquitoes in various environmental conditions to suppress the growth rate of mosquitoes. This type of research was purely experimental, with a posttest only control group design. The sample of this study were female gravid I and larvae Instar II. Data analysis used univariate analysis. Result of female gravid I mosquitoes oviposition observation were the highest percentage was pH 9 (22,75%) and lowest was pH 4 (5,93%). The highest percentage of larval development occurred at pH 9 (83,33%) and the lowest larval development percentage was at pH 4 (40,83%). Female mosquito ovipositor with highest percentage was at concentration 5 gr/l (23,52%) and lowest was at concentration 18 gr/l (6,68%). The development of larvae in salinity water could occur at 4 gr/l (74,16%), 5 gr/l (73,33%), and 6 gr/l (49,16%). The conclusion is Aedes aegypti could do oviposition their eggs in several of pH water between 3 – 10 and salinity water 0 gr/l – 22 gr/l. The development of larvae only happened in pH water 4 – 10 and sainity water 0 gr/l – 6 gr/l. Keywords: Aedes aegypti, pH, salinity, development
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 91 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Diponegoro University
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Oktia Woro Kasmini Handayani | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Intan Zainafree | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Nur Siyam | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Dina Nur Anggraini Ningrum | Afiliasi tidak diketahui | 4 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Evi Widowati | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Ari Yuniastuti | State University of Semarang | 3 |
| Yuni Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Wandah Wibawanto | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Natalia Desy Putriningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Margareta Rahayuningsih | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Russiska Russiska | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Hanif Pandu Suhito | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sri Ratna Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Casmuti Casmuti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Eko Farida | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Selvia Mayka Syahputri | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Karima Jafina Azka Anjali | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Agus Riyanto | Diponegoro University | 1 |
| Devita Uzlah Sibarani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ika Utami | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Arum Siwiendrayanti | State University of Semarang | 1 |
| Siti Ainun Nadhiroh | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Eka Radiyani Oktavia | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fatehah Rahma Agustin | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nandito Mapian Magai | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sigit Ambar Widyawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ni'mal Muna | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mirnawati Mirnawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurfitriani Nurfitriani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Febriana Maya Zulfiarini | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Merlinda Permata Sari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tika Maelani | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Karnowo Hasan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Tri Wahyuni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Susi Nuryanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Habibah Yulia Resti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Annisa Pramitasari | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.