Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Distribusi Spasial Vektor Potensial Filariasis dan Habitatnya di Daerah Endemis

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 2 (2018) · hlm. 320–330

DOI
10.15294/higeia.v2i2.17851
ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2018-04-30
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Desa Bedono merupakan wilayah desa endemis filariasis di Kabupaten Demak sejak tahun 2016 dengan mf rate sebesar >1%. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan menggambarkan vektor potensial filariasis dan habitatnya yang dilihat secara spasial. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan survei entomologi, pengambilan titik subjek, dan objek penelitian menggunakan GPS. Data dianalisis dengan analisis univariat dan secara spasial/pemetaan dengan perangkat Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vektor potensial filariasis yaitu Culex vishnui dengan distribusi tertinggi pada area pemukiman. Habitat vektor potensial filariasis berupa drum air, selokan, kolam ikan, ban bekas, tambak, dan tempat minum ternak. Distribusi keberadaan habitat perkembangbiakan nyamuk paling banyak ditemukan di Dusun Morosari yang menyebar di jarak 100 meter dari kasus filariasis. Simpulan penelitian ini yaitu nyamuk yang berpotensi sebagai vektor filariasis di Desa Bedono adalah Culex vishnui dengan habitat terbanyak di area pemukiman (terutama Dusun Morosari). Abstract Bedono village was categorized as a fialriasis endemic region in Demak regency since 2016 with mf rate of > 1%. The study was conducted in 2017 and it was purposed to plot the spread of disease vector and its habitat through mapping. This research was an observational research with descriptive method as its research design. Data collection was conducted by entomological survey and GPS marking. Data were analyzed using univariate analysis and spatial analysis with GIS. The result shown that the potential vector of filariasis was Culex vishnui. The breeding places of the potential vector was a water drum, an open sewerage, a fish pond, used tires, ponds, and livestock. The distribution of mosquito breeding habitat was mainly found in Morosari which is spread in a distance of 100 metres from filariasis cases. The conclusion of the research that the potential vector of filariasis was Culex vishnui with the most habitat of Culex vishnui in settlement area (especially in Morosari Village). Keyword: Vector, Habitat, Bedono, Filariasis, spatial

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 71 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • Institut Agama Islam Negeri Kendari
  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Bertakalswa HermawatiAfiliasi tidak diketahui3
Jayanti Evananda FebrianAfiliasi tidak diketahui2
Yunita Dyah Puspita SantikAfiliasi tidak diketahui2
Fitri IndrawatiAfiliasi tidak diketahui2
Anisa FitriInstitut Agama Islam Negeri Kendari2
Arvia Dhitya MaharhaniAfiliasi tidak diketahui2
Muhammad Syahrir RamangAfiliasi tidak diketahui1
Fatmy Yaumil AkhirAfiliasi tidak diketahui1
Iwan SuyatnaAfiliasi tidak diketahui1
Henny PagorayAfiliasi tidak diketahui1
Komasanah SukartiAfiliasi tidak diketahui1
Devita Uzlah SibaraniAfiliasi tidak diketahui1
Sherly GusnawanAfiliasi tidak diketahui1
Hermi Nur LaelaAfiliasi tidak diketahui1
Novan Esma RozantoAfiliasi tidak diketahui1
Imaduddin Zaid HarviyantoAfiliasi tidak diketahui1
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang1
Fitriana PuspitaraniAfiliasi tidak diketahui1
Galuh Nita PrameswariAfiliasi tidak diketahui1
Titik Nur IdayaniAfiliasi tidak diketahui1
Isnaningsih IsnaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Annisa Arum Kartika DewiAfiliasi tidak diketahui1
Halimah Tri UtamiAfiliasi tidak diketahui1
Atiya InayahAfiliasi tidak diketahui1
Siti Yuliana SyafriatiAfiliasi tidak diketahui1
Nila KusumawatiAfiliasi tidak diketahui1
Aswi Nur SyahbaniAfiliasi tidak diketahui1
Ragil AndrianiAfiliasi tidak diketahui1
Rahina Esti NirwanaAfiliasi tidak diketahui1
Dewi Latifatul JanahAfiliasi tidak diketahui1
Isnaini Alfazcha ZukhrufAfiliasi tidak diketahui1
Adzillatin 'Alal Mu'miniinaAfiliasi tidak diketahui1
Azizah Nur AbdillahAfiliasi tidak diketahui1
Afifah Maulidia Az Zahro'Afiliasi tidak diketahui1
Dela Putri WulandariAfiliasi tidak diketahui1
Nanda Putri DewantiAfiliasi tidak diketahui1
Siti Lailatin NasifahAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Distribusi Spasial Vektor Potensial Filariasis dan Habitatnya di Daerah Endemis</dc:title>
	<dc:creator>Fitriyana, Fitriyana</dc:creator>
	<dc:creator>Sukendra, Dyah Mahendrasari</dc:creator>
	<dc:creator>Windraswara, Rudatin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Desa Bedono merupakan wilayah desa endemis filariasis di Kabupaten Demak sejak tahun 2016 dengan mf rate sebesar &amp;gt;1%. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan menggambarkan vektor potensial filariasis dan habitatnya yang dilihat secara spasial. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan survei entomologi, pengambilan titik subjek, dan objek penelitian menggunakan GPS. Data dianalisis dengan analisis univariat dan secara spasial/pemetaan dengan perangkat Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vektor potensial filariasis yaitu Culex vishnui dengan distribusi tertinggi pada area pemukiman. Habitat vektor potensial filariasis berupa drum air, selokan, kolam ikan, ban bekas, tambak, dan tempat minum ternak. Distribusi keberadaan habitat perkembangbiakan nyamuk paling banyak ditemukan di Dusun Morosari yang menyebar di jarak 100 meter dari kasus filariasis. Simpulan penelitian ini yaitu nyamuk yang berpotensi sebagai vektor filariasis di Desa Bedono adalah Culex vishnui dengan habitat terbanyak di area pemukiman (terutama Dusun Morosari).
Abstract
Bedono village was categorized as a fialriasis endemic region in Demak regency since 2016 with mf rate of &amp;gt; 1%. The study was conducted in 2017 and it was purposed to plot the spread of disease vector and its habitat through mapping. This research was an observational research with descriptive method as its research design. Data collection was conducted by entomological survey and GPS marking. Data were analyzed using univariate analysis and spatial analysis with GIS. The result shown that the potential vector of filariasis was Culex vishnui. The breeding places of the potential vector was a water drum, an open sewerage, a fish pond, used tires, ponds, and livestock. The distribution of mosquito breeding habitat was mainly found in Morosari which is spread in a distance of 100 metres from filariasis cases. The conclusion of the research that the potential vector of filariasis was Culex vishnui with the most habitat of Culex vishnui in settlement area (especially in Morosari Village).
Keyword :&amp;nbsp;Vector, Habitat, Bedono, Filariasis, spatial</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/17851</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.15294/higeia.v2i2.17851</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA; 320-330</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/17851/10977</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>