Melola Discovery

← Melola Discovery

Jurnal

Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran

HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) · Vol. 2 No. 1 (2018) · hlm. 23–32

ISSN
2541-5581, 2541-5603
Terbit
2018-02-01
Penerbit
Universitas Negeri Semarang
Bahasa
eng

Abstrak

Abstrak Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya melahirkan. Pada tahun 2017 Jumlah kasus ketuban pecah dini di RSUD Tugurejo merupakan salah satu jumlah kasus tertinggi (43,1%) dibandingkan dengan jumlah kasus komplikasi persalinan lainnya seperti pendarahan anterpartum, postpartum, pre-eklamsia berat, dan preeklamsia. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan case-control. Sampel yang ditetapkan sebesar 46 kasus dan 46 kontrol dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara malposisi (malpresentasi) janin (p value = 0,019), umur ibu (p value = 0,033), paritas (p value = 0,003), riwayat KPD (p value = 0,005), status pekerjaan ibu (p value = 0,019), status anemia (p value = 0,010), paparan asap dan perilaku merokok ibu (p value = 0,004)dengan kejadian ketuban pecah dini. Tidak ada hubungan antara kehamilan kembar (ganda) (p value = 0,31), riwayat keturunan (p value = 0,315), riwayat keguguran berulang dengan kejadian ketuban pecah dini (p value = 0,358). Abstract Early rupture of membranes was the rupture of the membranes prematurely before delivery. In 2017, the number of case membrane broke early in the hospital of Tugurejo is one of the number of cases highest compared (43,1%) with the others of the number of complication cases such as anter-partum. The type of research is analytic observational with case-control design. Sample that is set of 46 cases and 46 controls with the technique of purposive sampling.The data of analysis is chi-squre test. The result of research show there is relation between mal-position/mal-presentation of embryo (p value=0,019), age of mother (p value= 0,033), parity (p value= 0,003), the history of KPD (p value= 0,005), the status of mother employment (p value= 0,019), the status of anemia (p value= 0,10), smoking exposure and behavior smoking of mother (p value= 0,004) with membrane broke early. There is not relation between history of the descendant (p value= 0,315), history of recurrent miscarriage (p value= 0,94), and twin pregnancy (gamelly) (p value= 0,358). Keyword: Complication, Membranes, broke early

Jaringan kolaborasi para penulis

40 penulis · 90 tautan kepenulisan bersama · menampilkan 40 yang paling banyak terhubung

Arahkan kursor atau ketuk sebuah nama untuk menyorot rekan penulisnya. Klik dua kali untuk membuka halaman penulis.

  • State University of Semarang
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Organisasi berbeda
  • Organisasi sama
  • Afiliasi tidak diketahui
  • Garis lebih tebal = lebih banyak artikel bersama · lingkaran lebih besar = lebih banyak artikel
Tampilkan sebagai tabel
Rekan penulisOrganisasiArtikel bersama
Mahalul AzamAfiliasi tidak diketahui3
Widya Hary CahyatiAfiliasi tidak diketahui3
Arum SiwiendrayantiState University of Semarang2
Adinda Mayhana PramestiAfiliasi tidak diketahui2
Irwan BudionoAfiliasi tidak diketahui2
Tandiyo RahayuAfiliasi tidak diketahui2
Oktia Woro Kasmini HandayaniState University of Semarang2
Widya Hari CahyatiAfiliasi tidak diketahui2
‪Eram Tunggul Pawenang‬State University of Semarang1
Ferry NurhandokoAfiliasi tidak diketahui1
Hapsari Dyah AyuhaniAfiliasi tidak diketahui1
Hasty WidyastariAfiliasi tidak diketahui1
Diah Indriyani NovtasariAfiliasi tidak diketahui1
Siswanti SiswantiAfiliasi tidak diketahui1
Erika PrihatiningsihAfiliasi tidak diketahui1
Muhammad Hakam ArifinAfiliasi tidak diketahui1
Ina YulianaAfiliasi tidak diketahui1
Nita SuryaningsihAfiliasi tidak diketahui1
Lukman FauziAfiliasi tidak diketahui1
Alfiana Ainun NisaAfiliasi tidak diketahui1
Ahsana Sayidatil ArifahAfiliasi tidak diketahui1
Chyntia Olyvia Rizki HerwiantiAfiliasi tidak diketahui1
Rizky Zidni FadhilahAfiliasi tidak diketahui1
Melinda Pebriyana HastariAfiliasi tidak diketahui1
Maria Magdalena Dewi SAfiliasi tidak diketahui1
Windy Widyanti KusumaAfiliasi tidak diketahui1
Arika Widya RahmawatiAfiliasi tidak diketahui1
Lutfi MuzaqiAfiliasi tidak diketahui1
Fifti IstiklailiAfiliasi tidak diketahui1
Tri Prapto KurniawanAfiliasi tidak diketahui1
Agus Sapta Eka WaluyaAfiliasi tidak diketahui1
Diyan Argani KusumaningtyasAfiliasi tidak diketahui1
Rezqy Laili MunthariAfiliasi tidak diketahui1
Pangesty Tisna Wahyu NurcahyaniAfiliasi tidak diketahui1
Ayu Tri IsmiatiAfiliasi tidak diketahui1
Agita Kusuma DewiAfiliasi tidak diketahui1
Deviyani DeviyaniAfiliasi tidak diketahui1
Tri SofiyaniAfiliasi tidak diketahui1

Afiliasi berasal dari OpenAlex; metadata OAI-PMH jurnal tidak memuatnya. Penulis tanpa ID OpenAlex dicocokkan berdasarkan nama, sehingga dua orang bisa tergabung atau satu orang bisa terpisah.

Sumber metadata: OAI-PMH (metadata jurnal) https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/oai, pertama di-harvest 5 Nov 2026, terakhir terlihat 5 Nov 2026.
Metadata asli (oai_dc)
<oai_dc:dc xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/  http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran</dc:title>
	<dc:creator>Rohmawati, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Wijayanti, Yuni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak
Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya melahirkan. Pada tahun 2017 Jumlah kasus ketuban pecah dini di RSUD Tugurejo merupakan salah satu jumlah kasus tertinggi (43,1%) dibandingkan dengan jumlah kasus komplikasi persalinan lainnya seperti pendarahan anterpartum, postpartum, pre-eklamsia berat, dan preeklamsia.&amp;nbsp; Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan case-control. Sampel yang ditetapkan sebesar 46 kasus dan 46 kontrol dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara malposisi (malpresentasi) janin (p value = 0,019), umur ibu (p value = 0,033), paritas (p value = 0,003), riwayat KPD (p value = 0,005), status pekerjaan ibu (p value = 0,019), status anemia (p value = 0,010), paparan asap dan perilaku merokok ibu (p value = 0,004)dengan kejadian ketuban pecah dini. Tidak ada hubungan antara kehamilan kembar (ganda) (p value = 0,31), riwayat keturunan (p value = 0,315), riwayat keguguran berulang dengan kejadian ketuban pecah dini (p value = 0,358).
Abstract
Early rupture of membranes was the rupture of the membranes prematurely before delivery. In 2017, the number of case membrane broke early in the hospital of Tugurejo is one of the number of cases highest compared (43,1%) with the others of the number of complication cases such as anter-partum. The type of research is analytic observational with case-control design. Sample that is set of 46 cases and 46 controls with the technique of purposive sampling.The data of analysis is chi-squre test. The result of research show there is relation between mal-position/mal-presentation of embryo (p value=0,019), age of mother (p value= 0,033), parity (p value= 0,003), the history of KPD (p value= 0,005), the status of mother employment (p value= 0,019), the status of anemia (p value= 0,10), smoking exposure and behavior smoking of mother (p value= 0,004) with membrane broke early. There is not relation between history of the descendant (p value= 0,315), history of recurrent miscarriage (p value= 0,94), and twin pregnancy (gamelly) (p value= 0,358).
Keyword :&amp;nbsp;Complication, Membranes, broke early</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Universitas Negeri Semarang</dc:publisher>
	<dc:date>2018-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/17937</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development); Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA; 23-32</dc:source>
	<dc:source>2541-5581</dc:source>
	<dc:source>2541-5603</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://journal.unnes.ac.id/sju/higeia/article/view/17937/10476</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2018 HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)</dc:rights>
</oai_dc:dc>