Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Pengaruh Ekstrak Bunga Krisan (Chrysanthemum cinerariaefolium) terhadap Fekunditas dan Fertilitas Aedes aegypti

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 1 (2018) · hlm. 161–170

ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2018-02-01
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Aedes aegypti adalah vektor utama Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan dengan angka insidensi mencapai 65,7/100.000 penduduk. Alternatif pengendalian vektor yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan adalah penggunaan insektisida alternatif. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bunga krisan (Chrysanthemum cinerariaefolim) terhadap fekunditas dan fertilitas Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancangan posttest only control group design dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak sebesar 0,05%, 0,1%, 0,2% dan kontrol (akuades) dengan enam kali pengulangan. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal wallis dengan tingkat kesalahan sebesar p<0,05. Hasil uji statistik Kruskal wallis fekunditas dan fertilitas p=0,001 menunjukkan bahwa ada perbedaan angka fekunditas dan fertilitas Aedes aegypti setelah diberi ekstrak bunga krisan. Konsentrasi 0,2% paling berpengaruh dengan rata-rata fekunditas 6 butir/betina, persentase penurunan fekunditas 87,5% dan rata-rata fertilitas 11,10%. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian variasi ekstrak bunga krisan dalam menurunkan angka fekunditas dan fertilitas Aedes aegypti. Abstract Aedes aegypti was the main vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) with incidence rate of 65.7/100.000 population. An alternative solution to control the vector which did not cause environmental pollution was alternative insecticides. This study was condiucted in 2017. This study aims to determine the effect chrysanthemum extract (Chrysanthemum cinerariaefolium) to Aedes aegypti’s fecundity and fertility. This was a pure experimental research, using posttest only control group design with 3 variations of concentration extract 0,05%, 0,1%, 0,2% and control (aquadest) with six-time repetitions.The data analysis was conducted by Kruskal wallis test with p <0,05 error level. The result of Kruskal wallis fecundity and fertility test p = 0,001 showed that there was difference between fecundity and fertility number of Aedes aegypti after it was given with chrysanthemum extract. The 0.2% concentration was most influential, with an average fecundity of 6 grains/females, percentage of fecundity decrease of 87.5% and an average fertility of 11.10%. The conclusion of this research was that the giving of chrysanthemum extract variations affect the number of Aedes aegypti’s fecundity and fertility. Keyword: Chrysanthemum extract, Fecundity, Fertility

Jaringan kolaborasi para penulis

31 penulis · 51 tautan kepenulisan bersama

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui3
Jayanti Evananda FebrianAfiliasi tidak diketahui2
Yunita Dyah Puspita SantikAfiliasi tidak diketahui2
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui2
Anisa FitriInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Arvia Dhitya MaharhaniAfiliasi tidak diketahui2
Devita Uzlah SibaraniAfiliasi tidak diketahui1
Sherly GusnawanAfiliasi tidak diketahui1
Hermi Nur LaelaAfiliasi tidak diketahui1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Fitriana PuspitaraniAfiliasi tidak diketahui1
Fitriyana FitriyanaAfiliasi tidak diketahui1
Rudatin WindraswaraAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Arum Kartika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Atiya InayahAfiliasi tidak diketahui1
Siti Yuliana SyafriatiAfiliasi tidak diketahui1
Nila KusumawatiAfiliasi tidak diketahui1
Aswi Nur SyahbaniAfiliasi tidak diketahui1
Ragil AndrianiAfiliasi tidak diketahui1
Isnaini Alfazcha ZukhrufAfiliasi tidak diketahui1
Azizah Nur AbdillahAfiliasi tidak diketahui1
Afifah Maulidia Az Zahro'Afiliasi tidak diketahui1
Dela Putri WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Nanda Putri DewantiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Lailatin NasifahAfiliasi tidak diketahui1
Ella Wahyu IrawanAfiliasi tidak diketahui1
Erna Zuliana MuanifahAfiliasi tidak diketahui1
Intan Tasya Az ZahraAfiliasi tidak diketahui1
Dwi Salsabilla PutriAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Ekstrak Bunga Krisan (Chrysanthemum cinerariaefolium) terhadap Fekunditas dan Fertilitas Aedes aegypti</dc:title>
	<dc:creator>Isnaningsih, Isnaningsih</dc:creator>
	<dc:creator>Sukendra, Dyah Mahendrasari</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Aedes aegypti adalah vektor utama Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan dengan angka insidensi mencapai 65,7/100.000 penduduk. Alternatif pengendalian vektor yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan adalah penggunaan insektisida alternatif. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bunga krisan (Chrysanthemum cinerariaefolim) terhadap fekunditas dan fertilitas Aedes aegypti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan rancangan posttest only control group design dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak sebesar 0,05%, 0,1%, 0,2% dan kontrol (akuades) dengan enam kali pengulangan. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal wallis dengan tingkat kesalahan sebesar p&amp;lt;0,05. Hasil uji statistik Kruskal wallis fekunditas dan fertilitas p=0,001 menunjukkan bahwa ada perbedaan angka fekunditas dan fertilitas Aedes aegypti setelah diberi ekstrak bunga krisan. Konsentrasi 0,2% paling berpengaruh dengan rata-rata fekunditas 6 butir/betina, persentase penurunan fekunditas 87,5% dan rata-rata fertilitas 11,10%. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian variasi ekstrak bunga krisan dalam menurunkan angka fekunditas dan fertilitas Aedes aegypti.
&amp;nbsp;Abstract
Aedes aegypti was the main vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) with incidence rate of 65.7/100.000 population. An alternative solution to control the vector which did not cause environmental pollution was alternative insecticides. This study was condiucted in 2017. This study aims to determine the effect chrysanthemum extract (Chrysanthemum cinerariaefolium) to Aedes aegypti’s fecundity and fertility. This was a pure experimental research, using posttest only control group design with 3 variations of concentration extract 0,05%, 0,1%, 0,2% and control (aquadest) with six-time repetitions.The data analysis was conducted by Kruskal wallis test with p &amp;lt;0,05 error level. The result of Kruskal wallis fecundity and fertility test p = 0,001 showed that there was difference between fecundity and fertility number of Aedes aegypti after it was given with chrysanthemum extract. The 0.2% concentration was most influential, with an average fecundity of 6 grains/females, percentage of fecundity decrease of 87.5%&amp;nbsp; and an average fertility of 11.10%. The conclusion of this research was that the giving of chrysanthemum extract variations affect the number of Aedes aegypti’s fecundity and fertility.
Keyword :&amp;nbsp;Chrysanthemum extract, Fecundity, Fertility</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/17468</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA; 161-170</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/17468/10489</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>