Jurnal
Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pagiyanten
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 2 (2018) · hlm. 227–238
- ISSN
- 2541-5581, 2541-5603
- Terbit
- 2018-04-30
- Penerbit
- Universitas Negeri Semarang
- Bahasa
- eng
Abstrak
ABSTRAK Kasus demam tifoid di Kabupaten Tegal pada tahun 2016 yaitu sebanyak 11.387 kasus dan Puskesmas Pagiyanten merupakan puskesmas dengan jumlah kasus demam tifoid tertinggi yaitu sebanyak 377 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi case control dengan sampel sebesar 43 kasus dan 43 kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil yang didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid meliputi kebiasaan makan di luar rumah (p-value=0,001), kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p-value=0,02), kebiasaan mencuci tangan setelah BAB (p-value=0,04), kebiasaan mencuci bahan makanan mentah (p-value=0,007), dan jamban sehat (p-value=0,04). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kebiasaan makan di luar rumah, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan mencuci tangan setelah BAB. kebiasaan mencuci bahan makanan mentah, dan jamban sehat dengan kejadian demam tifoid di Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. ABSTRACT Typhoid fever in Tegal regency in 2016 were 11,387 cases, and Puskesmas Pagiyanten with the highest number of cases of typhoid fever of 377 cases. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of typhoid fever in Puskesmas Pagiyanten Tegal regency. The research used case control study with 43 cases and 43 controls. The instrument used is a questionnaire. The data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. The results of factors related to the occurrence of typhoid fever include eating habits outside the home (p-value=0.001), hand washing before eating habits (p-value=0.02), hand washing habit after defecate (p-value=0.04), the habit of washing raw food (p-value=0,007), and healthy latrines (p-value=0,04). The conclusion of this research is there is a relationship between eating habits outside the home, the habit of washing hands before eating, habit of washing hands after defecate, the habit of washing raw food, and healthy latrines with the incidence of typhoid fever in Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. Keywords: Risk Factors, Typhoid Fever, Habit
Jaringan kolaborasi para penulis
40 penulis · 106 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung
Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.
- State University of Semarang
- Afiliasi tidak diketahui
- Organisasi berbeda
- Organisasi sama
- Afiliasi tidak diketahui
- Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
| Rekan penulis | Organisasi | Artikel bersama |
|---|---|---|
| Widya Hary Cahyati | Afiliasi tidak diketahui | 5 |
| Irwan Budiono | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Ari Yuniastuti | State University of Semarang | 3 |
| Dina Nur Anggraini Ningrum | Afiliasi tidak diketahui | 3 |
| Galuh Nita Prameswari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Puput Ediyarsari | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Setya Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Tandiyo Rahayu | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Vilda Ana Veria Setyawati | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Mahalul Azam | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Yuni Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 2 |
| Sofwan Indarjo | State University of Semarang | 2 |
| Ida Leida Maria | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sri Achadi Nugraheni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Janu Purwono | State University of Semarang | 1 |
| Irwan Budiono | State University of Semarang | 1 |
| Shefi Umiasih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Ginka Vigaretha | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Trisna Hani Fauziah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Mir'atus Sa'diyah Maulidah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Efa Nugroho | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Alfiana Ainun Nisa | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Rafidha Nur Alifah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Silmina Nahda | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Christian Suan Fernando Tarigan | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Melina Haryono | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurul Anggraeni | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Novita Wijayanti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Natalia Desy Putriningtyas | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Oktaviani Dwi Indrasti | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Bertakalswa Hermawati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Widya Harry Cahyati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sri Sumartiningsih | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Anies Setiowati | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Catur Erty Suksesty | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Nurul Qomariah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Sutiah Sutiah | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
| Fentri Heryati Budianto | Afiliasi tidak diketahui | 1 |
Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.